Ranah Psikologi Kognitif
Walaupun memelajari yang serba abstrak dan luas, ada batasan hal-hal apa saja yang dipelajari dalam Psikologi Kognitif. Tentunya batasan-batasan ini masih dapat meluas dengan adanya perspektif baru dan dinamika pengetahuan yang terus bergulir.
NEUROSAINS KOGNITIF
Dari kata penyusunnya saja, dapat dilihat bahwa ranah neurosains kognitif merupakan gabungan dari ilmu neurologik dengan kognitif. Hal ini dilandasi asumsi bahwa komunikasi antar neuron (sel saraf) mendasari kerja pemrosesan informasi.
Semua proses kognisi (misal: di dalam otak kita) membutuhkan bantuan neuron untuk
dapat diolah. Kita tidak dapat mengingat atau memaknai iklan jika neuron tidak menyampaikan informasi yang ditangkap mata kita menuju ke otak. Oleh karena itu,neurologi dan kognitif adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan.
PERSEPSI
Cabang psikologi yang langsung terkait dengan deteksi dan interpretasi rangsang sensoris disebut persepsi. Dalam psikologi kognitif, hal yang paling disoroti adalah bagaimana kita memaknakan sinyal-sinyal sensoris. Stimulus yang sama dapat dimaknai secara berbeda oleh orang yang berbeda. Contohnya adalah menikmati film drama, ada yang suka, ada pula yang benci.
Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :
- Obat Kuat GOLO GINSENG Bikin Tegang/Ereksi Kuat Atasi Impotensi, Herbal Mengatasi Lemah Syahwat, Aman, Resmi BPOM
- Obat Kuat Foredi GEL Bikin Tahan Lama Berhubungan Intim FOREDI Gel Herbal Oles, Terlaris di Internet, Aman, Rekomendasi Boyke
- Zain Koffie Premium KOPI VITALITAS PRIA ! Untuk Atasi Masalah LEMAH SYAHWAT, Solusi Kurang Bergairah, DISFUNGSI Ereksi
- Fiforlif Fiber Detox Khusus Pembersih Kotoran dan Sampah di Usus, Detox Usus, Diet Pelangsing, Atasi Perut Buncit
- Minuman Cokelat Khusus Pria DEWASA Bagi yang gak suka Kopi, nih ramuan dari Dokter Boyke Dian Nugraha HORN, rasa Cokelat untuk Vitalitas dan Stamina Pria Dewasa !
- DURAMAX KHUSUS Pria Jantan Tegak Ereksi Duramax Pilihan terbaik untuk Tegak Berdiri, Keras Maximal agar Istri Banjir
Ranah Psikologi Kognitif
Ciuman
Ciuman
KOMPAS.com — Apa yang paling dibutuhkan saat berciuman? Kemampuan mencium dan chemistry, tentunya. Jika keduanya tidak Anda miliki, ciuman pun akan terasa hambar. Sebelum Anda mulai melancarkan ciuman Anda, pastikan Anda mengetahui empat kesalahan yang sering terjadi saat berciuman.
1. Ciuman yang kasar
Sebuah ciuman seharusnya dilakukan dengan lembut dan penuh perasaan, atau panas dan penuh gairah. Namun, bukan seperti sedang diterkam oleh binatang buas. Untuk memulai sebuah ciuman, lakukan dengan perlahan, dan biarkan momen mencium itu terbangun secara alami. Memaksakan ciuman yang penuh gairah mungkin akan dianggap ceroboh oleh pasangan, jadi hindari “serangan” mendadak seperti perempuan yang tengah cemburu. Tahan diri Anda, dan perhatikan sinyal-sinyal dari pasangan. Bagaimanapun juga, mencium adalah kegiatan sebuah tim, dan jika pasangan tidak menghendakinya, Anda akan dianggap terlalu agresif. Anda perlu mengubah strategi, dan biarkan pasangan melakukan inisiatifnya.
2. Ciuman yang hambar
Sebuah ciuman tidak harus “basah”, tetapi juga jangan hanya menyentuh bibir begitu saja. Libatkan sedikit lidah Anda. Jika pasangan tampak ragu mengirimkan ciumannya, dan Anda ingin memastikan apakah ia memang berniat mencium Anda, tunjukkan antusiasme Anda. Bibir yang mengatup dan kecupan sekilas akan terasa hambar buatnya. Hal ini bisa diibaratkan ketika seseorang bersalaman hanya dengan menyentuh tangan Anda. Enggak mantap, kan? Menciumlah dengan hati: serahkan seluruh bibir Anda, bukan bibir yang mengatup ketat. Tutup mata Anda supaya Anda betul-betul dapat merasakan ciumannya, dan membalasnya dengan penuh perasaan.
3. Ciuman yang bikin ilfil (karena bau mulut)
Tidak susah menghilangkan bau mulut. Makan permen mint atau permen karet, atau gosoklah gigi Anda. Mendapati cabai yang terselip di gigi juga sama sekali enggak bikin turn on. Bila mungkin, hindari makanan atau minuman yang bisa menimbulkan bau, jika Anda memang akan bertemu si dia. Yang lebih penting, ganjal dulu perut dengan makanan ringan karena perut yang kosong juga membuat mulut berbau. Pengalaman dan teknik mencium sehebat apa pun tidak akan menyelamatkan mulut yang bau. Bawa selalu permen di dalam tas, dan tawarkan kepada pasangan jika sejak awal Anda sudah mencium sesuatu yang tidak sedap.
4. Ciuman yang salah sasaran
Ciuman di pipi atau di kening memang bisa membuat Anda merasa disayangi. Namun, jika memang bermaksud mencium bibir, ciumlah bibirnya, bukan dagu, hidung, atau pipinya, apalagi jika ditambah dengan permainan lidah yang meninggalkan liur di sekujur muka. Antusiasme memang merupakan kunci dalam ciuman yang hebat, tetapi tak perlu melibatkan air liur. Jika Anda kepergok sedang melap wajah dengan tisu atau handuk, si dia juga tersinggung. Serba salah, bukan?
Ciri-Ciri Masa Remaja
Ciri-Ciri Masa Remaja
1. Masa remaja sebagai periode peralihan, yaitu peralihan dari masa kanak-kanak ke peralihan masa dewasa.
2. Masa remaja sebagai periode perubahan.
3. Masa remaja sebagai usia bermasalah.
4. Masa remaja sebagai masa mencari identitas.
5. Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan, karena masalah penyesuaian diri dengan situasi dirinya yang baru, karena setiap perubahan membutuhkan penyesuaian diri.
6. Masa remaja sebagai ambang masa dewasa.
7. Ciri-ciri kejiwaan remaja, tidak stabil, keadaan emosinya goncang, mudah condong kepada ekstrim, sering terdorong, bersemangat, peka, mudah tersinggung, dan perhatiannya terpusat pada dirinya.
Psikologi Cinta
Psikologi Cinta
Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia, sudah lama tertarik dengan konsep cinta. Hanya saja masalahnya, sebagai sebuah konsep… cinta sedemikian abstraknya sehingga sulit untuk didekati secara ilmiah. Dalam tulisan ini dipilih teori seorang psikolog, Robert Sternberg. Yang telah berusaha untuk menjabarkan cinta dalam konteks hubungan antara dua orang.
Menurut Sternberg, cinta adalah sebuah kisah, kisah yang ditulis oleh setiap orang. Kisah tersebut merefleksikan kepribadian, minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan. Ada kisah tentang perang memperebutkan kekuasaan, misteri, permainan, dsb. Kisah pada setiap orang berasal dari “skenario” yang sudah dikenalnya, apakah dari orang tua, pengalaman, cerita, dsb. Kisah ini biasanya mempengaruhi orang bagaimana ia bersikap dan bertindak dalam sebuah hubungan.
Sternberg terkenal dengan teorinya tentang “Segitiga Cinta” (bukan cinta segitiga lho…!). Segitiga cinta itu mengandung komponen : (1). Keintiman (Intimacy), (2). Gairah (Passion) dan (3). Komitmen.
Keintiman adalah elemen emosi, yang didalamnya terdapat kehangatan, kepercayaan (trust), dan keinginan untuk membina hubungan. Ciri-cirinya antara lain seseorang akan merasa dekat dengan seseorang, senang bercakap-cakap dengannya sampai waktu yang lama, merasa rindu bila lama tidak bertemu. Gairah adalah elemen motivasional yang didasari oleh dorongan dari dalam diri yang bersifat seksual. Komitmen adalah elemen kognitif, berupa keputusan untuk secara sinambung dan tetap menjalankan suatu kehidupan bersama.
Menurut Sternberg, setiap komponen itu pada tiap-tiap orang berbeda derajatnya. Ada yang hanya tinggi di gairah, tapi rendah pada komitmen. Sedangkan cinta yang ideal adalah apabila ketiga komitmen itu berada dalam proporsi yang sesuai pada suatu waktu tertentu. Misalnya pada tahap awal hubungan, yang paling besar adalah komponen keintiman. Setelah keintiman berlanjut pada gairah yang lebih besar (dalam beberapa budaya) harus disertai dengan komitmen yang lebih besar, misalnya melalui perkawinan.
Seperti telah diuraikan sebelumnya, pada hubungn cinta seseorang sangat ditentukan oleh pengalamannya sendiri mulai dari masa kanak-kanak. Bagaimana orang tuanya saling mengekspresikan perasaan cinta mereka (atau malah bertengkar melulu..). Hubungan awal denga n teman-teman dekat, kisah-kisah romantis sampai yang horor, dsb. akan membekas dan mempengaruhi seseorang dalam berhubungan. Karenanya setiap orang disarankan untuk menyadari kisah cinta yang ditulis untuk dirinya sendiri.
Memang teori Sternberg tentang cinta ini belumlah lengkap dan memuaskan semua orang misalnya bagaimana teori ini dapat menjelaskan cinta ibu terhadap anak-anaknya?
Atau bagaimana cinta dapat dipertentangkan dengan perang dan kebencian?
Hanya saja, sebagai sebuah deskripsi ilmiah terhadap fenomena cinta, teori ini dapat dikatakan cukup membantu dalam memetakan pola-pola hubungan cinta antar individu.