AZ9dz65O7JdhCBmJmAy_O69F_XM

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

Bonus melimpah, modal CUKUP 10-ribu aja (Sebenarnya tidak dibatasi), anda SUDAH bisa ngisi sendiri pulsa ke HP anda. Keluarga anda, saudara, emak, bapak, ibu, pak lik, budhe, bisa ANDA isi PULSA melalui HP ANDA. SEGERA DAFTAR : SEKARANG, GRATISSS......!!!!

Gasa Foredi

Behaviourisme

. Senin, 11 Mei 2009
0 komentar

Sebelum anda membaca semua tulisan ini, Baca juga "Jangan Hanya Bermimpi, Ayooo.. Action".

Behaviourisme

Tokoh utama aliran ini adalah J.B. Watson. Watson membaca karya
Pavlov dia merasa mendapatkan model yang cocok untuk
pendiriannya, untuk menjelaskan tingkah laku manusia.

* Classical conditioning (Ivan Petrovich Pavlov 1849):1936):

Assosiative Learning
Teori ini dikemukkan oleh Pavlov yang kemudian dipelopori oleh
Guthric, Skinner yang berhaluan behavioris. Pavlov mengadakan
eksperimen disebut Condition reflex karena yang dipelajari gerakan
otot sederhana yang secara otomatis bereaksi terhadap suatu
perangsang tertentu. Reflex dapat ditimbulkan oleh perangsang yang
lain yang dahulunya tidak menimbulkan reflex tadi.

Kesimpulan Pavlov:
3
Pertanda /signal dapat memainkan peranan penting alam adaptasi
hewan terhadap sekitarnya. Reaksi mengeluarkan air liur pada anjing
karena mengamati pertanda mula mula disebut reflek bersyarat
(conditional reflex/CR). Pertanda atau signal disebut perangsang
bersyarat (Conditioned Stimulus/CS). Makanan disebut perangsang tak
bersyarat (Unconditioned Stimulus/US). Sedangkan keluarnya air liur
karena makanan disebut refleks tak bersyarat (Unconditioned
reflex/UR).

Teori ini menekankan bahwa belajar terdiri atas pembangkitan
respons dengan stimulus yang pada mulanya bersifat netral atau tidak
memadai. Melalui persinggungan (congruity) stimulus dengan respos,
stimulus yang tidak memadai untuk menimbulkan respons tadi
akhirnya mampu menimbulkan resposns.

4
Implikasi teori belajar ini dalam pendidikan adalah :

5
1. Tingkah laku guru mengharapkan murid menghafal secara
mekanis/otomatis
2. Verbalitis karena tingkah laku mechanistis dan reflektif.
3. Guru tersebut membiasakan muridnya dengan latihan
4. Sekolah D (duduk), tidak ada inisiatif karena perasaan, pikiran
tak mengarahkan tingkah laku
5. Guru hanya memberi tugas tanpa disadari oleh muridnya
6. Guru tidak memperhatikan individual differences
7. Guru menggunakan “learning by parts” sampai tak ada
hubungan
8. Guru menyuapi murid saja dan murid menerima yang diolah
guru, jadi guru aktif.

Hal ini terjadi karena (menurut teori belajar contioning) :
a. Terbentuknya tingkah laku sangat sederhana dan mekanistis
reflektif
b. Peranan perasaan, kemauan, pikiran, kepribadian tak
mengarahkan tingkah laku. Jadi manusia saja
c. Tak sanggup menganalisa tingkah laku yang kompleks dimana
tenaga rohani sebagai pendorong.
d. Terbentuknya tingkah laku karena habis formation.
Assosiative Learning
6

Pada hakikatnya perkembangan adalah proses asosiasi bagi para
ahli aliran ini yang primer adalah bagian-bagian ada lebih dulu
sedangkan keseluruhan ada lebih kemudian. Bagian itu terikat satu
sama lain menjadi suatu keseluruhan oleh asosiasi.
Salah satu tokoh aliran asosisasi adalah John Locke. Locke
berpendapat bahwa pada permulaannya jiwa anak itu adalah bersih
semisal selembar kertas putih. yang kemudian sedikit demi sedikit
terisi oleh pengalaman atau empiris.

Dalam hal ini Locke membedakan adanya dua macam pengalaman , yaitu: 1. Pengalaman luar, yaitu pengalaman yang diperoleh dengan melalui panca indera yang menimbulkan “sensation”
2. Pengalaman dalam, yaitu pengalaman mengenai keadaan dan kegiatan batin sendiri yang menimbulkan “reflexions”. Kesan “sensation dan reflexions” merupakan pengertian yang sederhana (simple ideas) Yang kemudian dengan asosiasi membentuk pengertian yang kompleks (Complex ideas). Aliran asosiasi ini meninggalkan sejarah , tetapi dalam lapangan pendidikan masih ada yang menjalankan, misalnya mengajar
membaca dan menulis secara sintetis, metode menggambar secara
sintetis.

Praktik belajar seperti dalam teori ini masih digunakan terutama ditingkat pendidikan dasar dan sekolah agama atau di pesantren- pesantren. Murid diberi drill, praktik, pengulangan dan kejadian-kejadian sesuai teori ini. Belajar asosiasi dimana urutan-urutan kata-kata tertentu berhubungan sedemikian rupa terhadap obyek-obyek,
konsep-konsep, atau situasi sehingga bila kita menyebut yang satu cenderung menyebut yang lain. Misalnya ayah berasosiasi dengan Ibu, kursi dengan meja. Jika digunakan untuk model pembelajaran sekarang masih relevan tentu dengan paradigma baru misalnya
menerangkan dengan mode, gambar dan demostrasi.

* The Law Of Effect (Edward L.Thorndike;1874-1949) : S-R
Theory

Thorndike berpendapat , bahwa yang menjadi dasar belajar ialah
asosiasi antara kesan panca indra (sense impression) dengan impulse
untuk bertindak (impulse to action).

Bentuk belajar oleh Thorndike disifatkan dengan “Trial and Error
learning” atau “learning by selecting and connecting” . Belajar
berlangsung 3 hukum (1) law of readiness; (2) law of exercise; (3)

law of effect
Law of effect ini menunjukkan kepada makin kuat atau makin
lemahnya hubungan sebagai akibat daripada hasil respon yang
dilakukan . Apabila suatu hubungan atau koneksi disebut dan ditandai
atau diikuti oleh keadaan yang memuaskan , maka kekuatan
hubungan itu akan bertambah, sebaliknya apabila suatu koneksi
dibuat dan disertai atau diikuti oleh keadaan yang tidak memuaskan,
maka kekuatan hubungan itu akan berkurang.
7
Dalam Law of effect,
segala tingkah laku yang mengakibatkan keadaan yang
menyenangkan akan diingat. Dan tingkah laku yang menyenangkan
mudah untuk dipelajari begitu pula sebaliknya.
Thorndike berkesimpulan bahwa belajar adalah hubungan antara
stimulus dan respons. Itulah sebabnya teori ini disebut SR Bond
Theory atau S-R Psycology of Learning” atau S-R Theory disebut juga
teori “Trial and Error Learning”
Berdasarkan teori belajar tersebut , maka implikasinya bagi
dalam pendidikan sebagai berikut :
8
1. Tak memperhatikan individual differences.
2. Kadang-kadang lupa akan tujuan pokok, karena terlalu
memperhatikan alat (reward)
3. Biasanya yang berhasil adalah murid yang struggle untuk
menerima hadiah (reward)
Hal ini didasarkan pada pendapat teori diatas :

1. Manusia belajar karena kepuasan untuk memperoleh
ganjaran
2. Tingkah laku terbentuk karena hasil trial & error dan law of
effect
3. Yang dilakukan seseorang disebabkan kesenangan sehingga
berlangsung secara otomatis conditioning.
Praktik belajar seperti cocok digunakan untuk memotivasi siswa
dengan pemberian hadiah/ganjaran/reward. Namun penggunaannya
hanya saat-saat tertentu dan dalam keadaan yang memungkinkan.
Sebab jika dilakukan terus menerus siswa cenderung mau belajar

karena akan memperoleh reward, lalu kalau reward ditiadakan siswa
apakah masih mau belajar. Segala yang menyenangkan (law of
effect) akan diingat oleh siswa dan akan mudah dipelajari oleh siswa,
maka berdasarkan teori ini guru harus mampu menciptakan suasana
belajar mengajar yang menyenangkan. Guru harus mampu membuat pelajaran
matematika yang menyeramkan menjadi yang menyenangkan.

*Operant conditioning (Baron. F. Skinnner; 1904 –1990) :
Reward & Punishment (Positive and Negative reinforcement)
Sebagaimana tokoh behavour lainnya, Skinner juga memikirkan tingkah laku sebagai hubungan antara perangsang dan response,hanya saja Skinner membedakan dua macam response : (1) responden response (reflextive response), yaitu respon yang ditimbulkan oleh perangsang-perangsang tertentu, Perangsang demikian disebut eliciting stimuli, menimbulkan respose yang relatif sama; dan (2) Operant response (instrumental response) yaitu response yang timbul dan berkembangnya diikuti oleh perangsang-perangsang tertentu. Perangsang demikian disebut reinforcing stimuli
atau reinforcer karena perangsang-perangsang tersebut memperkuat response yang telah dilakukan oleh organisme.

Implikasi dalam dunia pendidikan dari teori ini :
1. Anak yang telah belajar akan menjadi giat belajar jika mendapat
hadiah
2. Hadiah yang diberikan kepada siswa tidak harus berupa barang
3. Inovasi Pengajaran sebagian besar disusun berdasarkan teori
Skinner, yaitu memberikan dasar teknologi pendidikan yang
banyak digunakan di Indonesia seperti PPSI, modul dan
pengajaran tuntas.

Teori ini belajar ini cocok untuk pendidikan modern dengan
menggunakan inovasi-inovasi baru misalnya belajar model konferensi
dengan bantuan komputer yang saling berhubungan (internet)
sehingga dapat meningkatkan Operan response siswa menjadi lebih
intensif/kuat. Teori ini masih berkembang di Amerika, tentu saja untuk
Indonesia juga masih sangat cocok.

Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Psikologi Belajar

.
0 komentar

ORIENTASI BARU DALAM PSIKOLOGI BELAJAR

Analisa komperehensif untuk “Orientasi Baru Dalam Psikologi
Belajar” ini menyangkut topik : (1) Teori belajar menurut paham
behaviorism, Cognitivism, Constructivism, dan Social Learning Theory;
(2) Thinking skills; (3) Motivation; (5) Memory and forgetting; (6)
Learner Autonomy; dan (7) Cooperative Learning.

A. Teori Belajar
Pemahaman guru akan pengertian dan makna belajar akan
mempengaruhi tindakannya dalam membimbing siswa untuk belajar.
Guru yang hanya memahami belajar hanya agar murid bisa menghafal
tentu beda cara mengajarnya dengan guru yang memahami belajar
merupakan suatu perubahan tingkah laku.Untuk itu guru penting
memahami pengertian belajar dan teori-teori belajar .

Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku atau kecakapan manusia berkat
adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan
lingkungannya sehingga mereka lebih mampu beriteraksi dengan
lingkungannya. W.H. Burton mendefinisikan belajar : “Learning is a
change in the individual due to instruction of that individual and his
environment, which fells a need and makes him more capable of
dealing adequately with his environment”
1

Dari pengertian tersebut
ada kata ‘change” maksudnya bahwa seseorang yang telah mengalami
proses belajar akan menhalami perubahan tingkah laku baik dalam
kebiasaan (habit), kecakapan-kecakapan (skills) atau dalam tiga aspek
yaitu pengetahuan (kognitif), sikap (affektif), dan ketrampilan
(psikomotor). Sedang Ernest R. Hilgard dalam B. Simandjuntak dan IL.

Pasaribu mengemukakan “Belajar adalah suatu proses perubahan
kegiatan karena reaksi terhadap lingkungan, perubahan tersebut tidak
dapt disebut belajar apabila disebabkan oleh pertumbuhan atau
kedaan sementara seseorang seperti kelelahan atau disebabkan obat-
obatan”.

2
Teori belajar pada umumnya dibagi menjadi 4 golongan,
dengan mempelajari teori ini guru dapat memahami dasar proses
belajar beserta dalil-dalilnya sehingga guru dapat memanajemen
proses belajar mengajar.

Dan jangan lupa terus Stop Dreaming Start Action


Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Sejarah Singkat Psikologi Kognitif

. Selasa, 05 Mei 2009
0 komentar

"Jangan Hanya Mimpi, Ubahlah Diri Anda".

Sejarah Singkat Psikologi Kognitif


Sejarah Singkat psikologi kognitif Yaitu ;
Pengetahuan lahir dari pikiran. Awal mula semua ilmu di masa kini adalah filsafat.
Anda dapat berpikir dan mengingat kembali nama-nama besar seperti Plato dan
Aristoteles. Psikologi Kognitif dan ilmu tentang pikiran lainnya berupaya menjawab


Pertanyaan yang paling mendasar, ”Dari manakah datangnya pengetahuan dan
bagaimana itu diwujudkan dalam hati kita?” Para ahli tulisan Mesir Kuno menyatakan
bahwa pemikir di era Mesir Kuno percaya bahwa pengetahuan berkedudukan di
jantung. Hal ini didukung oleh Aristoteles namun Plato berpendapat berbeda.

Ia meyakini pengetahuan berkedudukan di otak. Perdebatan akan wujud pengetahuan di diri manusia terus bergulir. Pada abad kedelapan belas, psikologi filosofis dibawa ke situasi saat mulai berperannya psikologi empiris yang dipelopori oleh George Berkeley, James Mill dan putranya John Stuart Mill.

Pada zaman ini, setidaknya ada dua postulat tentang pembentukan gagasan internal (dalam pikiran). Yang pertama adalah perwujudan internal dibentuk berdasarkan aturan yang jelas (ada hukumnya). Kedua, perwujudan serta pengalihan gagasan internal membutuhkan waktu dan usaha. Selama abad ke-19, para psikolog semakin memisahkan diri dari filsafat yang spekulatif dan membentuk sebuah disiplin yang empiris. Di masa ini, ada dua kubu besar yang melakukan studi tentang perwujudan internal.

Ada yang dipimpin oleh Wundt di Jerman dan oleh Titchener di Amerika Serikat yang menekankan pada struktur perwujudan mental serta ada juga rentano di Austria yang menekankan pada proses atau perbuatan. Brentano menganggap bahwa wujud internal adalah sesuatu yang statis dan tidak perlu dipelajari. Studi kerja kognitif menurut Bretano adalah membandingkan, menilai, dan merasakan sebagai objek studi yang tepat.

Berangkat dari ide ini, psikologi semakin bergeser menuju ke arah lahirnya
behavioristik yang berpendapat bahwa perilaku yang dapat diamati yang dapat
dipelajari. Akan tetapi, behavioris seperti Hull dan Tolman dalam postulat/teorinya memasukkan gagasan adanya variabel ”pengantara” yang tidak dapat diamati dalam perilaku manusia. Di masa berkembangnya, behavioris mendominasi Amerika yang sedikit mematikan ketertarikan terhadap kognisi.

Namun, Perang Dunia II membawa kembali minat pada studi tentang kognisi. Pada masa itu, dibutuhkan pemahaman tentang human factor. Studi dibutuhkan untuk menjawab bagaimana prajurit dapat memusatkan perhatian dengan lebih baik serta akurat dalam penglihatan dan pendengaran. Hal ini kemudian mendasari lahirnya alat tes psikologi untuk tentara yang berhubungan dengan inteligensi/bakat (kognisi).

Di bidang lain, lahir pula teori-teori lain seperti Noam Chomsky dengan teori lingustik (bahasa) yang melawan teori Skinner dan lahirnya teori informasi yang menjelaskan model komunikasi secara matematis. Terakhir, tahun 1967, peluncuran buku Cognitive Psychology oleh Ulric Neisser menjadi gong dimulainya cabang baru dalam psikologi.

Buku yang menjadi bukti resmi diakuinya psikologi kognitif itu terdiri dari enam bab; yaitu dua bab tentang persepsi dan perhatian, dan empat bab tentang bahasa, memori, dan pikiran.

NB; Kawan Pembaca Semua, Dukung Saya Di Kontes SEO. Dengan Hadiah 25 juta yaa.... Lihat Link :
"Ayoo Stop Dreaming, Tapi Action". klik Yaa...




Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Psikologi Kognitif

.
0 komentar

Apakah Psikologi Kognitif itu?

Saat Anda membaca dan memikirkan pertanyaan ini, Anda sedang terlibat dalam
kognisi. Psikologi kognitif berurusan dengan persepsi informasi (Anda membaca
pertanyaannya), berurusan dengan pengertian (Anda memahami pertanyaannya), berurusan dengan pikiran (Anda bertanya pada diri Anda apakah Anda
tahu jawabannya), dan berurusan dengan perumusan dan pembentukan jawaban
(Anda dapat mengatakan jawaban pertanyaan tersebut). Kognisi menyentuh semua bagian dari pemahaman, ingatan, dan proses berpikir, dan merupakan ciri menonjol semua orang. Jadi apa Psikologi Kognitif itu?

Sebelum lebih jauh mendalami Psikologi Kognitif, ada baiknya kita mencermati
terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan cognition (kognisi). Kognisi menurut Neisser (tokoh Psikologi Kognitif) adalah semua proses terhadap input sensorik yang diubah, dikurangi, dielaborasi, disimpan, diambil kembali, dan digunakan.


Hal ini berarti semua yang Anda baca, semua yang Anda lihat, Anda dengar, dan Anda rasakan selama beberapa menit sebelumnya telah melibatkan kognisi Anda. Apakah sekarang masih bingung? Jika Anda sudah mengerti, itu berarti Anda dianugerahi kognisi yang prima. Jika Anda belum mengerti, jangan kuatir, Anda tidak sendirian.

Psikologi Kognitif memang membahas hal yang sangat luas, penuh dengan perspektif baru, dan mencoba memahami proses tak kasat mata alias hanya dalam “pikiran” saja. Tapi setidaknya Anda coba untuk memahami dan menghafalkan demi nilai ujian Anda:

Psikologi Kognitif adalah studi tentang proses mental yang mendasari kemampuan
kita mempersepsikan dunia, memahami dan mengingat pengalaman kita,
berkomunikasi dengan orang lain, dan mengendalikan perilaku kita.

Sampai pada tahap ini, mari kita berdamai dengan konflik batin Anda, “Duh, ngapain
sih belajar hal-hal nggak jelas kayak gini. Apa pentingnya gitu loh!” Coba kamu simak sejenak lingkungan di sekitarmu dan coba temukan aplikasi psikologi kognitif di sana.

Pernahkah Anda membaca atau melihat iklan penyedia layanan telekomunikasi yang
mengandalkan harga murah? Anda pasti sudah tahu, bagian mana dari iklan tersebut
yang dicetak tebal dan bagian mana yang harus dibaca dengan menggunakan
mikroskop.

Iklan adalah bagian dari informasi, dan ingat kembali bahwa informasi
diolah melalui kognisi kita. Musik yang Anda dengar dari iPod, sinetron ”Cahaya” atau film ”Beranak dalam Kubur,” hingga handout Psikologi Kognitif ini menerapkan bantuan dari pemahaman kita akan Psikologi Kognitif.




Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Ketertarikan Antar Manusia

.
1 komentar

Ketertarikan Antar Manusia

Pendapat umum mengatakan bahwa dasar utama yang menjadikan seseorang untuk tertarik dengan orang lain yang belum saling mengenal adalah hal-hal yang nampak (Apprearance) .adapun hasil penelitian menjelaskan bahwa hal-hal yang nampak kurang menjadikan keterkaitan sosial.melainkan adanya persamaan dan persamaan merupakan faktor yang penting yaitu dasar untuk saling tertarik.

Ketertarikan adalah suatu proses yang dengan mudah dialami oleh setiap individu akan tetapi sukar untuk diterangkan.ada 3 teori tentang ketertarikan. Pertama,Teori cognitive yakni menekankan pada proses berpikir tentang dasar yang menentukan tingkah laku.Kedua,Teori Reinforcement (penguatan),yakni teori yang mengakar pada teori belajar yang mengInterpretasikan ketertarikan sebagai suatu respon yang dipelajari.

Ketiga,Teori Interaktionist, beranggapan bahwa setiap orang dirangsang untuk tertarik pada orang lain.

Persahabatan adalah suatu hubungan antar pribadi yang akrab atau intim yang melibatkan setiap individu sebagai suatu kesatuan.sedangkan hubungan ketemanan adalah merupakan hasil dari suatu hubungan formal dan tingkat permulaan dalam setiap pertumbuhan suatu persabatan.

Adapun ciri-ciri persahabatan antara lain:adanya rasa saling mengahargai,saling menukar barang tanpa didasarkan para nilai ekonomis,lebih menekankan pada kualitas tiap satu sama lain.dan orang yang sering bertenu mempunyai kecenderungan untuk tertarik dari pada mereka yang jarang atau bahkan tidak pernah bertemu-baik berhadapan,berbisik-bisik atau tidakberhadapan. Cinta merupakan salah satu bentuk terpenting ketertarikan antar pribadi,pada dasarnya cinta terdiri atas element utama,yaitu: Pengertian,kepercayaan,kerja sama dan pernyataan kasih sayang..


Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Sikap, Motif , Dan Prasangka Sosial

.
0 komentar

Sikap sosial

Banyak tokoh yang mendefinisikan tentang sikap. Namun inti dari arti sikap yang disetujui oleh sebagaian besar ahli dan peneliti sikap diartikan bahwa sikap adalah predisposisi yang dipelajari yang mempengaruhi tingkah laku, berubah dalam intensitasnya. Atau sikap adalah kesiapan merespon yang sifatnya positif atau negatif terhadap obyek/ situasi secara konsisten. Tiap-tiap sikap mempunyai tiga aspek yaitu, kognitif, afektif dan sikomotorik.

Sikap dibedakan menjadi dua. yaitu, sikap sosial dan sikap individual. Di samping pembagian sikap atas sosial dan individual sikap juga dapat pula dibedahkan atas sikap positif dan sikap negatif. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sikap ada dua. Pertama, faktor intern. Sikap yang terdapat dalam pribadi manusia itu sendiri yang berupa selectivity. Kedua, faktor ekstern. Sikap yang terdapat di luar pribadi manusia, yang berupa interaksi sosial.

Sikap merupakan faktor internal, tetapi tidak semua faktor internal adalah sikap. Adapun ciri-ciri sikap diantaranya adalah. 1. sikap itu dipelajari (learnability), 2. Memiliki kestabilan (stability). 3. Personal-societal significance. 4. Berisi kognisi dan afeksi. 5. Approach-avoidance directionality. Sedangkan fungsi sikap dibagi empat bagian. Pertama, sebagai alat menguraikan diri. Kedua, sebagai alat pengatur tingkah laku. Ketiga, sebagai alat pengatur pengalaman. Keempat, sebagai pernyataan kepribadian.

Motif Sosial

Motif adalah dorongan yang sudah terikat pada suatu tujuan, sendangkan motif sosial sebagai motif yang timbulnya untuk memenuhi kebutuhan individu dalam hubungannya dengan lingkungan sosialnya. Wood Worth dan Maravis membedahkan motif atas motif yang tergantung pada keadaan dalam jasmani yang merupakan kebutuhan organik dan motif yang tergantung dengan individu dengan lingkungan yang dibedakan dalam bagian motif darurat (Emergency Motif) serta motif obyektif (Obyektife Motiv).

Prasangka Sosial
Ada beberapa faktor yang menyebabkan prasangka diantaranya yaitu, 1. Orang prasangka dalam rangka mencari kambing hitam, 2. Berprasangka karena ia sudah dipersiapkan di dalam lingkungannya, 3. Karena adanya perbedaan yang menimbulkan perasaan superior,

Karena kesan yang menyakitkan,

Karena adanya anggapan yang sudah menjadi pendapat umum.

Prasangka sosial: adalah sikap yang negative yang diperlihatkan individu atau kelompok terhadap individu lain atau kelompok lain.Prasangka itu sebenarnya adalah salah sangka-Missinformation,Misscomunikation & Miss Intepretasi-.sedangkan usaha untuk menghilangkan atau mengurangi prasangka tersebut dibedakan menjadi 2 macan,yaitu:Usaha Preventif yaitu usaha mencegah jangan sampai berprasangka dan usaha curative yaitu usaha menyembuhkan terhadap orang yang berprasangka.


Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Kelompok Sosial, Kepemimpinan

.
0 komentar

Kelompok Sosial

Kelompok-kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, oleh karenannya adanya antarhubungan antar mereka. Untuk menamakan kelompok sosial diperlukan beberapa persyaratan antara lain kesadaran kelompok, interaksi sosial, organisasi sosial.

Ciri-ciri kelompok sosial menurut Charles H. Cooly membedakan kelompok berdasar susunan dan organisasi menjadi 2 yaitu pertama primary group (kelompok primer) dengan ciri-ciri terdapat interaksi sosial yang lebih erat antara anggota-anggotanya. Selain itu hubungannya bersifat irrasionil dan tidak didasarkan atas pamrih. Kedua secondary group/kelompok sekunder yang mempunyai ciri-ciri bahwa kelompok terbentuk atas dasar kesadaran dan kemauan dari para anggotanya.

Selain itu fungsi dari kelompok sekunder dalam kehidupan manusia adalah untuk mencapai salah satu tujuan tertentu dalam masyarakat dengan bersama secara obyek dan rasionil. Masih banyak lagi ciri-ciri dalam kelompok sosial yang di bagi atas berbagai kelompok seperti diantaranya kelompok tak resmi (informal group) dan kelompok resmi (formal group).

Masing-masing kelompok memiliki norma-norma yang berbeda. Oleh karena itu kadang-kadang orang harus bisa menyesuaikan norma antara kelompok yang satu dengan yang lain karena Perbedaan norma suatu ketika dapat menjadi pertentangan. Adapun macam-macam norma sosial diantaranya adalah norma kelaziman, kesusilaan, hukum, dan mode

Kepemimpinan
Adalah kemampuan dari seseorang untuk mempengaruhi orang lain sehingga orang lain itu bertingkah laku sesuai apa yang di kehendaki oleh pemimpin tersebut. Dalam setiap masalah kepemimpinan terdapat tiga unsur yaitu: unsur manusia, unsur sarana, unsur tujuan. Sedangkan ciri yang harus dimiliki oleh pemimpin adalah social perception (penglihatan sosial), ability in abstract thinking (kecerdasan yang tinggi), emotional stability (keseimbangan alam perasaan).

Faktor yang menentukan seseorang menjadi pemimpin menurut William Foote Whyte ada 4 faktor yaitu operasional leadership, popularity, the assumed representative. Klasifikasi kepemimpinan diantaranya adalah kepemimpinan otoriter, demokratis, kepemimpinan liberal. Fungsi kepemimpinan menurut Reven and Rubin menyebutkan 4 fungsi pemimpin :

1. Membantu menetapkan tujuan kelompok
2. Memelihara kelompok
3. Memberikan simbol untuk identifikasi
4. Mewakili kelompok terhadap kelompok lain


Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Interaksi Sosial

.
1 komentar

A. Interaksi Sosial

Interaksi Sosial
Dalam hubungan sehari-hari manusia tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain, ia selalu menyesuaikan diri dengan lingkugannya, sehingga kepribadian individu, kecakapannya, ciri-ciri kegiatannya baru menjadi kepribadian individu yang sebenarnya apabila keseluruhan sistem psycho-physik tersebut berhubungan dengan lingkunganya.

H. Bonner memberikan rumusan interaksi sosial yaitu bahwa suatu hubungan antara dua individu/lebih, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. Faktor yang mendasari berlangsungnya interaksi sosial baik secara tunggal maupun secara bergabung adalah :

a. Faktor Iimitasi
b. Faktor Sugesti
c. Faktor Indentifikasi
d. Faktor Simpati

Situasi Sosial Adalah suatu kondisi tertentu dimana berlangsung hubungan atau saling berhubungan antara dua individu atau lebih. Situasi ini dibedakan menjadi dua :

a. Togetherness Situation atau situasi kebersamaan yaitu suatu situasi dimana sejumlah individu berkumpul.
b. Group Situation disebut juga situasi kelompok atau kelompok sosial.

Dalam kehidupan sosial selalu akan kita jumpai dua macam kenyataan yaitu : pertama, social things atau benda-benda sosial yang ditentukan oleh tiga faktor yaitu faktor kebutuhan, minat dan kepercayaan. Kedua, Social Fact atau kenyataan sosial itu sendiri.

Ciri-ciri dan peranan situasi kelompok sosial terhadap individu dan sebaliknya. Menurut F.H. Allport , dalam eksperimennya bahwa situasi kebersamaan itu pada dirinya sendiri sudah dapat mempengaruhi tingkah laku manusia sehingga menjadi berlainan dibandingkan dengan tingkah laku manusia itu dalam keadaan sendirian.

Sedangkan eksperimen Rosenbaum dan Blake mengatakan bahwa dalam keadaan kebersamaan akan mudah berlangsung proses imitasi dan sugesti. Dan pada eksperimen Asch bahwa akan nyata betapa peranan sugesti dalam situasi sosial pada umumnya dan didalam situasi keadaan kebesamaan pada khususnya.


Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Psikologi Sosial

.
7 komentar

SEBUAH RESUME BUKU PSIKOLOGI SOSIAL
Karangan Drs. H. Abu Ahmadi
Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, 1999
"Stop Dreaming Start Action, Sekarang Juga..."

Psikologi sosial merupakan perkembangan ilmu pengetahuan yang baru dan merupakan cabang dari ilmu pengetahuan psikologi pada umumnya. Ilmu tersebut menguraikan tentang kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi-situasi sosial. Dari berbagai pendapat tokoh-tokoh tentang pengertian psikologi sosial dapat disimpulkan bahwa psikologi sosial adalah suatu studi ilmiah tentang pengalaman dan tingkah laku individu-individu dalam hubungannya dengan situasi sosial.

Sedangkan latar belakang timbulnya psikologi sosial, banyak beberapa tokoh berpendapat, semisal, Gabriel Tarde mengatakan, pokok-pokok teori psikologi sosial berpangkal pada proses imitasi sebagai dasar dari pada interaksi sosial antar manusia. Bedah lagi dengan Gustave Le Bon, bahwa pada manusia terdapat dua macam jiwa yaitu jiwa individu dan jiwa massa yang masing-masing berlaianan sifatnya.

Jiwa massa lebih bersifat primitif (buas, irasional, dan penuh sentimen) dari pada sifat-sifat jiwa individu. Berlaianan dengan Le Bon, Sigmund Freud berpendapat bahwa jiwa massa itu sebenarnya sudah terdapat dan tercakup oleh jiwa individu, hanya saja sering tidak disadari oleh manusia itu sendiri karena memang dalam keadaan terpendam. Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh yang berpendapat dalam buku yang mempunyai pengaruh terhadap perkembangan psikologi sosial.

Pada tahun 1950 dan 1960 psikologi sosial tumbuh secara aktif dan program gelar dalam psikologi dimulai disebagaian besar universitas
Dasar mempelajari psikologi sosial berdasarkan potensi –potensi manusia, dimana potensi ini mengalami proses perkembangan setelah individu itu hidup dalam lingkungan masyarakat. Potensi-potensi tersebut antara lain:

1. kemampuan menggunakan bahasa
2. adanya sikap etik
3. hidup dalam 3 dimensi (dulu, sekarang, akan datang )

Ketiga pokok di atas biasa disebut sebagai syarat human minimum. Dengan demikian yang tidak memenuhi human minimum dengan sendirinya sukar digolongkan sebagai masyarakat. Obyek manusia mempelajari psikologi sosial adalah kegiatan-kegiatan sosial / gejala-gejala sosial. Sedangkan metode sosial antara lain : a. Metode Eksperimen, b. Metode survey, c. Metode Observasi, d. Metode diagnostik – psychis, e. Metode Sosiometri.

Sebagai ilmu yang obyeknya manusia, maka terdapat saling hubungan antara psikologi sosial dengan ilmu-ilmu lain yang obyeknya juga manusia seperti misalnya : Ilmu hukum, Ekonomi, sejarah, dan yang paling erat hubungannya adalah sosiologi. Letak psikologi sosial dalam sistematik psikologi termasuk dalam psikologi yang bersifat empirik dan tergolong psikologi khusus yaitu psikologi yang menyelidiki dan yang mempelajari segi-segi kekhususan dari hal-hal yang bersifat umum dipelajari dalam lapangan psikologi khusus. Sedangkan kedudukan psiklogi sosial didalam lapangan psikologi termasuk dalam psikologi teoritis, sedangkan psikologi sosial tergolong dalam psikologi teoritis.

Mengenai psikologi sosial terdapat pertentangan faham diantara beberapa tokoh ilmu jiwa sosial yang dalam garis besarnya dapat dikelompokan menjadi dua aliran yakni, aliran subyektifisme yang menyatakan bahwa individulah yang membentuk masyrakat dalam segala tingkah lakunya. Dan aliran kedua adalah, obyektivisme yang merupkan kebalikan dari aliran subyektivisme, bahwa masyarakatlah yang menentukan individu.

Selain dua aliran di atas, masih ada aliran yang membicarakan masalah hubungan antara individu dengan masyarakat diantaranya adalah aliran historis dan cultural personality.

Dukung saya di "stop dreaming start action".



Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Syarat Psikologi Metode Eksperimen

.
0 komentar

Stop Dreaming Start Action
Untuk melakukan pengamatan dengan metode eksperimen, ada 4 syarat utama yang harus diberlangsungkan:

1. mengidentifikasi pengaruh/effect lingkungan spesifik (specificworld /circumctan ces) sebagai perlakuan (treatment/sebab/variabel independen). Pengaruh ini harus terdefinisi secara operasional, agar terukur.

2. Behavior variable sebagai akibat (variabel dependen). Variabel perilaku ini juga harus terdefinisi secara operasional, agar terukur dari segi validity dan reliability..

Hubungan sebab-akibat (cause and effect) haruslah didasari dengan kejelasan pengetahuan (structure of knowledge/thoughts) sebagai construct atau logical-atau conceptual validity dengan mana dibangun hipotesis (yang berupa scientific hyphothesis, berkenaan dengan predicted relationship) yang akan dijadikan landasan deduktif guna pelaksanaan uji proses induktif (dengan null hypothesis) lewat pengamatan eksperimental dengan bantuan tehnologi/instrumen tertentu. Ingat, hanya dengan construct validity baru bisa dilakukan operational definiiton.

Memang, sebelum membangun structure of knowledge/thoughts, perlu dicanangkan dulu apa masalahnya. Ada setidaknya 4 sumber inspirations untuk melakukan problem identification, yaitu: theory (sebagai a group of logically organized/deductively related laws), masalah-masalah dalam every day life misal bagaimana orangtua harus menangani kenakalan anak, practical issues yang membutuhkan solusi misal bagaimana menangani unjuk rasa karyawan, dan past research yang perlu digugat/dipertanyakan terus.

Setelah jelas dan kokoh masalahnya (bahwa x berpengaruh y) , kemudian tentulah perlu didapati sebanyak mungkin informasi tentang masalah itu, spesifik tentang variabel independen dan variabel dependen, dan kemungkinan keterkaitannya sebagai sebab-akibat). Singkat kata, perlu perlu dilakukan review of literature (books, journals, information retrieval systems, pasar = psycINFO Assisted search and retrieval service, additional information sources berupa informasi terkini lewat macam-macam meetings dalam berbagai macam psychological associations). Nah, mereka yang berminat sekali pada Psikologi Eksperimen perlu mempunyai banyak waktu, rasa ingin tahu, dan kesabaran untuk ekplorasi informasi semacam itu.

3. Variebel independen dan variable dependen itu diamati pada 2 kelompok yang berbeda: kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan maksud, untuk diperoleh hasil pengamatan, apakah ada atau tidak perbedaan pengaruh/effect perlakuan terhadap kelompok eksperimen, dan apakah terjamin, bahwa hanya perlakuan itu yang murni berpengaruh.

4. Itulah sebabnya, agar menjamin adanya the only effect, perlu dilakukan pengendalian/control terhadap extraneous variables, lalu disebutlah variabel-luaran ini sebagai controlled variables. Kalau tidak sampai terkendali, the only effect tidak akan terjadi, karena di dalamnya kemasukan pengaruh variabel-luaran, sehingga yang terjadi bias-pengaruh, kesesatan/errors, sehingga akibat pada variabel dependen tidak murni lagi.


Masalah control amat penting karena menjadi ciri utama sebuah pengamatan untuk bisa disebut ilmiah/scientific, (di samping 2 ciri utama lainnya: operational definition dan replication), karena pengendalian/control betul-betul berkenaan dengan masalah internal validity.


Mudahkah melakukan pengendalian terhadap extraneous variables yang juga disebut sebagai confounding variables? Memang tidak mudah, karena selalu ada variabel-luaran yang secara constant menyelinap, sehingga sulit dikendalikan. Tetapi ada juga variabel-luaran yang berpengaruh secara tidak constant (bersifat kompensatoris) , sehingga relatif bisa dikendalikan. Maka selalu harus diingat agar bisa bijaksana berilmu, bahwa betapa pun sempurnanya eksperimen psikologi, selalu di dalamnya memuat masalah akurasi, masalah presisi, karena sedikit banyak tentulah terjadi bias-pengaruh, tentulah memuat kesesatan. Karena itu, yang perlu diusahakan adalah, seberapa kecil kesesatan itu bisa dikendalikan. Namun setidaknya independent variablenya harus bisa manipulated. Ada 2 cara dasar manipulasi: instruction manipulation, event manipulation, dan bisa ditambah measured manipulation .


Ketika extraneous variables hadir secara tidak constant, maka biasa disebut ada 3 macam errors: kesesatan tipe Subyek (karena terjadi fluktuasi subject sampling), kesesatan Kelompok/Group (karena terjadi perbedaan dinamika kelompok), dan kesesatan tipe Replikasi (karena terjadi perubahan kondisi pada setiap replikasi).


Ada pun sumber penyebab kesesatan, yang perlu dibuntu demi terjaminnya internal validity, adalah histoy, maturation, instrumentation, statistical regression, selection, dan mortality.

Jangan Lupa Baca : Stop dreaming Start Action


Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Psikologi Eksperimen

.
3 komentar

PSIKOLOGI EKSPERIMEN:

PERSPEKTIF DASAR

Psikologi Eksperimen adalah cabang Psikologi yang mengkaji proses sensing, perceiving, learning, and thinking about the world.

Dalam konteks positivisme, atau empiricism, pengamatan/observasi atas proses-proses itu dilakukan dengan metode eksperimen sebagai a method or logic inquiry yang diandalkan untuk merinci (description), menjelaskan (explanation), meramalkan (prediction), dan mengendalikan (control) secara semakin akurat/precise proses-proses itu sendiri sebagai realitas.

Realitas-realitas yang saling berasosisasi, bahkan dipercaya/belief memuat the notion of determinism, bahwa perilaku pastilah bersebab, atau memliki determinan. Hanya saja realitas di sini dan sekarang (here and now) tidak dimengerti dengan pendekatan-pendekatan tenacity, intuition, authority, bahkan tidak dengan rationalism, tetapi sekali lagi dengan metode eksperimen. Jadi Psikologi Eksperimen bukan metode eksperimen itu sendiri, walau metode ini adalah satu-satunya andalannya, tetapi pertama-tama tetaplah acquiring knowledge about psychological realities.


Metode eksperimen hanyalah more acceptable means karena alat/ means ini menjamin objective observation, yaitu pengamatan yang independent of opinion or bias. Perlu diingat, yang dimaksud dengan metode eksperimen di sini adalah suatu methodology (yang memuat urutan unsur-unsur logic of inquiry mulai dari unsur identify problem and form hypothesis, unsur design experiment, unsur conduct experiment, unsur test hypothesis, sampai dengan unsur write reasearch report), bukan techniques, yang sebenarnya hanyalah specific manners in which scientif method is implemented.


Dalam konteks positivisme, masih ada metode-metode lain selain metode eksperimen, yaitu metode deskriptif, yang bermaksud menyelenggarakan deskripsi atau gambaran tentang suatu situasi, kejadian, atau kumpulan kejadian secara khusus/ partikular. Termasuk ke dalam metode deskriptif adalah naturalistic observation, secondary records, dan field studies yang terdiri atas setidaknya 4 metode: participant observation, survey (survey, correlational studies, longitudinal and cross-sectional studies), ex post facto studies, dan meta analyisis.

Tentu, metode eksperimen adalah terbaik, sejauh menjadi metode yang mampu menjamin bisa diketahuinya hubungan/asosiasi sebab-akibat di antara realitas-realitas.
Tidak berarti metode eksperimen tidak memiliki kekurangannya. Kekurangannya adalah, karena cenderung dilakukan di labolatorium, maka hasilnya sangat exclusive, dalam arti hanya bisa dibenarkan (dilegitimasikan) untuk ekesperimen itu saja. Diragukan bisa digunakan hasilnya untuk populasi yang lebih besar.

Ada masalah besar dalam hal external validity. Agar terjadi external validity, oerlu diusahakan kehadiran: population validity, ecological validity, dan temporal validity. Tentu perlu diingat adanya inverse relationship antara internal validity dan external validity: bila validitas eksternal meningkat, validitas internal cenderung terkurbankan, begitu sebaliknya.

Metode sebagai alat adalah memang salah satu bagian integral keilmiahan. Tetapi yang paling penting untuk integritas kebenaran ilmu adalah sikap ilmiah ilmuwannya sendiri, untuk senantiasa menjaga diri agar tetap memiliki: curiosity, patience, objectivity, dan change.



Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Tugas Perkembangan.

.
4 komentar

Tugas Perkembangan.

Tugas perkembangan adalah sesuatu tugas yang timbul pada periode tertentu dalam kehidupan seseorang.

1. Teori dorongan (motivasi) dikemukakan Morgan, bahwa segenap tingkah laku distimulir dari dalam. Bahwa motivasi adalah merupakan dorongan keinginan sekaligus sebagai sumberdaya penggerak melakukan sesuatu yang berasal dari dalam dirinya.

2. Teori dinamisme mengatakan bahwa di dalam organisme yang hidup itu selalu ada usaha yang positif ia akan selalu mencari pengalaman-pengalaman baru.

3. Kartono berpendapat bahwa ekstensi anak dipastikan oleh adanya : a) Segenap kualitas hereditas; b) Pengalaman masa lampau dan masa sekarang, dalam suatu lingkungan sosial tertentu dan sebagai produk proses belajar secara kontinyu.

4. Havighurst (1953). Mengemukakan bahwa perjalanan hidup seseorang ditandai oleh adanya tugas-tugas yang harus dipenuhi. Secara garis besar Havighurst menengaskan bahwa tugas-tugas perkembangan yang dilakukan seseorang pada masa kehidupan tertentu adalah disesuaikan dengan norma-norma sosial serta norma-norma kebudayaan.Tugas-tugas perkembangan dituntut adanya korelasi antara potensi diri dan pendidikan yang diterima nak, serta norma-norma sosial budaya yang ada.


Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Fase dan Tugas Perkembangan

.
0 komentar

Fase dan Tugas Perkembangan

Sebagaimana telah disinggung di atas, bahwa teori-teori yang ada dapat digolongkan menjadi 3 macam yakni :
1. Fase berdasarkan Biologis
2. fase berdasarkan Didaktis
3. Fase berdasarkan Psikologis

I. Fase berdasarkan Biologis
Yang dimaksud dengan fase berdasarkan biologis adalah : para ahli mendasarkan bahasanya pada kondisi atau proses pertumbuhan biologis anak.
Yang termasuk kelompok ini antara lain :

a. Menurut Kretschmer, bahwa perkembangan anak terbagi menjadi 4 fase, yaitu :
• Fullungs periode I : umur 0 : 0 – 3 = o, pada masa ini dalam keadaan pendek, gemuk, bersifat terbuka, mudah bergaul dan mudah didekati.
• Strecungs periode I : umur 3 : 0 – 7 : 0, kondisi badan anak tampak langsing (tidak begitu gemuk) biasanya sikap anak tertutup, sukar bergaul dan sukar didekati.
• Fullungs periode II : umur 7 : 0 – 13 : 0, keadaan fisik anak kembali gemuk.
• Strecungs periode II : umur 13 : 0 – 20, keadaan fisik anak kembali langsing.

b. Menurut Aristoteles, bahwa perkembangan anak terbagi dalam 3 fase, yaitu :
• Fase I : umur 0-7 disebut masa nak kecil, kegiatan anak waktu ini hanya bermain.
• Fase II : umur 7-14, masa sekolah, dimana anak mulai belajar di sekolah dasar.
• Fase III : umur 14-21, disebut masa remaja atau pubertas, masa ini adalah masa peralihan (transisi)dari anak menjadi dewasa.

c. Sigmud Freud, membagi perkembangan anak menjadi 6 fase , yaitu :
• fase Oral : 0-1 : pada fase ini mulut merupakan sentral pokok keaktifan yang dinamis.
• fase anal : 1-3 : dorongan dan tahanan berpusat pada alat pembuangan kotoran.
• fase phalis : 3-5 : pada fase ini alat kelamin merupakan daerah organ paling perasa.
• fase Latent : 5-12/13 : impuls-impuls cenderung berada pada kondisi tertekan.
• fase pubertas : 12/13-20: fase ini impuls-impuls (dorongan kembali menonjol).
• fase Genital : umur 20 ke atas : seseorang telah sampai pada awal dewasa.

d. Jasse Feiring Williams
Ia membagi perkembangan anak dengan :
• Masa nursery dan kendergarden 0-6
• Masa cepat memperoleh kekuatan/tenaga 6-10
• Masa cepat perkembangan tubuh 10-14
• Masa adolesen 14-19 masa perubahan pola dan kepentingan dan kemampuan anak dengan cepat.

Fase berdasarkan Dedaktis
Yang dimaksud dari tinjauan ini adalah dari segi keperluan/materi apa kiranya yang dapat diberikan kepada anak didik pada masa-masa tertentu, serta memikirkan tentang metode yang paling efektif untuk diterapkan dalam mengajar atau mendidik anak pada masa tertentu. Para ahli yang termasuk dalam kelompok ini antara lain :

a. Johann Amos Comenius (Komensky)
• Scola maternal (sekolah ibu) usia 0-6, anak menggambarkan organ tubuh dan panca indera di bawah asuhan ibu (keluarga).
• Scole vermacula (sekolah bahasa ibu) usia 6-12, mengembangkan pikiran, ingatan dan perasaannya di sekolah dengan menggunakan bahasa daerah (bahasa ibu)
• Scola latina (sekolah bahasa latin) masa anak mengembangkan potensinya terutama daya intelektualnya dengan bahasa asing, pada usia 12-18.
• Academia (akademi) adalah pendidikan yang tepat bagi anak usia 18-14 tahun.

b. Jean Jacques Rousseau
Dalam karyanya “Emile eu du I’education”, memuat tahapan perkembangan anak antara lain :
• Usia 0-2 tahun : masa asuhan (nursery)
• Usia 2 –12 tahun : masa pentingnya pendidikan jasmani dan alat-lat indera.
• Usia 12-15 tahun : masa berkembangnya fikiran dan juga pubertas.
• Usia 15-20 tahun : masa pentingnya pendidikan serta pembentukan watak, kesusilaan, juga pembinaan mental agama.

c. Maria Montessori, membaginya dengan :
• 1-7 tahun : masa penerimaan dan pengaturan rangsangan dari dunia luar melalui alat indra.
• 7-12 tahun : masa abstrak, dimana anak mulai memperhatikan masalah kesusilaan, mulai fungsi perasaan ethisnya.
• 12-18 tahun : masa penemuan diri serta kepuasan terhadap masalah-masalah sosial.
• 18-24 tahun : masalah pendidikan di perguruan tinggi melatih anak akan kepentingan realitas dunia.

Periode Berdasarkan Psikologis

Para ahli membahas perkembangan jiwa anak, orientasi dari sudut pandang psikologis.
a. Pendapat Kroh
• Dari lahir hingga Trotz periode I disebut masa anak-anak awal (0-3/4 tahun)
• dari Trotz periode I hingga Trotz periode II disebut masa keserasian bersekolah (3, 0/4-12/13)
• Dari Trotz periode II hingga akhir masa remaja disebut masa kematangan(12/13-21).
b. Charlotte Buhler, membagi perkembangan anak menjadi 5 fase :
• Fase I (0-1) perkembangan sikap subyektif menjadi obyektif
• Fase II (I-4) makin luasnya hubungan dengan benda-benda sekitarnya atau mengenal benda-benda secara subyektif.
• Fase III (4-8) masa pemasukan diri pada masyarakat secara obyektif, adanya hubungan sosial.
• Fase IV (8-13)munculnya minat ke dunia obyek sampai pada puncaknya, ia mulai memisahkan diri dari orang lain dan disekitarnya secara sadar.
• Fase V (13-19) masa penemuan diri dan kematangan yakni synthesa sikap subyektif dan obyektif.



Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Prinsip-Prinsip Perkembangan

.
0 komentar

Prinsip-Prinsip Perkembangan

1. Bahwa perkembangan melibatkan perubahan. Tujuan perkembangan adalah realisasi diri atau pencapaian kemampuan bawaan. Sikap anak terhadap perubahan dipengaruhi oleh kesadaran akan perubahan tersebut, bagaimana pengaruhnya terhadap perilaku anak, sikap social terhadap perubahan ini, bagaimanan mereka mempengaruhi penampilan anak, dan bagaimana mereka mempengaruhi penampilan anak, dan bagaimanan kelompok sosial bereaksi terhadap anak ketika perubahan ini terjadi.

2. Perkembangan awal lebih kritis dari pada perkembangan selanjutnya. Bahwa perkembangan awal lebih penting dari pada perkembangan selanjutnya, karena dasar awal sangat dipengaruhi oleh proses belajar dan pengalaman. Apabila perkembangan membahayakan penyesuaian pribadi dan sosial anak, ia dapat diubah sebelumnya menjadi pola kebiasaan.

3. Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar. Perkembangan menekankan kenyataan bahwa perkembangan timbul dari interaksi kematangan dan belajar dengan kematangan yang menetapkan batas dari perkembangan.

4. Pola perkembangan dapat diramalkan. Walaupun pola yang dapat diramalakan ini dapat diperlambat dan dipercepat oleh kondisi lingkungan di masa pra lahir dan pasca lahir.

5. Pola perkembangan mempunyai karakteristik yang dapat diramalkan. Yang penting diantaranya adalah persamaan pola perkembangan bagi semua anak, perkembangan berlangsung dari tanggapan umum ke tanggapan spesifik, perkembangan terjadi secara berkesinambungan, berbagai bidang perkembangan dengan kecepatan yang berbeda, dan terdapat korelasi dalam perkembangan.

6. Terdapat perbedaan individu dalam berkembang. Bahwa terdapat perbedaan individu dalam perkembangan yang sebagian karena pengaruh bawaan dan sebagian karena kondisi lingkungan. Ini berlaku baik dalam perkembangan fisik maupun psikologis. Kepentingan untuk mengetahui bahwa terdapat perbedaan individu dalam perkembangan adalah bahwa ia mennekankan pentingnya melatih anak sesuai dengan kebutuhannya dan tidak mengharapkan perilaku yang sama pada semua anak.

7. Periode pola perkembangan. Periode perkembangan biasanya diebut periode pralahir, masa neonatus, masa bati, masa kanak-kanak, akhir masa kanak-kanak, dan masa puber. Dalam semua periode ini terdapat saat-saat keseimbangan dan ketidakseimbangan, serta pola perilaku yang normal dan yang terbawa dari periode sebelumnya biasanya disebut perilaku “bermasalah”.

8. Pada setiap periode perkembangan terdapat harapan sosial. Harapan sosial ini terbentuk tugas perkembangan yang menungkinkan para orang tua dan guru mengetahui pada usia berapa anak-anak mampu menguasaiberbagai pola perilaku yang diperlukan bagi penyesuaian yang baik.

9. Setiap bidang perkembangan mengandung bahaya dan potensial. Bahaya tersebut terjadi baik fisik maupun psikologis yang dapat mengubah pola perkembangan.

10. Kebahagiaan bervariasi pada berbagai periode perkembangan. Tahun pertama kehidupan biasanya paling bahagia dan masa puber biasanya yang paling tidak bahagia.


Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Hukum Perkembangan

.
3 komentar

Hukum Perkembangan

Suatu konsepsi yang biasanya bersifat deduktif dan menunjukkan adanya hubungan yang ajeg(continue) serta dapat diramalkan sebelumnya antara variabel-variabel yang empirik, hal itu lazimnya disebut sebagai hokum perkembangan.

Hukum-hukum perkembangan tersebut antara lain :
1. Hukum Tempo Perkembangan. Bahwa perkembangan jiwa tiap-tiap anak itu berlainan, menurut temponya masing-masing perkembangan anak yang ada. Ada yang cepat (tempo singkat) adapula yang lambat. Suatu saat ditemukan seorang anak yang cepat sekali menguasai ketrampilan berjalan, berbicara,tetapi pada saat yang lain ditemukan seorang anak yang berjalan dan berbicaranya lambat dikuasai. Mereka memiliki tempo sendiri-sendiri.

2. Hukum Irama Perkembangan. Hukum ini mengungkapkan bukan lagi cepat atau lambatnya perkembangan anak, akan tetapi tentang irama atau rythme perkembangan. Jadi perkembangan anak tersebut mengalami gelombang “pasang surut”. Mulai lahir hingga dewasa, kadangkala anak tersebut mengalami juga kemunduran dalam suatu bidang tertentu.

Misalnya , akan mudah sekali diperhatikan jika mengamati perkembangan pada anak-anak menjelang remaja. Ada anak yang menampakkan kegoncangan yang hebat, tetapi adapula anak yang melewati masa tersebut dengan tenang tanpa menunjukkan gejala-gejala yang serius.

3. Hukum Konvergensi Perkembangan. Pandangan pendidikan tradisional di masa lalu berpendapat bahwa hasil pendidikan yang dicapai anak selalu di hubung-hubungkan dengan status pendidikan orang tuanya. Menurut kenyataan yang ada sekarang ternyata bahwa pendapat lama itu tidak sesuai lagi dengan keadaan. Pandangan lama ini dikuasai oleh aliran nativisme yang dipelopori Schopen Hauer yang berpendapat bahwa manusia adalah hasil bentukan dari pembawaan.

4. Hukum Kesatuan Organ. Tiap-tiap anak itu terdiri dari organ-organ tubuh , yang merupakan satu kesatuan diantara organ-organ tersebut antara fungsi dan bentuknya, tidak dapat dipisahkan berdiri integral. Contoh : perkembangan kaki yang semakin besar dan panjang , mesti diiringi oleh perkembangan otak, kepala, tangan dan lain-lainnya.

5. Hukum Hierachi Perkembangan. Bahwa perkembangan anak itu tidak mungkin akan mencapai suatu phase tertentu dengan spontan, akan tetapi harus melalui tingkat-tingkat atau tahapan tertentu yang tersusun sedemikian rupa sehingga perkembangan diri seorang menyerupai derajat perkembangan. Contoh : perkembangannya pikiran anak, mesti didahului dengan perkembangan pengenalan dan pengamatan.

6. Hukum Masa Peka. Masa peka ialah suatu masa yang paling tepat untuk berkembang suatu fungsi kejiwaan atau fisik seseorang naka. Sebab perkembangan suatu fungsi tersebut tidak berjalan secara serempak antara satu dengan lainnya. Contoh : masa peka untuk berjalan bagi seorang anak itu pada awal tahun kedua dan untuk berbicara sekitar tahun pertama.

Istilah peka pertama kali ditampilkan oleh seorang ahli biologi dari Belanda bernama Hugo de Vries (1848-1935), kemudian istilah tersebut dibawa kedalam dunia pendidikan, khussusnya psikologi oleh Maria Montessori (Italia 1870-1952).

7. Hukum Mengembangkan Diri. Dorongan yang pertama adalah dorongan mempertahankan diri, kemudian disusul dengan dorongan mengembangkan diri. Dorongan mempertahankan diri terwujud misalnya dorongan makan dan menjaga keselamatan diri sendiri. Contoh : * Anak menyatakan perasaan lapar, haus , sakit dalam bentuk menangis maka tangisan itu dianggap sebagai dorongan mempertahankan diri.* Seorang anak yang ingin menjadi juara, pandai dan sukses.

8. Hukum Rekapitulasi. Perkembangan jiwa anak adalah ulangan kembali secara singkat dari perkembangan manusia di dunia dari masa berburu hingga masa industri. Teori ini berlangsung dengan lambat secara berabad-abad. Jika pengertian rekapitulasi ini ditransfer ke psikologi perkembangan, dapat dikatakan bahwa perkembangan jiwa anak mengalami ulangan ringkas dari sejarah kehidupan umat manusia.


Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Hukum Tumbuh Kembang

.
0 komentar

Hukum Tumbuh Kembang

1. Pertumbuhan adalah kuantitatif serta kualitatif. Pertumbuhan mencakup dua aspek perubahan, yaitu perubahan kuantitatif dan perubahan kualitatif. Perubahan kuantitatif yang meliputi perbanyakan sel-sel, penambahan gigi, rambut, pembesaran material jasmaniah. Sedangkan perubahan kualitatif dapat menyebabkan adanya perubahan emosional. Perubahan ini menumbuhkan kepribadian manusia, dan menumbuhkan kapasitas intelektual untuk melakukan sesuatu.

2. Pertumbuhan merupakan proses yang berkesinambungan dan teratur karena dimulai dari keadaan sederhana menuju ke keadaan yang kompleks . kita dapat menjumpai seorang anak yang sudah dapat berjalan, tetapi sebelumnya ia belajar merangkak dan berdiri.

3. Tempo pertumbuhan adalah tidak sama. Sequence atau urutan pertumbuhan tidak bergerak dalam waktu yang konstan . ada saat dimana pertumbuhan berlangsung cepat, dan ada pula saat pertumbuhan berlangsung lambat.

4. Taraf perkembangan berbagai aspek pertumbuhan adalah berbeda-beda. Pada suatu ketika perkembangan bahasa anak mengalami kelambatan akibat adanya perkembangan pesat pada fungsi-fungsi jasmaniahnya. Karena perkembangan jasmani memerlukan banyak energi sehingga perkembangan bahasa menjadi berkurang.

5. Kecepatan serta pola pertumbuhan dapat dimodifikasi oleh kondisi-kondisi di dalam dan di luar badan. Kondisi-kondisi lingkungan internal sperti gizi, aktifitas, istirahat, tekanan kejiwaan, kesehatan jasmani dan lain sebagainya sangat menentukan kecepatan pertumbuhan serta keterlibatan potensi-potensi pertumbuhan pada individu. Juga dipengaruhi oleh keadaan lingkungan . apabila kondisilingkungan eksternal adalah positif, maka pertumbuhan akan cepat dan keterlibatan potensi-potensi pertumbuhan akan lebih luas.

6. Masing-masing individu tumbuh menurut caranya sendiri yang unik. Tidak semua individu mengalami pertumbuhan dengan cara yang sama. Ini buktinya ada yang tinggi, pendek, gemuk dan kurus. Keunikan pertumbuhan pada masing-masing individu diantaranya disebabkan : lingkungan internal, lingkungan eksternal, hereditary, aktifitas, usiakondisi fisiologis seperti cacat pisik, jenis kelamin, perbedaan hasil belajar.

7. Pertumbuhan adalah kompleks dans emua aspeknya salaing berhubungan. Sebagai gambaran, terdapat hubungan yang sangat erat antara penyesuaian anak di sekolah dengan perangai / emosinya, kesehatan jasmanianya, dan kapasitas mentalnya.


Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Pengertian dan Prinsip Perkembangan

.
0 komentar

Pengertian dan Prinsip Perkembangan

I. Pengertian Tumbuh
Tumbuh adalah dapat diartikan sebagai perubahan kuantitas pada material sesuatu sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan. Perubahan kuantitatif ini dapat berupa pembesaran atau pertambahan dari yang tidak ada menjadi yang ada, dari kecil menjadi besar, dari sedikit menjadi banyak, dari sempit menjadi luas, dan sebagainya. Ini berarti, bahwa pertumbuhan ini hanya berlaku pada hal – hal yang bersifat kuantitaif, karena tidak selamanya material itu kuantitatif.

Material dapat terdiri dari bahan-bahan kuantitatif seperti misalnya atom, sel, kromosom, rambut, molekul, dan lain-lain, dapat pula material terdiri dari bahan-bahan kualitatif seperti misalnya kesan, ide, keinginan, gagasan, pengetahuan, nilai dan lain-lain. jadi material itu terdapat terdiri dari kualitas maupun kuantitas. Kenyataan inilah yang barangkali membuat orang mengalami kesulitan dan membedakan antara pertumbuhan dan perkembangan. Salah satu kelengahan orang adalah yang menyebut material kualitatif sebagai perkembangan.

Pertumbuhan pribadi sebagai perubahan kuantitatif pada material pribadi sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan. Material pribadi seperti : sel, kromosom, butir darah, rambut, lemak, tulang, adalah tidak dapat dikatakan berkembang melainkan bertumbuh. Begitu juga material pribadi seperti : kesan, ide, keinginan, pengetahuan, nilai selama tidak dihubungkan dengan fungsinya tidak dapat dikatakan berkembang melainkan bertumbuh.

II. Perkembangan pada dasarnya adalah perubahan kualitatif sesuatu hingga membuahkan hasil atau manfaat bagi pihak lain. dapat diartikan pula sebagai perubahan kualitatif dari fungsi-fungsi yang dimungkinkan adanya perubahan tingkah laku hasil belajar.
Beberapa definisi psikologi perkembangan menurut para ahli :

• Menurut Monks, Knoers dan Haditono bahwa “psikologi perkembangan adalah suatu ilmu yang lebih mempersolankan faktor-faktor umum yang mempengaruhi proses perkembangan (perubahan) yang terjadi dalam diri pribadi seseorang dengan menitik beratkan pada relasi antara kepribadian dan perkembangan.”

• Menurut Kartono bahwa “Psikologi perkembangan (psikologi anak) adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang dimulai dengan periode masa bayi, anak pemain, anak sekolah, masa remaja sampai periode adolesense menjelang dewasa.”

• Encyclopedia International : “Developmental psychology is a branch of psychology devoted been placed on the search for those elements of behavior in the child which are thought to be prerequisite for complex adult behavior.”(Psikologi perkembangan adalah suatu cabang dari psikologi yang mengetengahkana pembahasan tentang perilaku anak secara historic titik berat pembahasannya pada penganalisaan elemen-elemen perilaku anak yang dimungkinkan akan menjadi syarat terbentuknya perilaku dewasa yang kompleks).

• Good dalam Dictionary Of Education : “Developmental psychology: the branch of psychology concerned with the course of progressive stages of behavior, considered phylogenetically anda ontogenetically, and including both the phase of growth and of decline, broder in meaning than genetic psychology, though the terms are frequently use interchangeably.”

Psikologi perkembangan adalah cabang dari psikologi yang membahas tentang arah atau tahapan kemajuan dari perilaku yang mempertimbangkan phylogenetic dan ontogenetic, termasuk semua phase pertumbuhan dan penurunan. Hal ini berarti adanya pembatasan yang lebih luas dari pengertian ilmu jiwa keturunan, walaupun bentuk dan polanya ada persamaannya serta dapat dipertukarkan).



Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Metode yang Digunakan Dalam Psikologi Pendidikan

.
0 komentar

Baca "Stop Dreaming, Jangan Hanya Mimpi, Tapi Lakukan Action".

Metode yang digunakan dalam psikologi pendidikan
adalah

1. Metode eksperimen

Dalam psikologi pendidikan, metode ini digunakan untuk menguji keabsahan dan kecermatan kesimpulan yang ditarik dari penelitian dengan menggunakan metode yang lain.

2. Metode kuisioner

3. Metode studi kasus

Digunakan untuk memperoleh gambaran rinci tentang aspek-aspek psikologi siswa atau sekelompok siswa. Studi ini biasanya diikuti oleh studi lain yang berskala lebih besar untuk mencapai generalisasi hasil tes. Mengapa demikian? Kesimpulan hasil studi kasus dihasilkan dari penelitian terhadap sejumlah kecil subjek yang tentu saja akan sulit untuk dijadikan sampel dari sebuah populasi yang besar. Lazimnya, fenomena yang diselidiki dengan metode ini diikuti terus-menerus dalam kurun waktu tertentu. Bahkan, tak jarang diperlukan waktu bertahun-tahun untuk menghimpun data.

4. Metode penyelidikan klinis

Hanya digunakan oleh ahli psikologi klinis atau psikiater pada mulanya. Namun, seiring dengan perkembangan jaman, dimulai oleh Jean Piaget, metode ini digunakan dalam ranah pendidikan. Sasaran utama penggunaan metode ini adalah untuk memastikan sebab-sebab kemunculan ketidaknormalan perilaku siswa.

Baca Juga "Ayoo... bangun Dari Tidur".


Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Pengertian Psikologi Pendidikan

.
9 komentar

PSIKOLOGI PENDIDIKAN

A. PENGERTIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
1. Pengertian Psikologi
Secara harafiah (Syah, 1997 / hal. 7)
Berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari dua kata yaitu : psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Jadi, psikologi berarti ilmu jiwa.

William James (Syah, 1997/ hal. 8) menganggap psikologi sebagai ilmu pengetahuan tentang kehidupan mental

John B. Watson (Syah, 1997 / hal.8) mengubah definisi psikologi menurut James menjadi ilmu pengetahuan tentang tingkah laku (behaviour) organisme.

Caplin (Syah, 1997 / hal. 8) mendefinisikan psikologi sebagai
“..... the science of human and animal behavior, the study of of the organisme in all its variety and complexity as it responds to the flux and flow of the physical and social events which make up the environment”
(Psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan, juga penyelidikan terhadap organisme dalam segala ragam dan kerumitannya ketika mereaksi arus dan perubahan lingkungan).

Edwin G. Boring dan Herbert S. Langfeld (Sarwono dalam Syah, 1997 / hal.8) mendefinisikan psikologi sebagai studi tentang hakikat manusia.

Poerbakawatja dan Harahap (Syah, 1997 / hal.8) membatasi psiklogi sebagai “cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan aas gejala-gejala dan kegiatan-kegiatan jiwa”. Dimana gejala-gejala dan kegiatan-kegiatan jiwa tersebut meliputi respon organisme dan hubungannya dengan lingkungannya.

Syah (1997 / hal.9) membuat kesimpulan tentang pengertian psikologi dari beberapa definisi di atas, dimana psikologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan membahas tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia, baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Lingkungan dalam hal ini meliputi semua orang, barang, keadaan dan kejadian yang ada di sekitar manusia.

2. Pengertian Pendidikan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Syah, 1997 / hal.10)
Pendidikan berasal dari kata “didik”, yang mendapat awal me sehingga menjadi “mendidik” artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntunan, dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.
Pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan

Menurut McLeod (Syah, 1997 / hal. 10)
Dalam bahasa Inggris, education (pendidikan) berasal dari kata educate (mendidikan) artinya memberi peningkatan (to elicit, to give rise to), dan mengembangkan (to evolve, to develop).
Dalam pengertian yang sempit, education atau pendidikan berarti perbuatan atau proses perbuatan untuk memperoleh pengetahuan

Tardif (Syah, 1997 / hal. 10)
Secara luas, pendidikan adalah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan.
Secara luas dan representatif, pendidikan ialah .....the total process of developing human abilities and behaviors, drawing on almost all life’s experience (seluruh tahapan pengembangan kemampuan-kemampuan dan perilaku-perilaku manusia dan juga proses penggunaan hampir seluruh pengalaman kehidupan)

Menurut Dictionary of Psychology (Syah, 1997 / hal. 11)
Pendidikan diartikan sebagai ..... the institutional procedures which are employed in accomplishing the development of knowledge, habits, attitudes etc. Usually the term is applied to formal institution.
Jadi pendidikan berarti tahapan kegiatan yang bersifat kelembagaan (seperti sekolah, madrasah) yang dipergunakan untuk menyempurnakan perkembangan individu dalam menguasai pengetahuan, kebiasaan, sikap dan sebagainya. Pendidikan dapat berlangsung secara informal dan nonformal disamping secara formal seperti sekolah, madrasah dan institusi-institusi lainnya.
Bahkan menurut definisi di atas, pendidikan juga dapat berlangsung dengan cara mengajar diri sendiri (self-instruction)

Poerbakawatja dan Harahap (Syah, 1997 / hal. 11)
Pendidikan adalah usaha secara sengaja dari orang dewasa untuk dengan pengaruhnya meningkatkan si anak ke kedewasaan yang selalu diartikan mampu menimbulkan tanggung jawab moril dari segala perbuatannya.

3. Pengertian Psikologi Pendidikan
Arthur S. Reber (Syah, 1997 / hal. 12)
Psikologi pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang berguna dalam hal-hal sebagai berikut :
a. Penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas
b. Pengembangan dan pembaharuan kurikulum
c. Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan
d. Sosialisasi proses-proses dan interaksi proses-proses tersebut dengan pendayagunaan ranah kognitif
e. Penyenggaraan pendidikan keguruan

Barlow (Syah, 1997 / hal. 12)
Psikologi pendidikan adalah ...... a body of knowledge grounded in psychological research which provides a repertoire of resource to aid you in functioning more effectively in teaching learning process.
Psikologi pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset psikologis yang menyediakan serangkaian sumber-sumber untuk membantu anda melaksanakan tugas-tugas seorang guru dalam proses belajar mengajar secara efektif.

Tardif (Syah, 1997 / hal. 13)
Psikologi pendidikan adalah sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan.

Witherington (Buchori dalam Syah, 1997 / hal. 13)
Psikologi pendidikan sebagai “ A systematic study of process and factors involved in the education of human being.
Psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia.



Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

 

Pengertian Psikologi

.
1 komentar

Pengertian Psikologi

Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental

Sejarah Psikologi

Psikologi adalah ilmu yang tergolong muda (sekitar akhir 1800an.) Tetapi, manusia di sepanjang sejarah telah memperhatikan masalah psikologi. Seperti filsuf yunani terutama Plato dan Aristoteles. Setelah itu St. Augustine (354-430) dianggap tokoh besar dalam psikologi modern karena perhatiannya pada intropeksi dan keingintahuannya tentang fenomena psikologi. Descartes (1596-1650) mengajukan teori bahwa hewan adalah mesin yang dapat dipelajari sebagaimana mesin lainnya.

Ia juga memperkenalkan konsep kerja refleks. Banyak ahli filsafat terkenal lain dalam abad tujuh belas dan delapan belas—Leibnits, Hobbes, Locke, Kant, dan Hume—memberikan sumbangan dalam bidang psikologi. Pada waktu itu psikologi masih berbentuk wacana belum menjadi ilmu pengetahuan.

Sumber : Wikipedia.org/



Read the rest of this entry »>

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :