Ranah Psikologi Kognitif
Walaupun memelajari yang serba abstrak dan luas, ada batasan hal-hal apa saja yang dipelajari dalam Psikologi Kognitif. Tentunya batasan-batasan ini masih dapat meluas dengan adanya perspektif baru dan dinamika pengetahuan yang terus bergulir.
NEUROSAINS KOGNITIF
Dari kata penyusunnya saja, dapat dilihat bahwa ranah neurosains kognitif merupakan gabungan dari ilmu neurologik dengan kognitif. Hal ini dilandasi asumsi bahwa komunikasi antar neuron (sel saraf) mendasari kerja pemrosesan informasi.
Semua proses kognisi (misal: di dalam otak kita) membutuhkan bantuan neuron untuk
dapat diolah. Kita tidak dapat mengingat atau memaknai iklan jika neuron tidak menyampaikan informasi yang ditangkap mata kita menuju ke otak. Oleh karena itu,neurologi dan kognitif adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan.
PERSEPSI
Cabang psikologi yang langsung terkait dengan deteksi dan interpretasi rangsang sensoris disebut persepsi. Dalam psikologi kognitif, hal yang paling disoroti adalah bagaimana kita memaknakan sinyal-sinyal sensoris. Stimulus yang sama dapat dimaknai secara berbeda oleh orang yang berbeda. Contohnya adalah menikmati film drama, ada yang suka, ada pula yang benci.
Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :
- Obat Kuat GOLO GINSENG Bikin Tegang/Ereksi Kuat Atasi Impotensi, Herbal Mengatasi Lemah Syahwat, Aman, Resmi BPOM
- Obat Kuat Foredi GEL Bikin Tahan Lama Berhubungan Intim FOREDI Gel Herbal Oles, Terlaris di Internet, Aman, Rekomendasi Boyke
- Zain Koffie Premium KOPI VITALITAS PRIA ! Untuk Atasi Masalah LEMAH SYAHWAT, Solusi Kurang Bergairah, DISFUNGSI Ereksi
- Fiforlif Fiber Detox Khusus Pembersih Kotoran dan Sampah di Usus, Detox Usus, Diet Pelangsing, Atasi Perut Buncit
- Minuman Cokelat Khusus Pria DEWASA Bagi yang gak suka Kopi, nih ramuan dari Dokter Boyke Dian Nugraha HORN, rasa Cokelat untuk Vitalitas dan Stamina Pria Dewasa !
- DURAMAX KHUSUS Pria Jantan Tegak Ereksi Duramax Pilihan terbaik untuk Tegak Berdiri, Keras Maximal agar Istri Banjir
Ranah Psikologi Kognitif
Apa itu Inteligensi dan IQ
Di sini kami akan membahas apa itu Inteligensi dan IQ yang mana banyak di cari sebagai sumber referensi bagi anda baik sebagai Mahasiswa atau Pelajar. Bahkan tidak jarang para Guru atau Dosen-dosen juga mencari Materi ini.
Oke, langsung saja sima berikut ini ya:
Menurut David Wechsler , inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional.
Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah :
Faktor bawaan atau keturunan
Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0,50. Sedangkan di antara 2 anak kembar, korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi, sekitar 0,90. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. IQ mereka berkorelasi sekitar 0,40 – 0,50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya, dan hanya 0,10 – 0,20 dengan ayah dan ibu angkatnya.
Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah, IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi, walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal.
Faktor lingkungan
Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir, ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Selain gizi, rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting.
Inteligensi dan IQ
Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ, padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan, sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient, adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Dengan demikian, IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan.
Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age). Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis), maka akan diperoleh skor 1.
Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan, tidak terjadi perkembangan lagi, bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan.
Pengukuran Inteligensi
Pada tahun 1904, Alfred Binet dan Theodor Simon, 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911.
Tahun 1916, Lewis Terman, seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet.
Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern, yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun.
Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Seorang tokoh dalam bidang ini, Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor), tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik.
Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS ( Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa, dan WISC ( Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak.
Di samping alat-alat tes di atas, banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik, sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat.
Inteligensi dan Bakat
Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan, kecakapan, atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan.
Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini, maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi.
Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory.
Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey.
Inteligensi dan Kreativitas
Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. Meskipun demikian, hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi, tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu.
Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Namun semakin tinggi skor IQ, tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. Sampai pada skor IQ tertentu, masih terdapat korelasi yang cukup berarti. Tetapi lebih tinggi lagi, ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas.
Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. J. P. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen, yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan.
Sebaliknya, tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen, yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan.
Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan.
Sumber: Intelegensi dan IQ | Pendidikan http://keluargacemara.com/pendidikan/pendidikan-anak/intelegensi-dan-iq.html
Humas Industri dan Bisnis
Humas Industri dan bisnis
Kesadaran masyarakat tentang pengaruh keputusan industri dan bisnis terhadap hal-hal di atas dan masyarakat sebagai sasaran market industri dan bisnis di sisi yang lain, menimbulkan kesadaran kalangan industri dan bisnis untuk memperhatikan dan melibatkan peranan masyarakat terhadap keputusan mereka. Sehingga ada hibungan timbal balik yang merupakan ciri dan konsep humas.
Mereka berdua pada akhirnya memiliki kesadaran dan tanggungjawab dalam memelihara ketertiban, pertahanan, konservasi alam dan ekonomi. Dari sisi manajemen (perusahaan),hal ni memerlukan perhatian yanh lebih untuksenantiasa memberitahu masyarakat terhadap masalah-masalah,alasan-alasan dan pembenaran atas keputusan-keputusan manajemen.
Sebaliknya, mereka juga harus mengetahui lebih banyak tentang masyarakat dam kepentingan mereka atau kepentingan golongan –golonagn khusus, yakni yang dapat mempengaruhi dampak terhadap industri dan bisnis.
Latar belakang diatas turut pula mempengaruhi berkembangnya humas industridan bisnis. Beberapa penerapan humas dalam industri dan bisnis meliputi : hubungan dengan pelanggan dan peran humas terhadap marketinh yang pada akhirnya melahirkan terapan marketing PR hubungan dengan pemegang saham, hubungan dengan pers, bantuan untuk merekrut pegawai baru, hubungan dengan komunitas, hubungan dengan perusahaan/organisasi lain, hubungan dengan pemerintahan.
Distributor Agen Foredi dan Agen Gasa
Distributor Agen Foredi dan Agen Gasa - Kami Agen RESMI - Gaga-Gagah Perkasa Melayani anda untuk pembelian Kapsul Gasa di seluruh wilayah Indonesia.
Bagi anda yang berada di wilayah Jakarta, yang meliputi wilayah : Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Barat.
Juga solusi bagi anda yang sekarang berada di wilayah jakarta atau di wilayah lainnya, inilah Agen Gasa tempat di mana anda bisa membeli GASA via Online dengan cara Transfer Total Harga+Ongkos kirim ke Rekening Bank (BCA, MANDIRI, BRI, BNI), setelah uang kami terima, maka barang yang anda inginkan segera kami kirim ke alamat anda.
Sekilas Uraian Gasa :
GASA adalah 100% produk herbal, menjadi solusi bagi
anda yang membutuhkan produk herbal “keperkasaan pria” yang AMAN, LEGAL
& BERKUALITAS TINGGI! tidak mudah mendapatkan produk sekelas
demikian, GASA membuat Pria “di kagumi” di mata istri, tanpa efek
samping yang merugikan seperti pada obat kuat pada umumnya!
Muira Puama adalah herbal langka dari brazil yang digunakan oleh suku asli Amazon untuk memperbaiki libido & tenaga extra!
Yohimbe adalah herbal yang populer direkomendasikan oleh ahli herbal dunia & berasal dari benua Afrika untuk membantu masalah impotensi sekaligus atasi ejakulasi dini pria!
Manfaat & Kelebihan GASA (Gagah Perkasa)
- Meningkatkan fungsi ereksi, atasi DISFUNGSI EREKSI (DE)
- Meringankan masalah IMPOTENSI pada pria
- Meningkatkan LIBIDO pria membuat hubungan pasutri semakin “Bergairah”!
- Tidak membuat sakit kepala, tidak seperti obat kuat pada umumnya
- Tidak membuat jantung berdebar, aman bagi jantung.
- Aman & baik untuk penderita DIABETES
- Ereksi TIDAK SPONTAN (tidak memaksa jantung untuk memompa dengan cepat) sehingga aman bagi jantung, mata, otak & organ penting tubuh kita.
- Ereksi baru terjadi jika ada stimulasi fisik/ pikiran/ penglihatan.
- Menambah sirkulasi darah ke organ vital pria, meringankan Ejakulasi Dini (ED) dari dalam sehingga sangat cocok digunakan bersamaan dengan FOREDI
- Memberi tenaga extra serta menjaga keseimbangan hormon seks
- Legalitas RESMI & sertifikasi dari DEPKES RI No. 9613.80911
*Untuk Membeli Gasa, Klik Beli Sekarang
=============================================
Sekilas Uraian Foredi :
Foredi adalah satu-satunya produk obat kuat pria DEWASA yang direkomendasikan oleh Dr. Boyke Dian Nugraha SpOG,MARS yang pasti sudah Anda kenal. Produk antiseptik pria dewasa yang berfungsi untuk memperpanjang durasi hubungan suami istri atau tahan lama (tetap berkhasiat 5-8 jam, dahsyat!) sekaligus mengatasi ejakulasi dini.
Manfaat FOREDI:
1. Melindungi terhadap kontaminasi kuman pada waktu hubungan intim
2. Melindungi organ intim pria dari jamur Chlamidhia, keputihan, dll
3. Memperpanjang waktu hubungan intim tanpa menimbulkan kebas
Cara Pemakaian FOREDI:
- Oleskan TIPIS saja pada organ intim pria (terutama bagian bawah dari organ vital pria), cukup sekitar 1/3 dari 1 sachet Foredi (1 sachet bisa untuk 3 kali pakai).
- Biarkan sampai herbal bereaksi dan terasa hangat (10 menit – 30 menit). Untuk pemakain pertama kali cukup 10 menit saja diamkannya ya.
- Setelah itu bilas dengan air bersih
- Biarkan dulu sampai rasa hangat mereda (hilang)
- Setelah itu siap untuk hubungan intim. Setelah dioleskan dan dicuci bersih manfaat FOREDI akan bertahan 5 hingga 8 jam.
Sedangkan bagi ejakulasi dini biasa cukup sepertiga sachet saja. Untuk Anda yang tidak ada masalah dengan ejakulasi dini, cukup oleskan sangat tipis, srett di bagian atas, srett di bagian bawah Mr P, cukup deh. Walaupun tipis maka efeknya tetap akan membantu Anda lebih tahan lama.
Jika terasa kurang lama tentunya boleh ditambah untuk pemakaian berikutnya, atau sebaliknya bisa dikurangi takarannya jika dirasa terlalu lama. Lama-lama setelah sering pakai Anda akan mengetahui dengan sendirinya takaran yang paling PAS untuk Anda (setiap orang bisa berbeda keperluannya).
Semoga cukup jelas bagi Anda ya, ini penting agar Anda mendapatkan manfaat optimal.
*Untuk Membeli Foredi, Klik Beli Sekarang
Best regards
ADMIN
Foredi, Gasa dan Ladyfem
Foredi
Sekilas Tentang Obat Kuat ForediForedi adalah satu-satunya produk obat kuat pria DEWASA yang direkomendasikan oleh Dr. Boyke Dian Nugraha SpOG,MARS yang pasti sudah Anda kenal. Produk antiseptik pria dewasa yang berfungsi untuk memperpanjang durasi hubungan suami istri atau tahan lama (tetap berkhasiat 5-8 jam, dahsyat!) sekaligus mengatasi ejakulasi dini... Klik disini melihat info selanjutnya....
-------------------------------------------------------
GASA
Pertama di Indonesia!
Herbal Langka Atasi Disfungsi Ereksi & Libido Tanpa Sakit Kepala Tidak Membuat Jantung Berdebar Aman Bagi Penderita Diabetes!Terdaftar Resmi DEPKES RI No. 9613.80911
GASA adalah.... Klik baca selanjutnya.....
--------------------------------------------------------
AMAN & LEGAL Terdaftar di BPOM RI POM TR 093.301.381
Klik disini baca selanjutnya.....
Best Regards
Admin TokoForediGasa.Com
Obat Ereksi Kuat dan Tahan Lama
Obat Ereksi Kuat dan Tahan Lama - Apakah
Disfungsi Ereksi? Disfungsi ereksi, sebelumnya disebut impotensi, adalah
ketidakmampuan untuk mendapatkan ereksi yang memadai untuk aktivitas
seksual yang memuaskan.
Hal ini lebih sering terjadi pada pria di atas
65, tetapi dapat terjadi pada usia berapa pun.
Penyakit Impotensi
pada Pria adalah bisnis yang serius…Masalah seksual pada pria dapat
memiliki beberapa penyebab.
Untuk pria, penyebab utama adalah kelelahan,
stres atau aktivitas fisik terlalu sedikit. Kesehatan seksual adalah
bagian penting dari kesehatan Anda secara keseluruhan. Semua orang ingin
menjadi sehat, tapi banyak pria mengabaikan pentingnya kesehatan
seksual.
Disfungsi seksual bukan bahan tertawaan. Dan meskipun itu
bukan hal yang mudah untuk berbicara tentang, ada profesional terlatih
yang dapat memberikan nasihat yang baik tentang apa yang mungkin menjadi
penyebab kesulitan saat Anda.
Ketika Anda mulai melihat
tanda-tanda pertama dari impotensi, tidak bisa berdiri untuk melakukan
hubungan seksual selama periode waktu, sekarang saatnya untuk berbicara
dengan dokter Anda.
Pertama di Indonesia!
Herbal Langka Atasi Disfungsi Ereksi & Libido Tanpa Sakit Kepala Tidak Membuat Jantung Berdebar Aman Bagi Penderita Diabetes!
Klik produk Gasa lengkap kami di : Gasa - Gagah Perkasa
Obat Ejakulasi Dini
Ejakulasi Dini pada pria. Lelaki mana yang tidak suka ejakulasi dini saat berhubungan intim? Pasti semua lelaki tidak ingin mengalami ejakulasi dini bukan! Penting untuk dicermati soal ejakulasi dini ini. Jangan sampai kita mengalami hal semacam itu. Kasihan istri kita, karena ia belum merasa puas oleh belaian cinta kita.
Siapa tahu emang istri lagi benar-benar membutuhkan, namun suami kok sudah meng-akhiri karena sudah keluar spermanya. Kasihan bukan!
Setiap pasangan suami-istri (pasutri) pasti mendambakan kehidupan berumah-tangga yang aktif dan harmonis. Bagimanapun, hubungan seksual merupakan surga dunia yang dapat dijalankan oleh pasangan suami istri sekaligus sebagai salah satu ungkapan cinta kasih pasangan.
Namun, tidak selamanya hubungan seksual berjalan sesuai dengan keinginan. Ada kalanya suami terkena masalah disfungsi seksual seperti gangguan gairah, disfungsi ereksi, ejakulasi dini dan lainnya.
Oleh karena itu ejakulasi dini merupakan jenis disfungsi seksual yang tidak boleh dibiarkan begitu saja, melainkan harus diobati dengan berbagai cara/terapi.
Untuk mengobati Ejakulasi Dini ini, dr. Boyke Dian Nugraha (Pakar Seksologi Indonesia) memberikan solusi tepat. Memberikan jalan keluar bagi para Pria yang mengalami ejakulasi dini, yakni dengan Foredi (Foredi = For Ejakulasi Dini).
Untuk Membeli Obat Ejakulasi Dini Foredi, Klik : Foredi gel Sekarang
Best Regards
by – Admin
Agen Foredi Di Jakarta Juga Merangkap Agen Gasa
Untuk Anda kami sediakan 2 produk herbal khusus pria. Yang pertama adalah Foredi dan yang kedua adalah Gasa. Gasa merupakan Herbal Suplemen spesial untuk laki-laki dewasa, dapat membantu Anda memperoleh ereksi lebih keras, bahkan masih tetap kuat walaupun sudah keluar. Yes, Gasa adalah untuk tambah POWER dan tingkatkan gairah. Of course 100 persen AMAN dan LEGAL (berizin Depkes RI).
Yang mungkin menjadi pertanyaan Anda, Kapan Anda memerlukan Gasa dan Kapan pula Anda memerlukan Foredi?
Begini, kalau Foredi adalah herbal oles untuk organ intim pria dengan khasiat utama untuk tambah lama (tidak cepat keluar) maka Gasa khusus untuk membuat ereksi lebih kuat dan menaikkan gairah.
Supaya jauh lebih jelas, saya pakai bahasa yang lebih mudah dimengerti seperti dibawah ini tentang 2 hal yang sangat banyak dialami banyak lelaki berikut ini:
EJAKULASI DINI (ED)
Keluarnya sperma lebih cepat dari yang di inginkan, penderita ejakulasi dini bisa punya masalah ereksi, bisa juga tidak. JIKA tidak punya masalah ereksi, cukup gunakan FOREDI saja. JIKA ereksi juga bermasalah (mudah keluar + organ vital loyo) gunakan FOREDI + GASA
DISFUNGSI EREKSI (DE)
Tidak bisa ereksi keras (organ vital lemas/loyo) dan seringkali belum terjadi ejakulasi atau bisa ejakulasi tapi ereksi lemah, untuk MASALAH EREKSI solusinya bukan FOREDI melainkan GASA.
Kedua produk herbal khusus pria ini mendapatkan rekomendasi dari pakarnya (Boyke Dian Nugraha) seperti yang dapat Anda lihat pada video di website ini.
Kedua produk herbal khusus pria ini kini dapat Anda beli langsung dari Distributor kami di Jakarta dan sekitarnya. Silahkan hubungi Agen terdekat melalui , Klik Gasa (Gagah Perkasa) Sekarang
Ingatan, Inteligensi, Perwujudan Pengetahuan
INGATAN
Studi tentang ingatan (memory) juga mendapat tempat tersendiri di kalangan peneliti. Short term memory, working memory, dan long term memory adalah contoh-contoh kajian yang dibahas dalam studi tentang ingatan. Mengingat tentunya melibatkan kognisi, berkaitan erat dengan persepsi, dan membantu kehidupan manusia sehari-hari.
Seperti disebutkan sebelumnya kognisi berkaitan dengan pemrosesan informasi. Informasi dideteksi dan dimaknai melalui persepsi dan kemudian disimpan melalui proses tertentu. Proses inilah yang disebut sebagai memory atau ingatan. Contohnya adalah mengingat daftar belanja, jawaban soal ujian, dan hari ulang tahun calon mertua Anda.
PERWUJUDAN PENGETAHUAN
Seperti yang kita bahas sedikit sebelumnya, informasi yang kita terima diolah dan
kemudian disimpan. Informasi tersebut diubah ke dalam simbol-simbol tertentu yang
dapat dipahami oleh masing-masing individu. Psikologi kognitif akan banyak
membahas tentang perwujudan internal pengetahuan (informasi).
Pencitraan (imagery). Salah satu kajian atau manifestasi pencitraan pengetahuan
internal adalah peta kognitif. Berbagai aplikasi peta kognitif muncul dan membantu
manusia dalam kaitannya dengan mendongkrak daya ingat atau membantu proses
belajar. Cara Anda mengingat-ingat jalan dari kampus menuju ke rumah Anda
dengan membentuk sebuah peta imajiner atau membayangkan jalan yang akan
Anda lalui merupakan bentuk dari peta kognitif.
Berpikir dan Pembentukan Konsep. Ketika Anda membayangkan nama ”UBAYA,”
”Perpustakaan,” ”Tunjungan Plaza,” atau ”mobil,” kira-kira benda apakah yang
terbersit di benak Anda? Ketika Anda membentuk makna dan menyimpan informasi
bermakna tersebut, Anda sesungguhnya telah membentuk suatu konsep.
INTELIGENSI
Inteligensi dalam kajian psikologi kognitif dibagi menjadi dua yaitu (1) inteligensi manusia dan (2) inteligensi buatan. Inteligensi manusia telah lazim diteliti khususnya dalam perdebatan apakah inteligensi adalah sesuatu yang alami atau bentukan lingkungan. Kognisi tentunya sangat berkaitan dengan inteligensi karena melibatkan proses berpikir misalnnya seberapa optimal Anda mengolah dan menyimpan informasi.
Inteligensi manusia pada intinya berbicara tentang kemampuan umum untuk bertindak dengan ”tepat.” Inteligensi buatan (artificial intelligence) merupakan upaya manusia untuk meniru pola kerja kognisi atau kemampuan berpikir manusia.
Contoh penggunaan atau hasil guna dari pengembangan inteligensi buatan adalah hadirnya robot, otomatisasi industri, video games, dan komputer.
DAN MASIH BANYAK LAGI...
Selain cuplikan ranah psikologi kognitif di atas,masih banyak kajian studi lain yang belum disebutkan. Contohnya adalah bagaimana kita memahami bahasa, hipnosis, NLP, dan masih banyak lainnya. Tidak semua materi dapat dibahas karena satu kajian saja dapat sangat luas dan mendalam untuk didiskusikan. Hal ini menjadi tugas kita untuk memperdalam ilmu yang didapat di kelas dengan banyak membaca temuan-temuan terkini dari setiap kajian psikologi kognitif.
Pengaruh Masyarakat Terhadap Perkembangan Sosial
Masalah Keluarga
Keluarga dalam bentuk murni merupakan satu kesatuan sosial yang terdidri dari suami, istri dan anak-anak yang belum dewasa yang mempunyai sifat tertentu yang sama. Ada lima macam sifat yang terpenting yaitu, hubungan suami istri, bentuk perkawinan dimana suami istri itu diadakan, susunan nama-nama dan istilah, termasuk cara menghitung keturunan, milik/harta benda keluarga dan mempenyai tempat tinggal bersama (rumah).
Dasar pembentukan keluarga/ faktor diantaranya, pertama, faktor obyektif. Faktor yang dipersiakan dalam berumah tangga dalam hal ekonomi, kedewasaan mental dan sebagainya. Kedua, faktor subyektif. Yaitu adanya dasar saling cinta-mencintai. Tugas keluarga dalam hal ini orang tua terhadap anaknya, menurut Prof. Dr. J. Verkuyl ada tiga, yaitu, mengurus materil anak-anak, menciptakan suatu home bagi anak-anak dan tugas pendidikan. Sedangkan faktor-faktor keluarga terhadap perkembangan anak diantaranya perimabangan perhatian, kebutuhan keluarga, status sosial, besar kecilnya keluarga dan keluarga kaya atau miskin.
I. Pengaruh Masyarakat Terhadap Perkembangan Sosial
Pengaruh masyarakat terhadap perkembangan sosial ditekankan terhadap pengaruh kelompok sosial, dan yang pertama dihadapi manusia adalah keluarga. Keluarga berperan sebagai tempat manusia berkembang sebagai manusia sosial. Selain itu keadaan sosial ekonomi keluarga juga dapat berperan terhadap perkembangan anak-anak.
Berdasarkan hail eksperimen bahwa pengaruh latar belakang sosial ekonomi yang paling menguntungkan bagi perkembangan sosial anak ialah status ekonomi yang menengah, kecuali bahwa terdapat kemungkinannya bahwa dalam hal tu agak lambat dalam menyesuaikan diri. Faktor lain yang mempengaruhi adalah keutuhan keluarga selain itu status anak, sikap dan kebiasaan orang tua juga mempengaruhi.
Mengenai peranan sekolah dalam perkembangan sosial lebih sulit diadakan secara terperinci seperti yang ada pada keluarga. Jelaslah kiranya bahwa pengaruh sekolah terhadap perkembangan sosial anak cukup besar. Selain itu peranan lingkunganpun juga mempengaruhi perkembangan sosial.
J. Hubungan Psikologi Sosial dan Situasi Belajar
Di dalam proses belajar banyak faktor yang mempengaruhi termasuk diantaranya faktor psikologis. Secara tidak langsung maka hubungan antara psikologi sosial dan situasi belajar sangat erat sekali sehingga keduanya harus berjalan beriringan dalam rangka proses belajar mengajar yang pada akhirnya mensukseskan dan menjadi kajian tersendiri di bidang pendiikan.
Banyak hal yang menghambat kemajuan belajar tapi pada pokoknya digolongkan menjadi dua faktor yaitu, pertama, faktor indogin, yang datang dari diri pelajar sendiri. Meliputi dua faktor biologis seperti kesehatan, cacat badan. Dan faktor psikologis, seperti inteligensi, emosi, minat dll. Kedua, faktor exogin yang datang dari luar pelajar, yang meliputi lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Demikian resum buku “Psikologi Sosial” karangan Drs. H. Abu Ahmadi . menurut penulis buku ini sangat bagus untuk pelajari, sebab buku ini bertujuan untuk menyelidiki dan mempelajari masalah-masalah sosial nyata yang tampak sehari-hari di dalam kehidupan masyarakat yang kelak akan menduduki tempatnya di tengah-tengah masyarakat dimana mereka berada.
Pengenalan Pola
PENGENALAN POLA
Masih terkait dengan persepsi, manusia pada umumnya jarang menjumpai stimulus
sebagai suatu kejadian sensoris tunggal namun sebagai bagian dari pola yang
bermakna. Contohnya adalah kegiatan Anda membaca huruf-huruf atau melihat
sebuah gambaran yang tidak saja berupa garis atau lengkungan biasa namun
sebuah bentuk yang memiliki makna. Musik juga bukanlah sebuah rangkaian suara
biasa namun alunan nada tertentu yang memiliki makna estetik.
Jadi, pengenalan pola dapat dipahami sebagai kemampuan untuk membentuk
gambaran internal bagian dari suatu kejadian (objek) dan mengintegrasikan bagian-
bagian tersebut menjadi suatu skema terstruktur yang memiliki arti secara
keseluruhan.
PERHATIAN
Attention (perhatian) juga merupakan bagian penting dari persepsi. Hal ini tak lepas
dari perjumpaan kita dengan banyak stimulus sekaligus. Kita harus melakukan
seleksi, stimulus mana yang akan kita perhatikan.
Contohnya dari sekian banyak iklan tentang kartu GSM, Anda pasti memerhatikan beberapa iklan yang paling menonjol.
Atau saat berada di sebuah pesta, Anda dapat memilih fokus pada lawan bicara Anda atau mendengarkan nyanyian pesta. Informasi yang diproses dalam kognisi kita tentunya telah melalui seleksi tersebut, seleksi berupa perhatian terhadap stimulus tertentu.
Pada intinya, perhatian adalah kecenderungan manusia untuk fokus pada sensori stimuli tertentu dan mengabaikan stimuli yang lain.
KESADARAN
Kesadaran dirumuskan sebagai ”tahu betul tentang keadaan internal atau eksternal.”
Contoh dari kesadaran adalah kesadaran Anda akan pengalaman atau kondisi saat ini.
Studi tentang kesadaran membutuhkan adanya introspeksi dan tentunya berkaitan
erat dengan kognisi. Sama halnya dengan studi tentang kognisi yang ”abstrak,” studi
tentang kesadaran atau consciousness juga seringkali dituding sebagai hal yang tidak ilmiah khususnya oleh kaum behavioris.
Akan tetapi, penelitian-penelitian modern membuktikan bahwa kesadaran membawa peranan penting dalam memahami manusia dan dapat diteliti dengan empiris.
Bisnis pulsa elektrik harga distributor
TANPA BIAYA REGISTRASI apa pun ( Gratis / FREE !)
Jadikan HP Anda sebagai "aset" yang membanjiri rekening Anda Dapatkan! Bonus Rp 275 Juta
Plus! Pasif income Rp 2 Milyar / bulan !!!Hanya dengan mendaftarkan satu nomer GSM saja (GRATIS), anda sudah dapat melakukan isi pulsa ke semua nomer GSM dan CDMA.
Bisa digunakan untuk isi pulsa handphone anda sendiri, keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar Anda. Bahkan bagi Anda pengelola counter pulsa pun dapat menggunakan sistem pulsa bisnis ini dengan menguntungkan ! KLIK WEBSITE=
http://www.klikdisini.com/pulsa-elektrik-gratis-
Psikologi Cinta
Psikologi Cinta
Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia, sudah lama tertarik dengan konsep cinta. Hanya saja masalahnya, sebagai sebuah konsep… cinta sedemikian abstraknya sehingga sulit untuk didekati secara ilmiah. Dalam tulisan ini dipilih teori seorang psikolog, Robert Sternberg. Yang telah berusaha untuk menjabarkan cinta dalam konteks hubungan antara dua orang.
Menurut Sternberg, cinta adalah sebuah kisah, kisah yang ditulis oleh setiap orang. Kisah tersebut merefleksikan kepribadian, minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan. Ada kisah tentang perang memperebutkan kekuasaan, misteri, permainan, dsb. Kisah pada setiap orang berasal dari “skenario” yang sudah dikenalnya, apakah dari orang tua, pengalaman, cerita, dsb. Kisah ini biasanya mempengaruhi orang bagaimana ia bersikap dan bertindak dalam sebuah hubungan.
Sternberg terkenal dengan teorinya tentang “Segitiga Cinta” (bukan cinta segitiga lho…!). Segitiga cinta itu mengandung komponen : (1). Keintiman (Intimacy), (2). Gairah (Passion) dan (3). Komitmen.
Keintiman adalah elemen emosi, yang didalamnya terdapat kehangatan, kepercayaan (trust), dan keinginan untuk membina hubungan. Ciri-cirinya antara lain seseorang akan merasa dekat dengan seseorang, senang bercakap-cakap dengannya sampai waktu yang lama, merasa rindu bila lama tidak bertemu. Gairah adalah elemen motivasional yang didasari oleh dorongan dari dalam diri yang bersifat seksual. Komitmen adalah elemen kognitif, berupa keputusan untuk secara sinambung dan tetap menjalankan suatu kehidupan bersama.
Menurut Sternberg, setiap komponen itu pada tiap-tiap orang berbeda derajatnya. Ada yang hanya tinggi di gairah, tapi rendah pada komitmen. Sedangkan cinta yang ideal adalah apabila ketiga komitmen itu berada dalam proporsi yang sesuai pada suatu waktu tertentu. Misalnya pada tahap awal hubungan, yang paling besar adalah komponen keintiman. Setelah keintiman berlanjut pada gairah yang lebih besar (dalam beberapa budaya) harus disertai dengan komitmen yang lebih besar, misalnya melalui perkawinan.
Seperti telah diuraikan sebelumnya, pada hubungn cinta seseorang sangat ditentukan oleh pengalamannya sendiri mulai dari masa kanak-kanak. Bagaimana orang tuanya saling mengekspresikan perasaan cinta mereka (atau malah bertengkar melulu..). Hubungan awal denga n teman-teman dekat, kisah-kisah romantis sampai yang horor, dsb. akan membekas dan mempengaruhi seseorang dalam berhubungan. Karenanya setiap orang disarankan untuk menyadari kisah cinta yang ditulis untuk dirinya sendiri.
Memang teori Sternberg tentang cinta ini belumlah lengkap dan memuaskan semua orang misalnya bagaimana teori ini dapat menjelaskan cinta ibu terhadap anak-anaknya?
Atau bagaimana cinta dapat dipertentangkan dengan perang dan kebencian?
Hanya saja, sebagai sebuah deskripsi ilmiah terhadap fenomena cinta, teori ini dapat dikatakan cukup membantu dalam memetakan pola-pola hubungan cinta antar individu.
Tujuan Konstruktivisme
PENGERTIAN DAN TUJUAN KONSTRUKTIVISME
Kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan, Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern
Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran konstektual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata.
Sedangkan menurut Tran Vui Konstruktivisme adalah suatu filsafat belajar yang dibangun atas anggapan bahwa dengan memfreksikan pengalaman-pengalaman sendiri.sedangkan teori Konstruktivisme adalah sebuah teori yang memberikan kebebasan terhadap manusia yang ingin belajar atau mencari kebutuhannya dengan kemampuan untuk menemukan keinginan atau kebutuhannya tersebut denga bantuan fasilitasi orang lain.
Dari keterangan diatas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa teori ini memberikan keaktifan terhadap manusia untuk belajar menemukan sendiri kompetensi, pengetahuan atau teknologi, dan hal lain yang diperlukan guna mengembangkan dirinya sendiri.
Adapun tujuan dari teori ini dalah sebagai berikut:
Adanya motivasi untuk siswa bahwa belajar adalah tanggung jawab siswa itu sendiri.
Mengembangkan kemampuan siswa untuk mengejukan pertanyaan dan mencari sendiri pertanyaannya.
Membantu siswa untuk mengembangkan pengertian dan pemahaman konsep secara lengkap.
Mengembangkan kemampuan siswa untuk menjadi pemikir yang mandiri.
Lebih menekankan pada proses belajar bagaimana belajar itu.
Behaviourisme
Sebelum anda membaca semua tulisan ini, Baca juga "Jangan Hanya Bermimpi, Ayooo.. Action".
Behaviourisme
Tokoh utama aliran ini adalah J.B. Watson. Watson membaca karya
Pavlov dia merasa mendapatkan model yang cocok untuk
pendiriannya, untuk menjelaskan tingkah laku manusia.
* Classical conditioning (Ivan Petrovich Pavlov 1849):1936):
Assosiative Learning
Teori ini dikemukkan oleh Pavlov yang kemudian dipelopori oleh
Guthric, Skinner yang berhaluan behavioris. Pavlov mengadakan
eksperimen disebut Condition reflex karena yang dipelajari gerakan
otot sederhana yang secara otomatis bereaksi terhadap suatu
perangsang tertentu. Reflex dapat ditimbulkan oleh perangsang yang
lain yang dahulunya tidak menimbulkan reflex tadi.
Kesimpulan Pavlov:
3
Pertanda /signal dapat memainkan peranan penting alam adaptasi
hewan terhadap sekitarnya. Reaksi mengeluarkan air liur pada anjing
karena mengamati pertanda mula mula disebut reflek bersyarat
(conditional reflex/CR). Pertanda atau signal disebut perangsang
bersyarat (Conditioned Stimulus/CS). Makanan disebut perangsang tak
bersyarat (Unconditioned Stimulus/US). Sedangkan keluarnya air liur
karena makanan disebut refleks tak bersyarat (Unconditioned
reflex/UR).
Teori ini menekankan bahwa belajar terdiri atas pembangkitan
respons dengan stimulus yang pada mulanya bersifat netral atau tidak
memadai. Melalui persinggungan (congruity) stimulus dengan respos,
stimulus yang tidak memadai untuk menimbulkan respons tadi
akhirnya mampu menimbulkan resposns.
4
Implikasi teori belajar ini dalam pendidikan adalah :
5
1. Tingkah laku guru mengharapkan murid menghafal secara
mekanis/otomatis
2. Verbalitis karena tingkah laku mechanistis dan reflektif.
3. Guru tersebut membiasakan muridnya dengan latihan
4. Sekolah D (duduk), tidak ada inisiatif karena perasaan, pikiran
tak mengarahkan tingkah laku
5. Guru hanya memberi tugas tanpa disadari oleh muridnya
6. Guru tidak memperhatikan individual differences
7. Guru menggunakan “learning by parts” sampai tak ada
hubungan
8. Guru menyuapi murid saja dan murid menerima yang diolah
guru, jadi guru aktif.
Hal ini terjadi karena (menurut teori belajar contioning) :
a. Terbentuknya tingkah laku sangat sederhana dan mekanistis
reflektif
b. Peranan perasaan, kemauan, pikiran, kepribadian tak
mengarahkan tingkah laku. Jadi manusia saja
c. Tak sanggup menganalisa tingkah laku yang kompleks dimana
tenaga rohani sebagai pendorong.
d. Terbentuknya tingkah laku karena habis formation.
Assosiative Learning
6
Pada hakikatnya perkembangan adalah proses asosiasi bagi para
ahli aliran ini yang primer adalah bagian-bagian ada lebih dulu
sedangkan keseluruhan ada lebih kemudian. Bagian itu terikat satu
sama lain menjadi suatu keseluruhan oleh asosiasi.
Salah satu tokoh aliran asosisasi adalah John Locke. Locke
berpendapat bahwa pada permulaannya jiwa anak itu adalah bersih
semisal selembar kertas putih. yang kemudian sedikit demi sedikit
terisi oleh pengalaman atau empiris.
Dalam hal ini Locke membedakan adanya dua macam pengalaman , yaitu: 1. Pengalaman luar, yaitu pengalaman yang diperoleh dengan melalui panca indera yang menimbulkan “sensation”
2. Pengalaman dalam, yaitu pengalaman mengenai keadaan dan kegiatan batin sendiri yang menimbulkan “reflexions”. Kesan “sensation dan reflexions” merupakan pengertian yang sederhana (simple ideas) Yang kemudian dengan asosiasi membentuk pengertian yang kompleks (Complex ideas). Aliran asosiasi ini meninggalkan sejarah , tetapi dalam lapangan pendidikan masih ada yang menjalankan, misalnya mengajar
membaca dan menulis secara sintetis, metode menggambar secara
sintetis.
Praktik belajar seperti dalam teori ini masih digunakan terutama ditingkat pendidikan dasar dan sekolah agama atau di pesantren- pesantren. Murid diberi drill, praktik, pengulangan dan kejadian-kejadian sesuai teori ini. Belajar asosiasi dimana urutan-urutan kata-kata tertentu berhubungan sedemikian rupa terhadap obyek-obyek,
konsep-konsep, atau situasi sehingga bila kita menyebut yang satu cenderung menyebut yang lain. Misalnya ayah berasosiasi dengan Ibu, kursi dengan meja. Jika digunakan untuk model pembelajaran sekarang masih relevan tentu dengan paradigma baru misalnya
menerangkan dengan mode, gambar dan demostrasi.
* The Law Of Effect (Edward L.Thorndike;1874-1949) : S-R
Theory
Thorndike berpendapat , bahwa yang menjadi dasar belajar ialah
asosiasi antara kesan panca indra (sense impression) dengan impulse
untuk bertindak (impulse to action).
Bentuk belajar oleh Thorndike disifatkan dengan “Trial and Error
learning” atau “learning by selecting and connecting” . Belajar
berlangsung 3 hukum (1) law of readiness; (2) law of exercise; (3)
law of effect
Law of effect ini menunjukkan kepada makin kuat atau makin
lemahnya hubungan sebagai akibat daripada hasil respon yang
dilakukan . Apabila suatu hubungan atau koneksi disebut dan ditandai
atau diikuti oleh keadaan yang memuaskan , maka kekuatan
hubungan itu akan bertambah, sebaliknya apabila suatu koneksi
dibuat dan disertai atau diikuti oleh keadaan yang tidak memuaskan,
maka kekuatan hubungan itu akan berkurang.
7
Dalam Law of effect,
segala tingkah laku yang mengakibatkan keadaan yang
menyenangkan akan diingat. Dan tingkah laku yang menyenangkan
mudah untuk dipelajari begitu pula sebaliknya.
Thorndike berkesimpulan bahwa belajar adalah hubungan antara
stimulus dan respons. Itulah sebabnya teori ini disebut SR Bond
Theory atau S-R Psycology of Learning” atau S-R Theory disebut juga
teori “Trial and Error Learning”
Berdasarkan teori belajar tersebut , maka implikasinya bagi
dalam pendidikan sebagai berikut :
8
1. Tak memperhatikan individual differences.
2. Kadang-kadang lupa akan tujuan pokok, karena terlalu
memperhatikan alat (reward)
3. Biasanya yang berhasil adalah murid yang struggle untuk
menerima hadiah (reward)
Hal ini didasarkan pada pendapat teori diatas :
1. Manusia belajar karena kepuasan untuk memperoleh
ganjaran
2. Tingkah laku terbentuk karena hasil trial & error dan law of
effect
3. Yang dilakukan seseorang disebabkan kesenangan sehingga
berlangsung secara otomatis conditioning.
Praktik belajar seperti cocok digunakan untuk memotivasi siswa
dengan pemberian hadiah/ganjaran/reward. Namun penggunaannya
hanya saat-saat tertentu dan dalam keadaan yang memungkinkan.
Sebab jika dilakukan terus menerus siswa cenderung mau belajar
karena akan memperoleh reward, lalu kalau reward ditiadakan siswa
apakah masih mau belajar. Segala yang menyenangkan (law of
effect) akan diingat oleh siswa dan akan mudah dipelajari oleh siswa,
maka berdasarkan teori ini guru harus mampu menciptakan suasana
belajar mengajar yang menyenangkan. Guru harus mampu membuat pelajaran
matematika yang menyeramkan menjadi yang menyenangkan.
*Operant conditioning (Baron. F. Skinnner; 1904 –1990) :
Reward & Punishment (Positive and Negative reinforcement)
Sebagaimana tokoh behavour lainnya, Skinner juga memikirkan tingkah laku sebagai hubungan antara perangsang dan response,hanya saja Skinner membedakan dua macam response : (1) responden response (reflextive response), yaitu respon yang ditimbulkan oleh perangsang-perangsang tertentu, Perangsang demikian disebut eliciting stimuli, menimbulkan respose yang relatif sama; dan (2) Operant response (instrumental response) yaitu response yang timbul dan berkembangnya diikuti oleh perangsang-perangsang tertentu. Perangsang demikian disebut reinforcing stimuli
atau reinforcer karena perangsang-perangsang tersebut memperkuat response yang telah dilakukan oleh organisme.
Implikasi dalam dunia pendidikan dari teori ini :
1. Anak yang telah belajar akan menjadi giat belajar jika mendapat
hadiah
2. Hadiah yang diberikan kepada siswa tidak harus berupa barang
3. Inovasi Pengajaran sebagian besar disusun berdasarkan teori
Skinner, yaitu memberikan dasar teknologi pendidikan yang
banyak digunakan di Indonesia seperti PPSI, modul dan
pengajaran tuntas.
Teori ini belajar ini cocok untuk pendidikan modern dengan
menggunakan inovasi-inovasi baru misalnya belajar model konferensi
dengan bantuan komputer yang saling berhubungan (internet)
sehingga dapat meningkatkan Operan response siswa menjadi lebih
intensif/kuat. Teori ini masih berkembang di Amerika, tentu saja untuk
Indonesia juga masih sangat cocok.
Psikologi Belajar
ORIENTASI BARU DALAM PSIKOLOGI BELAJAR
Analisa komperehensif untuk “Orientasi Baru Dalam Psikologi
Belajar” ini menyangkut topik : (1) Teori belajar menurut paham
behaviorism, Cognitivism, Constructivism, dan Social Learning Theory;
(2) Thinking skills; (3) Motivation; (5) Memory and forgetting; (6)
Learner Autonomy; dan (7) Cooperative Learning.
A. Teori Belajar
Pemahaman guru akan pengertian dan makna belajar akan
mempengaruhi tindakannya dalam membimbing siswa untuk belajar.
Guru yang hanya memahami belajar hanya agar murid bisa menghafal
tentu beda cara mengajarnya dengan guru yang memahami belajar
merupakan suatu perubahan tingkah laku.Untuk itu guru penting
memahami pengertian belajar dan teori-teori belajar .
Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku atau kecakapan manusia berkat
adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan
lingkungannya sehingga mereka lebih mampu beriteraksi dengan
lingkungannya. W.H. Burton mendefinisikan belajar : “Learning is a
change in the individual due to instruction of that individual and his
environment, which fells a need and makes him more capable of
dealing adequately with his environment”
1
Dari pengertian tersebut
ada kata ‘change” maksudnya bahwa seseorang yang telah mengalami
proses belajar akan menhalami perubahan tingkah laku baik dalam
kebiasaan (habit), kecakapan-kecakapan (skills) atau dalam tiga aspek
yaitu pengetahuan (kognitif), sikap (affektif), dan ketrampilan
(psikomotor). Sedang Ernest R. Hilgard dalam B. Simandjuntak dan IL.
Pasaribu mengemukakan “Belajar adalah suatu proses perubahan
kegiatan karena reaksi terhadap lingkungan, perubahan tersebut tidak
dapt disebut belajar apabila disebabkan oleh pertumbuhan atau
kedaan sementara seseorang seperti kelelahan atau disebabkan obat-
obatan”.
2
Teori belajar pada umumnya dibagi menjadi 4 golongan,
dengan mempelajari teori ini guru dapat memahami dasar proses
belajar beserta dalil-dalilnya sehingga guru dapat memanajemen
proses belajar mengajar.
Dan jangan lupa terus Stop Dreaming Start Action
Sejarah Singkat Psikologi Kognitif
"Jangan Hanya Mimpi, Ubahlah Diri Anda".
Sejarah Singkat Psikologi Kognitif
Sejarah Singkat psikologi kognitif Yaitu ;
Pengetahuan lahir dari pikiran. Awal mula semua ilmu di masa kini adalah filsafat.
Anda dapat berpikir dan mengingat kembali nama-nama besar seperti Plato dan
Aristoteles. Psikologi Kognitif dan ilmu tentang pikiran lainnya berupaya menjawab
Pertanyaan yang paling mendasar, ”Dari manakah datangnya pengetahuan dan
bagaimana itu diwujudkan dalam hati kita?” Para ahli tulisan Mesir Kuno menyatakan
bahwa pemikir di era Mesir Kuno percaya bahwa pengetahuan berkedudukan di
jantung. Hal ini didukung oleh Aristoteles namun Plato berpendapat berbeda.
Ia meyakini pengetahuan berkedudukan di otak. Perdebatan akan wujud pengetahuan di diri manusia terus bergulir. Pada abad kedelapan belas, psikologi filosofis dibawa ke situasi saat mulai berperannya psikologi empiris yang dipelopori oleh George Berkeley, James Mill dan putranya John Stuart Mill.
Pada zaman ini, setidaknya ada dua postulat tentang pembentukan gagasan internal (dalam pikiran). Yang pertama adalah perwujudan internal dibentuk berdasarkan aturan yang jelas (ada hukumnya). Kedua, perwujudan serta pengalihan gagasan internal membutuhkan waktu dan usaha. Selama abad ke-19, para psikolog semakin memisahkan diri dari filsafat yang spekulatif dan membentuk sebuah disiplin yang empiris. Di masa ini, ada dua kubu besar yang melakukan studi tentang perwujudan internal.
Ada yang dipimpin oleh Wundt di Jerman dan oleh Titchener di Amerika Serikat yang menekankan pada struktur perwujudan mental serta ada juga rentano di Austria yang menekankan pada proses atau perbuatan. Brentano menganggap bahwa wujud internal adalah sesuatu yang statis dan tidak perlu dipelajari. Studi kerja kognitif menurut Bretano adalah membandingkan, menilai, dan merasakan sebagai objek studi yang tepat.
Berangkat dari ide ini, psikologi semakin bergeser menuju ke arah lahirnya
behavioristik yang berpendapat bahwa perilaku yang dapat diamati yang dapat
dipelajari. Akan tetapi, behavioris seperti Hull dan Tolman dalam postulat/teorinya memasukkan gagasan adanya variabel ”pengantara” yang tidak dapat diamati dalam perilaku manusia. Di masa berkembangnya, behavioris mendominasi Amerika yang sedikit mematikan ketertarikan terhadap kognisi.
Namun, Perang Dunia II membawa kembali minat pada studi tentang kognisi. Pada masa itu, dibutuhkan pemahaman tentang human factor. Studi dibutuhkan untuk menjawab bagaimana prajurit dapat memusatkan perhatian dengan lebih baik serta akurat dalam penglihatan dan pendengaran. Hal ini kemudian mendasari lahirnya alat tes psikologi untuk tentara yang berhubungan dengan inteligensi/bakat (kognisi).
Di bidang lain, lahir pula teori-teori lain seperti Noam Chomsky dengan teori lingustik (bahasa) yang melawan teori Skinner dan lahirnya teori informasi yang menjelaskan model komunikasi secara matematis. Terakhir, tahun 1967, peluncuran buku Cognitive Psychology oleh Ulric Neisser menjadi gong dimulainya cabang baru dalam psikologi.
Buku yang menjadi bukti resmi diakuinya psikologi kognitif itu terdiri dari enam bab; yaitu dua bab tentang persepsi dan perhatian, dan empat bab tentang bahasa, memori, dan pikiran.
NB; Kawan Pembaca Semua, Dukung Saya Di Kontes SEO. Dengan Hadiah 25 juta yaa.... Lihat Link :
"Ayoo Stop Dreaming, Tapi Action". klik Yaa...
Psikologi Kognitif
Apakah Psikologi Kognitif itu?
Saat Anda membaca dan memikirkan pertanyaan ini, Anda sedang terlibat dalam
kognisi. Psikologi kognitif berurusan dengan persepsi informasi (Anda membaca
pertanyaannya), berurusan dengan pengertian (Anda memahami pertanyaannya), berurusan dengan pikiran (Anda bertanya pada diri Anda apakah Anda
tahu jawabannya), dan berurusan dengan perumusan dan pembentukan jawaban
(Anda dapat mengatakan jawaban pertanyaan tersebut). Kognisi menyentuh semua bagian dari pemahaman, ingatan, dan proses berpikir, dan merupakan ciri menonjol semua orang. Jadi apa Psikologi Kognitif itu?
Sebelum lebih jauh mendalami Psikologi Kognitif, ada baiknya kita mencermati
terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan cognition (kognisi). Kognisi menurut Neisser (tokoh Psikologi Kognitif) adalah semua proses terhadap input sensorik yang diubah, dikurangi, dielaborasi, disimpan, diambil kembali, dan digunakan.
Hal ini berarti semua yang Anda baca, semua yang Anda lihat, Anda dengar, dan Anda rasakan selama beberapa menit sebelumnya telah melibatkan kognisi Anda. Apakah sekarang masih bingung? Jika Anda sudah mengerti, itu berarti Anda dianugerahi kognisi yang prima. Jika Anda belum mengerti, jangan kuatir, Anda tidak sendirian.
Psikologi Kognitif memang membahas hal yang sangat luas, penuh dengan perspektif baru, dan mencoba memahami proses tak kasat mata alias hanya dalam “pikiran” saja. Tapi setidaknya Anda coba untuk memahami dan menghafalkan demi nilai ujian Anda:
Psikologi Kognitif adalah studi tentang proses mental yang mendasari kemampuan
kita mempersepsikan dunia, memahami dan mengingat pengalaman kita,
berkomunikasi dengan orang lain, dan mengendalikan perilaku kita.
Sampai pada tahap ini, mari kita berdamai dengan konflik batin Anda, “Duh, ngapain
sih belajar hal-hal nggak jelas kayak gini. Apa pentingnya gitu loh!” Coba kamu simak sejenak lingkungan di sekitarmu dan coba temukan aplikasi psikologi kognitif di sana.
Pernahkah Anda membaca atau melihat iklan penyedia layanan telekomunikasi yang
mengandalkan harga murah? Anda pasti sudah tahu, bagian mana dari iklan tersebut
yang dicetak tebal dan bagian mana yang harus dibaca dengan menggunakan
mikroskop.
Iklan adalah bagian dari informasi, dan ingat kembali bahwa informasi
diolah melalui kognisi kita. Musik yang Anda dengar dari iPod, sinetron ”Cahaya” atau film ”Beranak dalam Kubur,” hingga handout Psikologi Kognitif ini menerapkan bantuan dari pemahaman kita akan Psikologi Kognitif.
Sikap, Motif , Dan Prasangka Sosial
Sikap sosial
Banyak tokoh yang mendefinisikan tentang sikap. Namun inti dari arti sikap yang disetujui oleh sebagaian besar ahli dan peneliti sikap diartikan bahwa sikap adalah predisposisi yang dipelajari yang mempengaruhi tingkah laku, berubah dalam intensitasnya. Atau sikap adalah kesiapan merespon yang sifatnya positif atau negatif terhadap obyek/ situasi secara konsisten. Tiap-tiap sikap mempunyai tiga aspek yaitu, kognitif, afektif dan sikomotorik.
Sikap dibedakan menjadi dua. yaitu, sikap sosial dan sikap individual. Di samping pembagian sikap atas sosial dan individual sikap juga dapat pula dibedahkan atas sikap positif dan sikap negatif. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sikap ada dua. Pertama, faktor intern. Sikap yang terdapat dalam pribadi manusia itu sendiri yang berupa selectivity. Kedua, faktor ekstern. Sikap yang terdapat di luar pribadi manusia, yang berupa interaksi sosial.
Sikap merupakan faktor internal, tetapi tidak semua faktor internal adalah sikap. Adapun ciri-ciri sikap diantaranya adalah. 1. sikap itu dipelajari (learnability), 2. Memiliki kestabilan (stability). 3. Personal-societal significance. 4. Berisi kognisi dan afeksi. 5. Approach-avoidance directionality. Sedangkan fungsi sikap dibagi empat bagian. Pertama, sebagai alat menguraikan diri. Kedua, sebagai alat pengatur tingkah laku. Ketiga, sebagai alat pengatur pengalaman. Keempat, sebagai pernyataan kepribadian.
Motif Sosial
Motif adalah dorongan yang sudah terikat pada suatu tujuan, sendangkan motif sosial sebagai motif yang timbulnya untuk memenuhi kebutuhan individu dalam hubungannya dengan lingkungan sosialnya. Wood Worth dan Maravis membedahkan motif atas motif yang tergantung pada keadaan dalam jasmani yang merupakan kebutuhan organik dan motif yang tergantung dengan individu dengan lingkungan yang dibedakan dalam bagian motif darurat (Emergency Motif) serta motif obyektif (Obyektife Motiv).
Prasangka Sosial
Ada beberapa faktor yang menyebabkan prasangka diantaranya yaitu, 1. Orang prasangka dalam rangka mencari kambing hitam, 2. Berprasangka karena ia sudah dipersiapkan di dalam lingkungannya, 3. Karena adanya perbedaan yang menimbulkan perasaan superior,
Karena kesan yang menyakitkan,
Karena adanya anggapan yang sudah menjadi pendapat umum.
Prasangka sosial: adalah sikap yang negative yang diperlihatkan individu atau kelompok terhadap individu lain atau kelompok lain.Prasangka itu sebenarnya adalah salah sangka-Missinformation,Misscomunikation & Miss Intepretasi-.sedangkan usaha untuk menghilangkan atau mengurangi prasangka tersebut dibedakan menjadi 2 macan,yaitu:Usaha Preventif yaitu usaha mencegah jangan sampai berprasangka dan usaha curative yaitu usaha menyembuhkan terhadap orang yang berprasangka.
Kelompok Sosial, Kepemimpinan
Kelompok Sosial
Kelompok-kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, oleh karenannya adanya antarhubungan antar mereka. Untuk menamakan kelompok sosial diperlukan beberapa persyaratan antara lain kesadaran kelompok, interaksi sosial, organisasi sosial.
Ciri-ciri kelompok sosial menurut Charles H. Cooly membedakan kelompok berdasar susunan dan organisasi menjadi 2 yaitu pertama primary group (kelompok primer) dengan ciri-ciri terdapat interaksi sosial yang lebih erat antara anggota-anggotanya. Selain itu hubungannya bersifat irrasionil dan tidak didasarkan atas pamrih. Kedua secondary group/kelompok sekunder yang mempunyai ciri-ciri bahwa kelompok terbentuk atas dasar kesadaran dan kemauan dari para anggotanya.
Selain itu fungsi dari kelompok sekunder dalam kehidupan manusia adalah untuk mencapai salah satu tujuan tertentu dalam masyarakat dengan bersama secara obyek dan rasionil. Masih banyak lagi ciri-ciri dalam kelompok sosial yang di bagi atas berbagai kelompok seperti diantaranya kelompok tak resmi (informal group) dan kelompok resmi (formal group).
Masing-masing kelompok memiliki norma-norma yang berbeda. Oleh karena itu kadang-kadang orang harus bisa menyesuaikan norma antara kelompok yang satu dengan yang lain karena Perbedaan norma suatu ketika dapat menjadi pertentangan. Adapun macam-macam norma sosial diantaranya adalah norma kelaziman, kesusilaan, hukum, dan mode
Kepemimpinan
Adalah kemampuan dari seseorang untuk mempengaruhi orang lain sehingga orang lain itu bertingkah laku sesuai apa yang di kehendaki oleh pemimpin tersebut. Dalam setiap masalah kepemimpinan terdapat tiga unsur yaitu: unsur manusia, unsur sarana, unsur tujuan. Sedangkan ciri yang harus dimiliki oleh pemimpin adalah social perception (penglihatan sosial), ability in abstract thinking (kecerdasan yang tinggi), emotional stability (keseimbangan alam perasaan).
Faktor yang menentukan seseorang menjadi pemimpin menurut William Foote Whyte ada 4 faktor yaitu operasional leadership, popularity, the assumed representative. Klasifikasi kepemimpinan diantaranya adalah kepemimpinan otoriter, demokratis, kepemimpinan liberal. Fungsi kepemimpinan menurut Reven and Rubin menyebutkan 4 fungsi pemimpin :
1. Membantu menetapkan tujuan kelompok
2. Memelihara kelompok
3. Memberikan simbol untuk identifikasi
4. Mewakili kelompok terhadap kelompok lain


