AZ9dz65O7JdhCBmJmAy_O69F_XM

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

Tampilkan postingan dengan label Motif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motif. Tampilkan semua postingan

Karakteristik Perkembangan Remaja

. Jumat, 18 Desember 2009
0 komentar

Karakteristik Perkembangan Remaja
Seiring perkembangan dan pertumbuhan fisik, terjadi pula perubahan dan perkembangan di dalam tubuhnya. Kelenjar kanak-kanaknya telah berakhir, berganti dengan kelenjar endokrin yang memproduksi hormon, sehingga menggalakan Pertumbuhan organ seks yang tumbuh menuju kesempurnaan. Organ seks menjadi besar disertai dengan kemampuannya untuk melaksanakan fungsinya. Pada remaja putri terjadi pembesaran payudara dan pembesaran pinggul.

Di samping itu meningkat pula dengan cepat berat dan tinggi badan. Sedangkan pada remaja pria mulai kelihatan (membesar) jakun di lehernya dan suara menjadi sengau / besar. Di samping itu bahunya bertambah lebar dan mulai tumbuh bulu di ketika dan di atas bibir atasnya (kumis). Satu tanda Kematangan seksual dengan jelas pada remaja putri tetapi hanya diketahui oleh yang bersangkutan saja, yaitu terjadinya datang bulan / haid dan pada remaja putera mimpi basah. Tanda-tanda permulaan Kematangan seksual tidak berarti bahwa secara langsung terjadi kemampuan reproduksi.

Masa remaja merupakan masa yang banyak menarik perhatian karena sifat-sifat khasnya dan peranannya yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakat orang dewasa. Masa ini dapat diperinci lagi menjadi beberapa masa, yaitu sebagai berikut.


1. Masa praremaja (remaja awal)

Masa para remaja biasanya berlangsung hanya dalam waktu relatif singkat. Masa ini ditandai oleh sifat-sifat negative pada si remaja sehingga seringkali masa ini disebut masa negative dengan gejalanya seperti tidak senang, kurang suka bekerja, pesimisitik, dan sebagainya. Secara garis besar sifat-sifat negative tersebut dapat diringkas, yaitu a) negative dalam prestasi, baik prestasi jasmani maupun prestasi mental; dan b) negative dalam sosial, baik dalam bentuk menarik diri dari masyarakat (negative positif) maupun dalam bentuk agresif terhadap masyarakat (negative aktif).


Sikap, Motif , Dan Prasangka Sosial

. Selasa, 05 Mei 2009
0 komentar

Sikap sosial

Banyak tokoh yang mendefinisikan tentang sikap. Namun inti dari arti sikap yang disetujui oleh sebagaian besar ahli dan peneliti sikap diartikan bahwa sikap adalah predisposisi yang dipelajari yang mempengaruhi tingkah laku, berubah dalam intensitasnya. Atau sikap adalah kesiapan merespon yang sifatnya positif atau negatif terhadap obyek/ situasi secara konsisten. Tiap-tiap sikap mempunyai tiga aspek yaitu, kognitif, afektif dan sikomotorik.

Sikap dibedakan menjadi dua. yaitu, sikap sosial dan sikap individual. Di samping pembagian sikap atas sosial dan individual sikap juga dapat pula dibedahkan atas sikap positif dan sikap negatif. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sikap ada dua. Pertama, faktor intern. Sikap yang terdapat dalam pribadi manusia itu sendiri yang berupa selectivity. Kedua, faktor ekstern. Sikap yang terdapat di luar pribadi manusia, yang berupa interaksi sosial.

Sikap merupakan faktor internal, tetapi tidak semua faktor internal adalah sikap. Adapun ciri-ciri sikap diantaranya adalah. 1. sikap itu dipelajari (learnability), 2. Memiliki kestabilan (stability). 3. Personal-societal significance. 4. Berisi kognisi dan afeksi. 5. Approach-avoidance directionality. Sedangkan fungsi sikap dibagi empat bagian. Pertama, sebagai alat menguraikan diri. Kedua, sebagai alat pengatur tingkah laku. Ketiga, sebagai alat pengatur pengalaman. Keempat, sebagai pernyataan kepribadian.

Motif Sosial

Motif adalah dorongan yang sudah terikat pada suatu tujuan, sendangkan motif sosial sebagai motif yang timbulnya untuk memenuhi kebutuhan individu dalam hubungannya dengan lingkungan sosialnya. Wood Worth dan Maravis membedahkan motif atas motif yang tergantung pada keadaan dalam jasmani yang merupakan kebutuhan organik dan motif yang tergantung dengan individu dengan lingkungan yang dibedakan dalam bagian motif darurat (Emergency Motif) serta motif obyektif (Obyektife Motiv).

Prasangka Sosial
Ada beberapa faktor yang menyebabkan prasangka diantaranya yaitu, 1. Orang prasangka dalam rangka mencari kambing hitam, 2. Berprasangka karena ia sudah dipersiapkan di dalam lingkungannya, 3. Karena adanya perbedaan yang menimbulkan perasaan superior,

Karena kesan yang menyakitkan,

Karena adanya anggapan yang sudah menjadi pendapat umum.

Prasangka sosial: adalah sikap yang negative yang diperlihatkan individu atau kelompok terhadap individu lain atau kelompok lain.Prasangka itu sebenarnya adalah salah sangka-Missinformation,Misscomunikation & Miss Intepretasi-.sedangkan usaha untuk menghilangkan atau mengurangi prasangka tersebut dibedakan menjadi 2 macan,yaitu:Usaha Preventif yaitu usaha mencegah jangan sampai berprasangka dan usaha curative yaitu usaha menyembuhkan terhadap orang yang berprasangka.