AZ9dz65O7JdhCBmJmAy_O69F_XM

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

Tampilkan postingan dengan label Behaviourisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Behaviourisme. Tampilkan semua postingan

Psikologi Perkembangan dan Makna Remaja

. Jumat, 18 Desember 2009
1 komentar

Pengertian psikologi perkembangan dan makna remaja
Psikologi perkembangan merupakan cabang dari psikologi yang mempelajari proses perkembangan individu, baik sebelum maupun setelah kelahiran berikut kematangan perilaku. ( J.P. Chaplin, 1979 ). Psikologi perkembangan merupakan cabang psikologi yang mempelajari perubahan tingkah laku dan kemampuan sepanjang proses perkembangan individu dari mulai masa konsepsi sampai mati. ( Ross Vasta.dkk, 1992).

Remaja adalah tahap umur yang datang setelah masa kanak-kanak berakhir, ditandai oleh pertumbuhan fisik cepat. Pertumbuhan cepat yang terjadi pada tubuh remaja luar dan dalam itu, membawa akibat yang tidak sedikit terhadap sikap, perilaku, kesehatan serta kepribadian remaja. (Darajat Zakiah, Remaja harapan dan tantangan: 8). Hal inilah yang membawa para pakar pendidikan dan psikologi condong untuk menamakan tahap-tahap peralihan tersebut dalam kelompok tersendiri, yaitu remaja yang merupakan tahap peralihan dari kanak-kanak, serta persiapan untuk memasuki masa dewasa.


Biasanya remaja belum dianggap sebagai anggota masyarakat yang perlu didengar dan dipertimbangkan pendapatnya serta dianggap bertanggung jawab atas dirinya. Terlebih dahulu mereka perlu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kapasitas tertentu, serta mempunyai kemantapan emosi, sosial dan kepribadian. Dalam pandangan Islam seorang manusia bila telah akhil baligh, maka telah bertanggung jawab atas setiap perbuatannya. Jika ia berbuat baik akan mendapat pahala dan apabila melakukan perbuatan tidak baik akan berdosa.

Masa remaja merupakan masa dimana timbulnya berbagai kebutuhan dan emosi serta tumbuhnya kekuatan dan kemampuan fisik yang lebih jelas dan daya fakir menjadi matang. Namun masa remaja penuh dengan berbagai perasaan yang tidak menentu, cemas dan bimbang, dimana berkecambuk harapan dan tantangan, kesenangan dan kesengsaraan, semuanya harus dilalui dengan perjuangan yang berat, menuju hari depan dan dewasa yang matang.

Secara psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu berintelegensi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan uang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Integrasi dalam masyarakat (dewasa) mempunyai banyak aspek efektif, kurang lebih berhubungan dengan masa puber.

Termasuk juga perubahan intelektual yang mencolok. Transformasi intelektual yang khas dari cara berfikir remaja ini memungkinkannya untuk mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa, yang kenyataannya merupakan ciri khas yang umum dari periode perkembangan ini. Fase remaja merupakan perkembangan individu yang sangat penting, yang diawali dengan matangnya organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu bereproduksi.

Menurut Konpka (Pikunas, 1976) masa remaja ini meliputi (a) remaja awal: 12-15 tahun; (b) remaja madya: 15-18 tahun; (c) remaja akhir: 19-22 tahun. Sementara Salzman mengemukakan, bahwa remaja merupakan masa perkembangan sikap tergantung (dependence) terhadap orang tua ke arah kemandirian (independence), minat-minat seksual, perenungan diri, dan perhatian terhadap nilai-nilai estetika dan isu-isu moral.

Dalam budaya Amerika, periode remaja ini dipandang sebagai “Strom dan Stress”, frustasi dan penderitaan, konflik dan krisis penyesuaian, mimpi dan melamun tentang cinta, dan perasaan teralineasi (tersisihkan) dari kehidupan sosial budaya orang dewasa (Lustin Pikunas, 1976).

NetBook Haier Olive Murah, Segera Dapatkan

. Selasa, 10 November 2009
0 komentar

NetBook Haier Olive Murah

Produk yang bersaing, merupakan sebuah fenomena yang lagi gencar di internet.
Tidak dipungkiri, yang namanya alat elektronik, mulai dari yang mahal sampai yang murah, semua ada di Internet.

Berikut Perinciannya :


PRODUK

TYPE

HARGA RESMI



Netbook

Haier olive x-107 (prepaid)

Rp. 4,398,900


Wireles Router Modem
Vertex VW 240 (prepaid)

Rp. 2,065,000


USB Modem



HP Modem




HP Reguler






========
Untuk lebih Detailnya, KLIK Banner ini :




Produk SMART Telecom


Moga membantu

Cak Sun








Uang Gratis Lewat Internet

. Sabtu, 04 Juli 2009
2 komentar

Tidak dipungkiri lagi internet sungguh bisa menjadi ladang uang bagi kita yang mau bersungguh-sungguh.

Dengan sedikit action, kita bisa mendapatkan Jutaan rupiah.
Seperti halnya bisnis yang ini, ia akan membayar bagi anda yang mau gabung. Gabungnya pun GRATIS tanpa dipungut biaya apapun. Syaratnya pun sungguh mudah. Kita hanya mencari teman aja buat Joint ke sana.

Bisnis yang sangat menggiurkan bagi anda yang mau merubah hidup anda lebih baik. Mulai sekaranglah kita harus segera menentukan langkah awal kiat menuju kesuksesan. Kapan lagi kalau bukan kita. Apa kita hanya ingin menjadi penonton aja, atau menunggu anak kita. Selama masih ada waktu, yuk,,.... kita sempatkan waktu kita untuk gabung dengan program bisnis inetrnet ini.

UNTUK GABUNG DAN MENGETAHUI CARA MENDAPATKAN 400Juta dari internet, klik disini. GRATIS...Kok...!!

Saya tunggu anda di sana.

DAFTAR DISINI GRATIS

salam
cak sun..






Behaviourisme

. Senin, 11 Mei 2009
0 komentar

Sebelum anda membaca semua tulisan ini, Baca juga "Jangan Hanya Bermimpi, Ayooo.. Action".

Behaviourisme

Tokoh utama aliran ini adalah J.B. Watson. Watson membaca karya
Pavlov dia merasa mendapatkan model yang cocok untuk
pendiriannya, untuk menjelaskan tingkah laku manusia.

* Classical conditioning (Ivan Petrovich Pavlov 1849):1936):

Assosiative Learning
Teori ini dikemukkan oleh Pavlov yang kemudian dipelopori oleh
Guthric, Skinner yang berhaluan behavioris. Pavlov mengadakan
eksperimen disebut Condition reflex karena yang dipelajari gerakan
otot sederhana yang secara otomatis bereaksi terhadap suatu
perangsang tertentu. Reflex dapat ditimbulkan oleh perangsang yang
lain yang dahulunya tidak menimbulkan reflex tadi.

Kesimpulan Pavlov:
3
Pertanda /signal dapat memainkan peranan penting alam adaptasi
hewan terhadap sekitarnya. Reaksi mengeluarkan air liur pada anjing
karena mengamati pertanda mula mula disebut reflek bersyarat
(conditional reflex/CR). Pertanda atau signal disebut perangsang
bersyarat (Conditioned Stimulus/CS). Makanan disebut perangsang tak
bersyarat (Unconditioned Stimulus/US). Sedangkan keluarnya air liur
karena makanan disebut refleks tak bersyarat (Unconditioned
reflex/UR).

Teori ini menekankan bahwa belajar terdiri atas pembangkitan
respons dengan stimulus yang pada mulanya bersifat netral atau tidak
memadai. Melalui persinggungan (congruity) stimulus dengan respos,
stimulus yang tidak memadai untuk menimbulkan respons tadi
akhirnya mampu menimbulkan resposns.

4
Implikasi teori belajar ini dalam pendidikan adalah :

5
1. Tingkah laku guru mengharapkan murid menghafal secara
mekanis/otomatis
2. Verbalitis karena tingkah laku mechanistis dan reflektif.
3. Guru tersebut membiasakan muridnya dengan latihan
4. Sekolah D (duduk), tidak ada inisiatif karena perasaan, pikiran
tak mengarahkan tingkah laku
5. Guru hanya memberi tugas tanpa disadari oleh muridnya
6. Guru tidak memperhatikan individual differences
7. Guru menggunakan “learning by parts” sampai tak ada
hubungan
8. Guru menyuapi murid saja dan murid menerima yang diolah
guru, jadi guru aktif.

Hal ini terjadi karena (menurut teori belajar contioning) :
a. Terbentuknya tingkah laku sangat sederhana dan mekanistis
reflektif
b. Peranan perasaan, kemauan, pikiran, kepribadian tak
mengarahkan tingkah laku. Jadi manusia saja
c. Tak sanggup menganalisa tingkah laku yang kompleks dimana
tenaga rohani sebagai pendorong.
d. Terbentuknya tingkah laku karena habis formation.
Assosiative Learning
6

Pada hakikatnya perkembangan adalah proses asosiasi bagi para
ahli aliran ini yang primer adalah bagian-bagian ada lebih dulu
sedangkan keseluruhan ada lebih kemudian. Bagian itu terikat satu
sama lain menjadi suatu keseluruhan oleh asosiasi.
Salah satu tokoh aliran asosisasi adalah John Locke. Locke
berpendapat bahwa pada permulaannya jiwa anak itu adalah bersih
semisal selembar kertas putih. yang kemudian sedikit demi sedikit
terisi oleh pengalaman atau empiris.

Dalam hal ini Locke membedakan adanya dua macam pengalaman , yaitu: 1. Pengalaman luar, yaitu pengalaman yang diperoleh dengan melalui panca indera yang menimbulkan “sensation”
2. Pengalaman dalam, yaitu pengalaman mengenai keadaan dan kegiatan batin sendiri yang menimbulkan “reflexions”. Kesan “sensation dan reflexions” merupakan pengertian yang sederhana (simple ideas) Yang kemudian dengan asosiasi membentuk pengertian yang kompleks (Complex ideas). Aliran asosiasi ini meninggalkan sejarah , tetapi dalam lapangan pendidikan masih ada yang menjalankan, misalnya mengajar
membaca dan menulis secara sintetis, metode menggambar secara
sintetis.

Praktik belajar seperti dalam teori ini masih digunakan terutama ditingkat pendidikan dasar dan sekolah agama atau di pesantren- pesantren. Murid diberi drill, praktik, pengulangan dan kejadian-kejadian sesuai teori ini. Belajar asosiasi dimana urutan-urutan kata-kata tertentu berhubungan sedemikian rupa terhadap obyek-obyek,
konsep-konsep, atau situasi sehingga bila kita menyebut yang satu cenderung menyebut yang lain. Misalnya ayah berasosiasi dengan Ibu, kursi dengan meja. Jika digunakan untuk model pembelajaran sekarang masih relevan tentu dengan paradigma baru misalnya
menerangkan dengan mode, gambar dan demostrasi.

* The Law Of Effect (Edward L.Thorndike;1874-1949) : S-R
Theory

Thorndike berpendapat , bahwa yang menjadi dasar belajar ialah
asosiasi antara kesan panca indra (sense impression) dengan impulse
untuk bertindak (impulse to action).

Bentuk belajar oleh Thorndike disifatkan dengan “Trial and Error
learning” atau “learning by selecting and connecting” . Belajar
berlangsung 3 hukum (1) law of readiness; (2) law of exercise; (3)

law of effect
Law of effect ini menunjukkan kepada makin kuat atau makin
lemahnya hubungan sebagai akibat daripada hasil respon yang
dilakukan . Apabila suatu hubungan atau koneksi disebut dan ditandai
atau diikuti oleh keadaan yang memuaskan , maka kekuatan
hubungan itu akan bertambah, sebaliknya apabila suatu koneksi
dibuat dan disertai atau diikuti oleh keadaan yang tidak memuaskan,
maka kekuatan hubungan itu akan berkurang.
7
Dalam Law of effect,
segala tingkah laku yang mengakibatkan keadaan yang
menyenangkan akan diingat. Dan tingkah laku yang menyenangkan
mudah untuk dipelajari begitu pula sebaliknya.
Thorndike berkesimpulan bahwa belajar adalah hubungan antara
stimulus dan respons. Itulah sebabnya teori ini disebut SR Bond
Theory atau S-R Psycology of Learning” atau S-R Theory disebut juga
teori “Trial and Error Learning”
Berdasarkan teori belajar tersebut , maka implikasinya bagi
dalam pendidikan sebagai berikut :
8
1. Tak memperhatikan individual differences.
2. Kadang-kadang lupa akan tujuan pokok, karena terlalu
memperhatikan alat (reward)
3. Biasanya yang berhasil adalah murid yang struggle untuk
menerima hadiah (reward)
Hal ini didasarkan pada pendapat teori diatas :

1. Manusia belajar karena kepuasan untuk memperoleh
ganjaran
2. Tingkah laku terbentuk karena hasil trial & error dan law of
effect
3. Yang dilakukan seseorang disebabkan kesenangan sehingga
berlangsung secara otomatis conditioning.
Praktik belajar seperti cocok digunakan untuk memotivasi siswa
dengan pemberian hadiah/ganjaran/reward. Namun penggunaannya
hanya saat-saat tertentu dan dalam keadaan yang memungkinkan.
Sebab jika dilakukan terus menerus siswa cenderung mau belajar

karena akan memperoleh reward, lalu kalau reward ditiadakan siswa
apakah masih mau belajar. Segala yang menyenangkan (law of
effect) akan diingat oleh siswa dan akan mudah dipelajari oleh siswa,
maka berdasarkan teori ini guru harus mampu menciptakan suasana
belajar mengajar yang menyenangkan. Guru harus mampu membuat pelajaran
matematika yang menyeramkan menjadi yang menyenangkan.

*Operant conditioning (Baron. F. Skinnner; 1904 –1990) :
Reward & Punishment (Positive and Negative reinforcement)
Sebagaimana tokoh behavour lainnya, Skinner juga memikirkan tingkah laku sebagai hubungan antara perangsang dan response,hanya saja Skinner membedakan dua macam response : (1) responden response (reflextive response), yaitu respon yang ditimbulkan oleh perangsang-perangsang tertentu, Perangsang demikian disebut eliciting stimuli, menimbulkan respose yang relatif sama; dan (2) Operant response (instrumental response) yaitu response yang timbul dan berkembangnya diikuti oleh perangsang-perangsang tertentu. Perangsang demikian disebut reinforcing stimuli
atau reinforcer karena perangsang-perangsang tersebut memperkuat response yang telah dilakukan oleh organisme.

Implikasi dalam dunia pendidikan dari teori ini :
1. Anak yang telah belajar akan menjadi giat belajar jika mendapat
hadiah
2. Hadiah yang diberikan kepada siswa tidak harus berupa barang
3. Inovasi Pengajaran sebagian besar disusun berdasarkan teori
Skinner, yaitu memberikan dasar teknologi pendidikan yang
banyak digunakan di Indonesia seperti PPSI, modul dan
pengajaran tuntas.

Teori ini belajar ini cocok untuk pendidikan modern dengan
menggunakan inovasi-inovasi baru misalnya belajar model konferensi
dengan bantuan komputer yang saling berhubungan (internet)
sehingga dapat meningkatkan Operan response siswa menjadi lebih
intensif/kuat. Teori ini masih berkembang di Amerika, tentu saja untuk
Indonesia juga masih sangat cocok.