AZ9dz65O7JdhCBmJmAy_O69F_XM

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

Tampilkan postingan dengan label Psikologi Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Sosial. Tampilkan semua postingan

Pengaruh Masyarakat Terhadap Perkembangan Sosial

. Kamis, 19 April 2012
1 komentar

Masalah Keluarga

Keluarga dalam bentuk murni merupakan satu kesatuan sosial yang terdidri dari suami, istri dan anak-anak yang belum dewasa yang mempunyai sifat tertentu yang sama. Ada lima macam sifat yang terpenting yaitu, hubungan suami istri, bentuk perkawinan dimana suami istri itu diadakan, susunan nama-nama dan istilah, termasuk cara menghitung keturunan, milik/harta benda keluarga dan mempenyai tempat tinggal bersama (rumah).

Dasar pembentukan keluarga/ faktor diantaranya, pertama, faktor obyektif. Faktor yang dipersiakan dalam berumah tangga dalam hal ekonomi, kedewasaan mental dan sebagainya. Kedua, faktor subyektif. Yaitu adanya dasar saling cinta-mencintai. Tugas keluarga dalam hal ini orang tua terhadap anaknya, menurut Prof. Dr. J. Verkuyl ada tiga, yaitu, mengurus materil anak-anak, menciptakan suatu home bagi anak-anak dan tugas pendidikan. Sedangkan faktor-faktor keluarga terhadap perkembangan anak diantaranya perimabangan perhatian, kebutuhan keluarga, status sosial, besar kecilnya keluarga dan keluarga kaya atau miskin.

I. Pengaruh Masyarakat Terhadap Perkembangan Sosial

Pengaruh masyarakat terhadap perkembangan sosial ditekankan terhadap pengaruh kelompok sosial, dan yang pertama dihadapi manusia adalah keluarga. Keluarga berperan sebagai tempat manusia berkembang sebagai manusia sosial. Selain itu keadaan sosial ekonomi keluarga juga dapat berperan terhadap perkembangan anak-anak.

Berdasarkan hail eksperimen bahwa pengaruh latar belakang sosial ekonomi yang paling menguntungkan bagi perkembangan sosial anak ialah status ekonomi yang menengah, kecuali bahwa terdapat kemungkinannya bahwa dalam hal tu agak lambat dalam menyesuaikan diri. Faktor lain yang mempengaruhi adalah keutuhan keluarga selain itu status anak, sikap dan kebiasaan orang tua juga mempengaruhi.

Mengenai peranan sekolah dalam perkembangan sosial lebih sulit diadakan secara terperinci seperti yang ada pada keluarga. Jelaslah kiranya bahwa pengaruh sekolah terhadap perkembangan sosial anak cukup besar. Selain itu peranan lingkunganpun juga mempengaruhi perkembangan sosial.

J. Hubungan Psikologi Sosial dan Situasi Belajar

Di dalam proses belajar banyak faktor yang mempengaruhi termasuk diantaranya faktor psikologis. Secara tidak langsung maka hubungan antara psikologi sosial dan situasi belajar sangat erat sekali sehingga keduanya harus berjalan beriringan dalam rangka proses belajar mengajar yang pada akhirnya mensukseskan dan menjadi kajian tersendiri di bidang pendiikan.

Banyak hal yang menghambat kemajuan belajar tapi pada pokoknya digolongkan menjadi dua faktor yaitu, pertama, faktor indogin, yang datang dari diri pelajar sendiri. Meliputi dua faktor biologis seperti kesehatan, cacat badan. Dan faktor psikologis, seperti inteligensi, emosi, minat dll. Kedua, faktor exogin yang datang dari luar pelajar, yang meliputi lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Demikian resum buku “Psikologi Sosial” karangan Drs. H. Abu Ahmadi . menurut penulis buku ini sangat bagus untuk pelajari, sebab buku ini bertujuan untuk menyelidiki dan mempelajari masalah-masalah sosial nyata yang tampak sehari-hari di dalam kehidupan masyarakat yang kelak akan menduduki tempatnya di tengah-tengah masyarakat dimana mereka berada.



Psikologi Cinta

. Senin, 31 Agustus 2009
0 komentar

Psikologi Cinta

Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia, sudah lama tertarik dengan konsep cinta. Hanya saja masalahnya, sebagai sebuah konsep… cinta sedemikian abstraknya sehingga sulit untuk didekati secara ilmiah. Dalam tulisan ini dipilih teori seorang psikolog, Robert Sternberg. Yang telah berusaha untuk menjabarkan cinta dalam konteks hubungan antara dua orang.


Menurut Sternberg, cinta adalah sebuah kisah, kisah yang ditulis oleh setiap orang. Kisah tersebut merefleksikan kepribadian, minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan. Ada kisah tentang perang memperebutkan kekuasaan, misteri, permainan, dsb. Kisah pada setiap orang berasal dari “skenario” yang sudah dikenalnya, apakah dari orang tua, pengalaman, cerita, dsb. Kisah ini biasanya mempengaruhi orang bagaimana ia bersikap dan bertindak dalam sebuah hubungan.

Sternberg terkenal dengan teorinya tentang “Segitiga Cinta” (bukan cinta segitiga lho…!). Segitiga cinta itu mengandung komponen : (1). Keintiman (Intimacy), (2). Gairah (Passion) dan (3). Komitmen.

Keintiman adalah elemen emosi, yang didalamnya terdapat kehangatan, kepercayaan (trust), dan keinginan untuk membina hubungan. Ciri-cirinya antara lain seseorang akan merasa dekat dengan seseorang, senang bercakap-cakap dengannya sampai waktu yang lama, merasa rindu bila lama tidak bertemu. Gairah adalah elemen motivasional yang didasari oleh dorongan dari dalam diri yang bersifat seksual. Komitmen adalah elemen kognitif, berupa keputusan untuk secara sinambung dan tetap menjalankan suatu kehidupan bersama.

Menurut Sternberg, setiap komponen itu pada tiap-tiap orang berbeda derajatnya. Ada yang hanya tinggi di gairah, tapi rendah pada komitmen. Sedangkan cinta yang ideal adalah apabila ketiga komitmen itu berada dalam proporsi yang sesuai pada suatu waktu tertentu. Misalnya pada tahap awal hubungan, yang paling besar adalah komponen keintiman. Setelah keintiman berlanjut pada gairah yang lebih besar (dalam beberapa budaya) harus disertai dengan komitmen yang lebih besar, misalnya melalui perkawinan.

Seperti telah diuraikan sebelumnya, pada hubungn cinta seseorang sangat ditentukan oleh pengalamannya sendiri mulai dari masa kanak-kanak. Bagaimana orang tuanya saling mengekspresikan perasaan cinta mereka (atau malah bertengkar melulu..). Hubungan awal denga n teman-teman dekat, kisah-kisah romantis sampai yang horor, dsb. akan membekas dan mempengaruhi seseorang dalam berhubungan. Karenanya setiap orang disarankan untuk menyadari kisah cinta yang ditulis untuk dirinya sendiri.

Memang teori Sternberg tentang cinta ini belumlah lengkap dan memuaskan semua orang misalnya bagaimana teori ini dapat menjelaskan cinta ibu terhadap anak-anaknya?
Atau bagaimana cinta dapat dipertentangkan dengan perang dan kebencian?
Hanya saja, sebagai sebuah deskripsi ilmiah terhadap fenomena cinta, teori ini dapat dikatakan cukup membantu dalam memetakan pola-pola hubungan cinta antar individu.





Profiledough : Dibayar Dengan Memasang Banner

. Sabtu, 11 Juli 2009
0 komentar

Profiledough : Dibayar Dengan Memasang Banner
Profiledough : Dibayar Dengan Memasang Banner



MAKE MONEY on your PROFILE - ProfileDough.com



Haii... Kawan semua, ini ada kabar baru. Satu lagi program yang akan membayar anda-anda semua dengan Dollar. Langsung ke account Paypal anda.

Gimana caranya Profiledough ini akan membayar? Gampang kok, begini :
Anda memiliki profile di friendster, Myspace, Hi5, Facebook, Xangan atau Yuwie. Jika kebetulan anda memiliki salah satu dari itu, maka kesempatan anda untuk mendapatkan dollar terbuka lebar.

Profiledough ini sangatlah simpel.
Anda bisa memanfaatkan profil anda tersebut untuk mendapatkan uang lho. Caranya sangat sangat mudah, kalau anda udah terbiasa membuka friendster, Myspace, Hi5, FaceBook, Xanga, atau Yuwie, pasti anda tak akan bingung mengerjakan hal ini. Sebab sangat gampang, yaitu anda tinggal memasang banner dengan cara mengcopy paste kode-kode HTML yang ada dan anda akan dibayar per click dan per impression. Jadi kalau ada orang yang mengklik banner tadi, anda akan dibayar. Gimana? Sangat mudah bukan?

Contoh bannernya adalah seperti berikut :



MAKE MONEY on your PROFILE - ProfileDough.com


Oke,.... mantap khan.....

langsung Daftar aja, GRATIS kok...

MAKE MONEY on your PROFILE - ProfileDough.com
Yeah, sangat gampang!

Ketika mendaftar anda akan mendapat Bonus signup $1, sedangkan kalau anda ingin melakukan penarikan, payout minimal adalah $39 paypal. Bila belum mempunyai Account paypal, silakan Klik disini untuk membuat account/rekening online anda dengan Paypal, GRATIS.

Untuk daftar Klik disini! GRATISSS...




Ketertarikan Antar Manusia

. Selasa, 05 Mei 2009
1 komentar

Ketertarikan Antar Manusia

Pendapat umum mengatakan bahwa dasar utama yang menjadikan seseorang untuk tertarik dengan orang lain yang belum saling mengenal adalah hal-hal yang nampak (Apprearance) .adapun hasil penelitian menjelaskan bahwa hal-hal yang nampak kurang menjadikan keterkaitan sosial.melainkan adanya persamaan dan persamaan merupakan faktor yang penting yaitu dasar untuk saling tertarik.

Ketertarikan adalah suatu proses yang dengan mudah dialami oleh setiap individu akan tetapi sukar untuk diterangkan.ada 3 teori tentang ketertarikan. Pertama,Teori cognitive yakni menekankan pada proses berpikir tentang dasar yang menentukan tingkah laku.Kedua,Teori Reinforcement (penguatan),yakni teori yang mengakar pada teori belajar yang mengInterpretasikan ketertarikan sebagai suatu respon yang dipelajari.

Ketiga,Teori Interaktionist, beranggapan bahwa setiap orang dirangsang untuk tertarik pada orang lain.

Persahabatan adalah suatu hubungan antar pribadi yang akrab atau intim yang melibatkan setiap individu sebagai suatu kesatuan.sedangkan hubungan ketemanan adalah merupakan hasil dari suatu hubungan formal dan tingkat permulaan dalam setiap pertumbuhan suatu persabatan.

Adapun ciri-ciri persahabatan antara lain:adanya rasa saling mengahargai,saling menukar barang tanpa didasarkan para nilai ekonomis,lebih menekankan pada kualitas tiap satu sama lain.dan orang yang sering bertenu mempunyai kecenderungan untuk tertarik dari pada mereka yang jarang atau bahkan tidak pernah bertemu-baik berhadapan,berbisik-bisik atau tidakberhadapan. Cinta merupakan salah satu bentuk terpenting ketertarikan antar pribadi,pada dasarnya cinta terdiri atas element utama,yaitu: Pengertian,kepercayaan,kerja sama dan pernyataan kasih sayang..


Sikap, Motif , Dan Prasangka Sosial

.
0 komentar

Sikap sosial

Banyak tokoh yang mendefinisikan tentang sikap. Namun inti dari arti sikap yang disetujui oleh sebagaian besar ahli dan peneliti sikap diartikan bahwa sikap adalah predisposisi yang dipelajari yang mempengaruhi tingkah laku, berubah dalam intensitasnya. Atau sikap adalah kesiapan merespon yang sifatnya positif atau negatif terhadap obyek/ situasi secara konsisten. Tiap-tiap sikap mempunyai tiga aspek yaitu, kognitif, afektif dan sikomotorik.

Sikap dibedakan menjadi dua. yaitu, sikap sosial dan sikap individual. Di samping pembagian sikap atas sosial dan individual sikap juga dapat pula dibedahkan atas sikap positif dan sikap negatif. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sikap ada dua. Pertama, faktor intern. Sikap yang terdapat dalam pribadi manusia itu sendiri yang berupa selectivity. Kedua, faktor ekstern. Sikap yang terdapat di luar pribadi manusia, yang berupa interaksi sosial.

Sikap merupakan faktor internal, tetapi tidak semua faktor internal adalah sikap. Adapun ciri-ciri sikap diantaranya adalah. 1. sikap itu dipelajari (learnability), 2. Memiliki kestabilan (stability). 3. Personal-societal significance. 4. Berisi kognisi dan afeksi. 5. Approach-avoidance directionality. Sedangkan fungsi sikap dibagi empat bagian. Pertama, sebagai alat menguraikan diri. Kedua, sebagai alat pengatur tingkah laku. Ketiga, sebagai alat pengatur pengalaman. Keempat, sebagai pernyataan kepribadian.

Motif Sosial

Motif adalah dorongan yang sudah terikat pada suatu tujuan, sendangkan motif sosial sebagai motif yang timbulnya untuk memenuhi kebutuhan individu dalam hubungannya dengan lingkungan sosialnya. Wood Worth dan Maravis membedahkan motif atas motif yang tergantung pada keadaan dalam jasmani yang merupakan kebutuhan organik dan motif yang tergantung dengan individu dengan lingkungan yang dibedakan dalam bagian motif darurat (Emergency Motif) serta motif obyektif (Obyektife Motiv).

Prasangka Sosial
Ada beberapa faktor yang menyebabkan prasangka diantaranya yaitu, 1. Orang prasangka dalam rangka mencari kambing hitam, 2. Berprasangka karena ia sudah dipersiapkan di dalam lingkungannya, 3. Karena adanya perbedaan yang menimbulkan perasaan superior,

Karena kesan yang menyakitkan,

Karena adanya anggapan yang sudah menjadi pendapat umum.

Prasangka sosial: adalah sikap yang negative yang diperlihatkan individu atau kelompok terhadap individu lain atau kelompok lain.Prasangka itu sebenarnya adalah salah sangka-Missinformation,Misscomunikation & Miss Intepretasi-.sedangkan usaha untuk menghilangkan atau mengurangi prasangka tersebut dibedakan menjadi 2 macan,yaitu:Usaha Preventif yaitu usaha mencegah jangan sampai berprasangka dan usaha curative yaitu usaha menyembuhkan terhadap orang yang berprasangka.


Kelompok Sosial, Kepemimpinan

.
0 komentar

Kelompok Sosial

Kelompok-kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, oleh karenannya adanya antarhubungan antar mereka. Untuk menamakan kelompok sosial diperlukan beberapa persyaratan antara lain kesadaran kelompok, interaksi sosial, organisasi sosial.

Ciri-ciri kelompok sosial menurut Charles H. Cooly membedakan kelompok berdasar susunan dan organisasi menjadi 2 yaitu pertama primary group (kelompok primer) dengan ciri-ciri terdapat interaksi sosial yang lebih erat antara anggota-anggotanya. Selain itu hubungannya bersifat irrasionil dan tidak didasarkan atas pamrih. Kedua secondary group/kelompok sekunder yang mempunyai ciri-ciri bahwa kelompok terbentuk atas dasar kesadaran dan kemauan dari para anggotanya.

Selain itu fungsi dari kelompok sekunder dalam kehidupan manusia adalah untuk mencapai salah satu tujuan tertentu dalam masyarakat dengan bersama secara obyek dan rasionil. Masih banyak lagi ciri-ciri dalam kelompok sosial yang di bagi atas berbagai kelompok seperti diantaranya kelompok tak resmi (informal group) dan kelompok resmi (formal group).

Masing-masing kelompok memiliki norma-norma yang berbeda. Oleh karena itu kadang-kadang orang harus bisa menyesuaikan norma antara kelompok yang satu dengan yang lain karena Perbedaan norma suatu ketika dapat menjadi pertentangan. Adapun macam-macam norma sosial diantaranya adalah norma kelaziman, kesusilaan, hukum, dan mode

Kepemimpinan
Adalah kemampuan dari seseorang untuk mempengaruhi orang lain sehingga orang lain itu bertingkah laku sesuai apa yang di kehendaki oleh pemimpin tersebut. Dalam setiap masalah kepemimpinan terdapat tiga unsur yaitu: unsur manusia, unsur sarana, unsur tujuan. Sedangkan ciri yang harus dimiliki oleh pemimpin adalah social perception (penglihatan sosial), ability in abstract thinking (kecerdasan yang tinggi), emotional stability (keseimbangan alam perasaan).

Faktor yang menentukan seseorang menjadi pemimpin menurut William Foote Whyte ada 4 faktor yaitu operasional leadership, popularity, the assumed representative. Klasifikasi kepemimpinan diantaranya adalah kepemimpinan otoriter, demokratis, kepemimpinan liberal. Fungsi kepemimpinan menurut Reven and Rubin menyebutkan 4 fungsi pemimpin :

1. Membantu menetapkan tujuan kelompok
2. Memelihara kelompok
3. Memberikan simbol untuk identifikasi
4. Mewakili kelompok terhadap kelompok lain


Interaksi Sosial

.
1 komentar

A. Interaksi Sosial

Interaksi Sosial
Dalam hubungan sehari-hari manusia tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain, ia selalu menyesuaikan diri dengan lingkugannya, sehingga kepribadian individu, kecakapannya, ciri-ciri kegiatannya baru menjadi kepribadian individu yang sebenarnya apabila keseluruhan sistem psycho-physik tersebut berhubungan dengan lingkunganya.

H. Bonner memberikan rumusan interaksi sosial yaitu bahwa suatu hubungan antara dua individu/lebih, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. Faktor yang mendasari berlangsungnya interaksi sosial baik secara tunggal maupun secara bergabung adalah :

a. Faktor Iimitasi
b. Faktor Sugesti
c. Faktor Indentifikasi
d. Faktor Simpati

Situasi Sosial Adalah suatu kondisi tertentu dimana berlangsung hubungan atau saling berhubungan antara dua individu atau lebih. Situasi ini dibedakan menjadi dua :

a. Togetherness Situation atau situasi kebersamaan yaitu suatu situasi dimana sejumlah individu berkumpul.
b. Group Situation disebut juga situasi kelompok atau kelompok sosial.

Dalam kehidupan sosial selalu akan kita jumpai dua macam kenyataan yaitu : pertama, social things atau benda-benda sosial yang ditentukan oleh tiga faktor yaitu faktor kebutuhan, minat dan kepercayaan. Kedua, Social Fact atau kenyataan sosial itu sendiri.

Ciri-ciri dan peranan situasi kelompok sosial terhadap individu dan sebaliknya. Menurut F.H. Allport , dalam eksperimennya bahwa situasi kebersamaan itu pada dirinya sendiri sudah dapat mempengaruhi tingkah laku manusia sehingga menjadi berlainan dibandingkan dengan tingkah laku manusia itu dalam keadaan sendirian.

Sedangkan eksperimen Rosenbaum dan Blake mengatakan bahwa dalam keadaan kebersamaan akan mudah berlangsung proses imitasi dan sugesti. Dan pada eksperimen Asch bahwa akan nyata betapa peranan sugesti dalam situasi sosial pada umumnya dan didalam situasi keadaan kebesamaan pada khususnya.


Psikologi Sosial

.
7 komentar

SEBUAH RESUME BUKU PSIKOLOGI SOSIAL
Karangan Drs. H. Abu Ahmadi
Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, 1999
"Stop Dreaming Start Action, Sekarang Juga..."

Psikologi sosial merupakan perkembangan ilmu pengetahuan yang baru dan merupakan cabang dari ilmu pengetahuan psikologi pada umumnya. Ilmu tersebut menguraikan tentang kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi-situasi sosial. Dari berbagai pendapat tokoh-tokoh tentang pengertian psikologi sosial dapat disimpulkan bahwa psikologi sosial adalah suatu studi ilmiah tentang pengalaman dan tingkah laku individu-individu dalam hubungannya dengan situasi sosial.

Sedangkan latar belakang timbulnya psikologi sosial, banyak beberapa tokoh berpendapat, semisal, Gabriel Tarde mengatakan, pokok-pokok teori psikologi sosial berpangkal pada proses imitasi sebagai dasar dari pada interaksi sosial antar manusia. Bedah lagi dengan Gustave Le Bon, bahwa pada manusia terdapat dua macam jiwa yaitu jiwa individu dan jiwa massa yang masing-masing berlaianan sifatnya.

Jiwa massa lebih bersifat primitif (buas, irasional, dan penuh sentimen) dari pada sifat-sifat jiwa individu. Berlaianan dengan Le Bon, Sigmund Freud berpendapat bahwa jiwa massa itu sebenarnya sudah terdapat dan tercakup oleh jiwa individu, hanya saja sering tidak disadari oleh manusia itu sendiri karena memang dalam keadaan terpendam. Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh yang berpendapat dalam buku yang mempunyai pengaruh terhadap perkembangan psikologi sosial.

Pada tahun 1950 dan 1960 psikologi sosial tumbuh secara aktif dan program gelar dalam psikologi dimulai disebagaian besar universitas
Dasar mempelajari psikologi sosial berdasarkan potensi –potensi manusia, dimana potensi ini mengalami proses perkembangan setelah individu itu hidup dalam lingkungan masyarakat. Potensi-potensi tersebut antara lain:

1. kemampuan menggunakan bahasa
2. adanya sikap etik
3. hidup dalam 3 dimensi (dulu, sekarang, akan datang )

Ketiga pokok di atas biasa disebut sebagai syarat human minimum. Dengan demikian yang tidak memenuhi human minimum dengan sendirinya sukar digolongkan sebagai masyarakat. Obyek manusia mempelajari psikologi sosial adalah kegiatan-kegiatan sosial / gejala-gejala sosial. Sedangkan metode sosial antara lain : a. Metode Eksperimen, b. Metode survey, c. Metode Observasi, d. Metode diagnostik – psychis, e. Metode Sosiometri.

Sebagai ilmu yang obyeknya manusia, maka terdapat saling hubungan antara psikologi sosial dengan ilmu-ilmu lain yang obyeknya juga manusia seperti misalnya : Ilmu hukum, Ekonomi, sejarah, dan yang paling erat hubungannya adalah sosiologi. Letak psikologi sosial dalam sistematik psikologi termasuk dalam psikologi yang bersifat empirik dan tergolong psikologi khusus yaitu psikologi yang menyelidiki dan yang mempelajari segi-segi kekhususan dari hal-hal yang bersifat umum dipelajari dalam lapangan psikologi khusus. Sedangkan kedudukan psiklogi sosial didalam lapangan psikologi termasuk dalam psikologi teoritis, sedangkan psikologi sosial tergolong dalam psikologi teoritis.

Mengenai psikologi sosial terdapat pertentangan faham diantara beberapa tokoh ilmu jiwa sosial yang dalam garis besarnya dapat dikelompokan menjadi dua aliran yakni, aliran subyektifisme yang menyatakan bahwa individulah yang membentuk masyrakat dalam segala tingkah lakunya. Dan aliran kedua adalah, obyektivisme yang merupkan kebalikan dari aliran subyektivisme, bahwa masyarakatlah yang menentukan individu.

Selain dua aliran di atas, masih ada aliran yang membicarakan masalah hubungan antara individu dengan masyarakat diantaranya adalah aliran historis dan cultural personality.

Dukung saya di "stop dreaming start action".