AZ9dz65O7JdhCBmJmAy_O69F_XM

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

Tampilkan postingan dengan label Syarat Psikologi Metode Eksperimen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syarat Psikologi Metode Eksperimen. Tampilkan semua postingan

Subscribe Bisnis Internet

. Rabu, 28 Juli 2010
0 komentar

Temukan Cara Paling Cepat dan Mudah Untuk Memulai Bisnis Online Dalam 45 Menit... dan Profit Hari Ini Juga!

Anda akan temukan...

  • Bagaimana memulai bisnis di internet dan hasilkan uang pada hari yang sama.

  • Bagaimana mencetak uang anda sendiri...

  • Bagaimana mendatangkan aliran uang tanpa henti, tanpa perlu kerja terus menerus.

  • Tanpa perlu bikin produk, website, programming, dan pengelolaan yang rumit!

  • Anda set sekali, lalu hasilkan berkali-kali.

  • Bukan MLM, money game atau skema cepat kaya lainnya.

Subscribe sekarang juga dan temukan bagaimana cara kerjanya, agar anda bisa mulai jalankan bisnis mantap di internet hari ini juga!


KLIK : Subscribe Sekarang ...

Ciuman

. Kamis, 29 April 2010
0 komentar

Ciuman
KOMPAS.com — Apa yang paling dibutuhkan saat berciuman? Kemampuan mencium dan chemistry, tentunya. Jika keduanya tidak Anda miliki, ciuman pun akan terasa hambar. Sebelum Anda mulai melancarkan ciuman Anda, pastikan Anda mengetahui empat kesalahan yang sering terjadi saat berciuman.

1. Ciuman yang kasar
Sebuah ciuman seharusnya dilakukan dengan lembut dan penuh perasaan, atau panas dan penuh gairah. Namun, bukan seperti sedang diterkam oleh binatang buas. Untuk memulai sebuah ciuman, lakukan dengan perlahan, dan biarkan momen mencium itu terbangun secara alami. Memaksakan ciuman yang penuh gairah mungkin akan dianggap ceroboh oleh pasangan, jadi hindari “serangan” mendadak seperti perempuan yang tengah cemburu. Tahan diri Anda, dan perhatikan sinyal-sinyal dari pasangan. Bagaimanapun juga, mencium adalah kegiatan sebuah tim, dan jika pasangan tidak menghendakinya, Anda akan dianggap terlalu agresif. Anda perlu mengubah strategi, dan biarkan pasangan melakukan inisiatifnya.

2. Ciuman yang hambar
Sebuah ciuman tidak harus “basah”, tetapi juga jangan hanya menyentuh bibir begitu saja. Libatkan sedikit lidah Anda. Jika pasangan tampak ragu mengirimkan ciumannya, dan Anda ingin memastikan apakah ia memang berniat mencium Anda, tunjukkan antusiasme Anda. Bibir yang mengatup dan kecupan sekilas akan terasa hambar buatnya. Hal ini bisa diibaratkan ketika seseorang bersalaman hanya dengan menyentuh tangan Anda. Enggak mantap, kan? Menciumlah dengan hati: serahkan seluruh bibir Anda, bukan bibir yang mengatup ketat. Tutup mata Anda supaya Anda betul-betul dapat merasakan ciumannya, dan membalasnya dengan penuh perasaan.

3. Ciuman yang bikin ilfil (karena bau mulut)
Tidak susah menghilangkan bau mulut. Makan permen mint atau permen karet, atau gosoklah gigi Anda. Mendapati cabai yang terselip di gigi juga sama sekali enggak bikin turn on. Bila mungkin, hindari makanan atau minuman yang bisa menimbulkan bau, jika Anda memang akan bertemu si dia. Yang lebih penting, ganjal dulu perut dengan makanan ringan karena perut yang kosong juga membuat mulut berbau. Pengalaman dan teknik mencium sehebat apa pun tidak akan menyelamatkan mulut yang bau. Bawa selalu permen di dalam tas, dan tawarkan kepada pasangan jika sejak awal Anda sudah mencium sesuatu yang tidak sedap.

4. Ciuman yang salah sasaran

Ciuman di pipi atau di kening memang bisa membuat Anda merasa disayangi. Namun, jika memang bermaksud mencium bibir, ciumlah bibirnya, bukan dagu, hidung, atau pipinya, apalagi jika ditambah dengan permainan lidah yang meninggalkan liur di sekujur muka. Antusiasme memang merupakan kunci dalam ciuman yang hebat, tetapi tak perlu melibatkan air liur. Jika Anda kepergok sedang melap wajah dengan tisu atau handuk, si dia juga tersinggung. Serba salah, bukan?

Masa remaja akhir

. Jumat, 18 Desember 2009
1 komentar

Masa remaja akhir

Setelah remaja telah ditentukan pendirian hidupnya, pada dasarnya telah tercapailah masa remaja akhir dan telah terpenuhilah tugas-tugas perkembangan masa remaja, yaitu menemukan pendirian hidup masuklah individu ke dalam masa dewasa.

Masa Usia Kemahasiswaan

Masa usia mahasiswa sebenarnya berumur sekitar 18,0 sampai 25,0 tahun. Mereka dapat digolongkan pada masa remaja akhir sampai masa dewasa awal atau dewasa madya. Dilihat dari segi perkembangan, tugas perkembangan pada usia mahasiswa ini ialah pemantapan pendirian hidup.



Penyimpangan atau Kenakalan Remaja

.
2 komentar

Penyimpangan atau Kenakalan Remaja

1. Seks bebas di kalangan remaja, yang bisa menyebabkan terjangkitnya penyakit AIDS.

2. Kecanduan akan Narkoba yang menyebakan kematian dan AIDS

3. Kecanduan Alkohol / minuman keras.

4. Tawuran.

5. Sering berkunjung ke diskotik.

6. Menjajakan diri kepada pria hidung belang.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Menyimpang Pada Remaja

1. Kelalaian orangtua dalam mendidik anak (memberikan ajaran dan bimbingan tentang nilai-nilai agama).

2. Sikap perilaku orangtua yang buruk terhadap anak.
3. Kehidupan ekonomi keluarga yang morat marit (miskin/fakir).
4. Diperjualbelikannya minuman keras/obat-obatan terlarang secara bebas.
5. Kehidupan moralitas masyarakat yang bobrok.

6. Beredarnya film-film atau bacaan-bacaan porno.
7. Perselisihan atau konflik orangtua (antar anggota keluarga).
8. Perceraian orangtua.
9. Penjualan alat-alat kontrasepsi yang kurang terkontrol.
10. Hidup menganggur.

11. Kurang dapat memanfaatkan waktu luang.
12. Pergaulan negatif (teman bergaul yang sikap dan perilakunya kurang memperhatikan nilai-nilai moral).





Syarat Psikologi Metode Eksperimen

. Selasa, 05 Mei 2009
0 komentar

Stop Dreaming Start Action
Untuk melakukan pengamatan dengan metode eksperimen, ada 4 syarat utama yang harus diberlangsungkan:

1. mengidentifikasi pengaruh/effect lingkungan spesifik (specificworld /circumctan ces) sebagai perlakuan (treatment/sebab/variabel independen). Pengaruh ini harus terdefinisi secara operasional, agar terukur.

2. Behavior variable sebagai akibat (variabel dependen). Variabel perilaku ini juga harus terdefinisi secara operasional, agar terukur dari segi validity dan reliability..

Hubungan sebab-akibat (cause and effect) haruslah didasari dengan kejelasan pengetahuan (structure of knowledge/thoughts) sebagai construct atau logical-atau conceptual validity dengan mana dibangun hipotesis (yang berupa scientific hyphothesis, berkenaan dengan predicted relationship) yang akan dijadikan landasan deduktif guna pelaksanaan uji proses induktif (dengan null hypothesis) lewat pengamatan eksperimental dengan bantuan tehnologi/instrumen tertentu. Ingat, hanya dengan construct validity baru bisa dilakukan operational definiiton.

Memang, sebelum membangun structure of knowledge/thoughts, perlu dicanangkan dulu apa masalahnya. Ada setidaknya 4 sumber inspirations untuk melakukan problem identification, yaitu: theory (sebagai a group of logically organized/deductively related laws), masalah-masalah dalam every day life misal bagaimana orangtua harus menangani kenakalan anak, practical issues yang membutuhkan solusi misal bagaimana menangani unjuk rasa karyawan, dan past research yang perlu digugat/dipertanyakan terus.

Setelah jelas dan kokoh masalahnya (bahwa x berpengaruh y) , kemudian tentulah perlu didapati sebanyak mungkin informasi tentang masalah itu, spesifik tentang variabel independen dan variabel dependen, dan kemungkinan keterkaitannya sebagai sebab-akibat). Singkat kata, perlu perlu dilakukan review of literature (books, journals, information retrieval systems, pasar = psycINFO Assisted search and retrieval service, additional information sources berupa informasi terkini lewat macam-macam meetings dalam berbagai macam psychological associations). Nah, mereka yang berminat sekali pada Psikologi Eksperimen perlu mempunyai banyak waktu, rasa ingin tahu, dan kesabaran untuk ekplorasi informasi semacam itu.

3. Variebel independen dan variable dependen itu diamati pada 2 kelompok yang berbeda: kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan maksud, untuk diperoleh hasil pengamatan, apakah ada atau tidak perbedaan pengaruh/effect perlakuan terhadap kelompok eksperimen, dan apakah terjamin, bahwa hanya perlakuan itu yang murni berpengaruh.

4. Itulah sebabnya, agar menjamin adanya the only effect, perlu dilakukan pengendalian/control terhadap extraneous variables, lalu disebutlah variabel-luaran ini sebagai controlled variables. Kalau tidak sampai terkendali, the only effect tidak akan terjadi, karena di dalamnya kemasukan pengaruh variabel-luaran, sehingga yang terjadi bias-pengaruh, kesesatan/errors, sehingga akibat pada variabel dependen tidak murni lagi.


Masalah control amat penting karena menjadi ciri utama sebuah pengamatan untuk bisa disebut ilmiah/scientific, (di samping 2 ciri utama lainnya: operational definition dan replication), karena pengendalian/control betul-betul berkenaan dengan masalah internal validity.


Mudahkah melakukan pengendalian terhadap extraneous variables yang juga disebut sebagai confounding variables? Memang tidak mudah, karena selalu ada variabel-luaran yang secara constant menyelinap, sehingga sulit dikendalikan. Tetapi ada juga variabel-luaran yang berpengaruh secara tidak constant (bersifat kompensatoris) , sehingga relatif bisa dikendalikan. Maka selalu harus diingat agar bisa bijaksana berilmu, bahwa betapa pun sempurnanya eksperimen psikologi, selalu di dalamnya memuat masalah akurasi, masalah presisi, karena sedikit banyak tentulah terjadi bias-pengaruh, tentulah memuat kesesatan. Karena itu, yang perlu diusahakan adalah, seberapa kecil kesesatan itu bisa dikendalikan. Namun setidaknya independent variablenya harus bisa manipulated. Ada 2 cara dasar manipulasi: instruction manipulation, event manipulation, dan bisa ditambah measured manipulation .


Ketika extraneous variables hadir secara tidak constant, maka biasa disebut ada 3 macam errors: kesesatan tipe Subyek (karena terjadi fluktuasi subject sampling), kesesatan Kelompok/Group (karena terjadi perbedaan dinamika kelompok), dan kesesatan tipe Replikasi (karena terjadi perubahan kondisi pada setiap replikasi).


Ada pun sumber penyebab kesesatan, yang perlu dibuntu demi terjaminnya internal validity, adalah histoy, maturation, instrumentation, statistical regression, selection, dan mortality.

Jangan Lupa Baca : Stop dreaming Start Action