AZ9dz65O7JdhCBmJmAy_O69F_XM

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

Tampilkan postingan dengan label Psikologi Kognitif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Kognitif. Tampilkan semua postingan

Ranah Psikologi Kognitif

. Selasa, 12 April 2016
3 komentar

Ranah Psikologi Kognitif

Walaupun memelajari yang serba abstrak dan luas, ada batasan hal-hal apa saja yang dipelajari dalam Psikologi Kognitif. Tentunya batasan-batasan ini masih dapat meluas dengan adanya perspektif baru dan dinamika pengetahuan yang terus bergulir.

NEUROSAINS KOGNITIF

Dari kata penyusunnya saja, dapat dilihat bahwa ranah neurosains kognitif merupakan gabungan dari ilmu neurologik dengan kognitif. Hal ini dilandasi asumsi bahwa komunikasi antar neuron (sel saraf) mendasari kerja pemrosesan informasi.

Semua proses kognisi (misal: di dalam otak kita) membutuhkan bantuan neuron untuk
dapat diolah. Kita tidak dapat mengingat atau memaknai iklan jika neuron tidak menyampaikan informasi yang ditangkap mata kita menuju ke otak. Oleh karena itu,neurologi dan kognitif adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan.

PERSEPSI

Cabang psikologi yang langsung terkait dengan deteksi dan interpretasi rangsang sensoris disebut persepsi. Dalam psikologi kognitif, hal yang paling disoroti adalah bagaimana kita memaknakan sinyal-sinyal sensoris. Stimulus yang sama dapat dimaknai secara berbeda oleh orang yang berbeda. Contohnya adalah menikmati film drama, ada yang suka, ada pula yang benci.


Ingatan, Inteligensi, Perwujudan Pengetahuan

. Kamis, 19 April 2012
0 komentar

INGATAN

Studi tentang ingatan (memory) juga mendapat tempat tersendiri di kalangan peneliti. Short term memory, working memory, dan long term memory adalah contoh-contoh kajian yang dibahas dalam studi tentang ingatan. Mengingat tentunya melibatkan kognisi, berkaitan erat dengan persepsi, dan membantu kehidupan manusia sehari-hari.

Seperti disebutkan sebelumnya kognisi berkaitan dengan pemrosesan informasi. Informasi dideteksi dan dimaknai melalui persepsi dan kemudian disimpan melalui proses tertentu. Proses inilah yang disebut sebagai memory atau ingatan. Contohnya adalah mengingat daftar belanja, jawaban soal ujian, dan hari ulang tahun calon mertua Anda.

PERWUJUDAN PENGETAHUAN
Seperti yang kita bahas sedikit sebelumnya, informasi yang kita terima diolah dan
kemudian disimpan. Informasi tersebut diubah ke dalam simbol-simbol tertentu yang
dapat dipahami oleh masing-masing individu. Psikologi kognitif akan banyak
membahas tentang perwujudan internal pengetahuan (informasi).

Pencitraan (imagery). Salah satu kajian atau manifestasi pencitraan pengetahuan
internal adalah peta kognitif. Berbagai aplikasi peta kognitif muncul dan membantu
manusia dalam kaitannya dengan mendongkrak daya ingat atau membantu proses
belajar. Cara Anda mengingat-ingat jalan dari kampus menuju ke rumah Anda
dengan membentuk sebuah peta imajiner atau membayangkan jalan yang akan
Anda lalui merupakan bentuk dari peta kognitif.

Berpikir dan Pembentukan Konsep. Ketika Anda membayangkan nama ”UBAYA,”
”Perpustakaan,” ”Tunjungan Plaza,” atau ”mobil,” kira-kira benda apakah yang
terbersit di benak Anda? Ketika Anda membentuk makna dan menyimpan informasi
bermakna tersebut, Anda sesungguhnya telah membentuk suatu konsep.

INTELIGENSI

Inteligensi dalam kajian psikologi kognitif dibagi menjadi dua yaitu (1) inteligensi manusia dan (2) inteligensi buatan. Inteligensi manusia telah lazim diteliti khususnya dalam perdebatan apakah inteligensi adalah sesuatu yang alami atau bentukan lingkungan. Kognisi tentunya sangat berkaitan dengan inteligensi karena melibatkan proses berpikir misalnnya seberapa optimal Anda mengolah dan menyimpan informasi.

Inteligensi manusia pada intinya berbicara tentang kemampuan umum untuk bertindak dengan ”tepat.” Inteligensi buatan (artificial intelligence) merupakan upaya manusia untuk meniru pola kerja kognisi atau kemampuan berpikir manusia.
Contoh penggunaan atau hasil guna dari pengembangan inteligensi buatan adalah hadirnya robot, otomatisasi industri, video games, dan komputer.


DAN MASIH BANYAK LAGI...
Selain cuplikan ranah psikologi kognitif di atas,masih banyak kajian studi lain yang belum disebutkan. Contohnya adalah bagaimana kita memahami bahasa, hipnosis, NLP, dan masih banyak lainnya. Tidak semua materi dapat dibahas karena satu kajian saja dapat sangat luas dan mendalam untuk didiskusikan. Hal ini menjadi tugas kita untuk memperdalam ilmu yang didapat di kelas dengan banyak membaca temuan-temuan terkini dari setiap kajian psikologi kognitif.


Pengenalan Pola

.
0 komentar

PENGENALAN POLA

Masih terkait dengan persepsi, manusia pada umumnya jarang menjumpai stimulus
sebagai suatu kejadian sensoris tunggal namun sebagai bagian dari pola yang
bermakna. Contohnya adalah kegiatan Anda membaca huruf-huruf atau melihat
sebuah gambaran yang tidak saja berupa garis atau lengkungan biasa namun
sebuah bentuk yang memiliki makna. Musik juga bukanlah sebuah rangkaian suara
biasa namun alunan nada tertentu yang memiliki makna estetik.

Jadi, pengenalan pola dapat dipahami sebagai kemampuan untuk membentuk
gambaran internal bagian dari suatu kejadian (objek) dan mengintegrasikan bagian-
bagian tersebut menjadi suatu skema terstruktur yang memiliki arti secara
keseluruhan.

PERHATIAN

Attention (perhatian) juga merupakan bagian penting dari persepsi. Hal ini tak lepas
dari perjumpaan kita dengan banyak stimulus sekaligus. Kita harus melakukan
seleksi, stimulus mana yang akan kita perhatikan.
Contohnya dari sekian banyak iklan tentang kartu GSM, Anda pasti memerhatikan beberapa iklan yang paling menonjol.

Atau saat berada di sebuah pesta, Anda dapat memilih fokus pada lawan bicara Anda atau mendengarkan nyanyian pesta. Informasi yang diproses dalam kognisi kita tentunya telah melalui seleksi tersebut, seleksi berupa perhatian terhadap stimulus tertentu.
Pada intinya, perhatian adalah kecenderungan manusia untuk fokus pada sensori stimuli tertentu dan mengabaikan stimuli yang lain.

KESADARAN
Kesadaran dirumuskan sebagai ”tahu betul tentang keadaan internal atau eksternal.”
Contoh dari kesadaran adalah kesadaran Anda akan pengalaman atau kondisi saat ini.
Studi tentang kesadaran membutuhkan adanya introspeksi dan tentunya berkaitan
erat dengan kognisi. Sama halnya dengan studi tentang kognisi yang ”abstrak,” studi
tentang kesadaran atau consciousness juga seringkali dituding sebagai hal yang tidak ilmiah khususnya oleh kaum behavioris.

Akan tetapi, penelitian-penelitian modern membuktikan bahwa kesadaran membawa peranan penting dalam memahami manusia dan dapat diteliti dengan empiris.


Psikologi Cinta

. Senin, 31 Agustus 2009
0 komentar

Psikologi Cinta

Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia, sudah lama tertarik dengan konsep cinta. Hanya saja masalahnya, sebagai sebuah konsep… cinta sedemikian abstraknya sehingga sulit untuk didekati secara ilmiah. Dalam tulisan ini dipilih teori seorang psikolog, Robert Sternberg. Yang telah berusaha untuk menjabarkan cinta dalam konteks hubungan antara dua orang.


Menurut Sternberg, cinta adalah sebuah kisah, kisah yang ditulis oleh setiap orang. Kisah tersebut merefleksikan kepribadian, minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan. Ada kisah tentang perang memperebutkan kekuasaan, misteri, permainan, dsb. Kisah pada setiap orang berasal dari “skenario” yang sudah dikenalnya, apakah dari orang tua, pengalaman, cerita, dsb. Kisah ini biasanya mempengaruhi orang bagaimana ia bersikap dan bertindak dalam sebuah hubungan.

Sternberg terkenal dengan teorinya tentang “Segitiga Cinta” (bukan cinta segitiga lho…!). Segitiga cinta itu mengandung komponen : (1). Keintiman (Intimacy), (2). Gairah (Passion) dan (3). Komitmen.

Keintiman adalah elemen emosi, yang didalamnya terdapat kehangatan, kepercayaan (trust), dan keinginan untuk membina hubungan. Ciri-cirinya antara lain seseorang akan merasa dekat dengan seseorang, senang bercakap-cakap dengannya sampai waktu yang lama, merasa rindu bila lama tidak bertemu. Gairah adalah elemen motivasional yang didasari oleh dorongan dari dalam diri yang bersifat seksual. Komitmen adalah elemen kognitif, berupa keputusan untuk secara sinambung dan tetap menjalankan suatu kehidupan bersama.

Menurut Sternberg, setiap komponen itu pada tiap-tiap orang berbeda derajatnya. Ada yang hanya tinggi di gairah, tapi rendah pada komitmen. Sedangkan cinta yang ideal adalah apabila ketiga komitmen itu berada dalam proporsi yang sesuai pada suatu waktu tertentu. Misalnya pada tahap awal hubungan, yang paling besar adalah komponen keintiman. Setelah keintiman berlanjut pada gairah yang lebih besar (dalam beberapa budaya) harus disertai dengan komitmen yang lebih besar, misalnya melalui perkawinan.

Seperti telah diuraikan sebelumnya, pada hubungn cinta seseorang sangat ditentukan oleh pengalamannya sendiri mulai dari masa kanak-kanak. Bagaimana orang tuanya saling mengekspresikan perasaan cinta mereka (atau malah bertengkar melulu..). Hubungan awal denga n teman-teman dekat, kisah-kisah romantis sampai yang horor, dsb. akan membekas dan mempengaruhi seseorang dalam berhubungan. Karenanya setiap orang disarankan untuk menyadari kisah cinta yang ditulis untuk dirinya sendiri.

Memang teori Sternberg tentang cinta ini belumlah lengkap dan memuaskan semua orang misalnya bagaimana teori ini dapat menjelaskan cinta ibu terhadap anak-anaknya?
Atau bagaimana cinta dapat dipertentangkan dengan perang dan kebencian?
Hanya saja, sebagai sebuah deskripsi ilmiah terhadap fenomena cinta, teori ini dapat dikatakan cukup membantu dalam memetakan pola-pola hubungan cinta antar individu.





Profiledough : Dibayar Dengan Memasang Banner

. Sabtu, 11 Juli 2009
0 komentar

Profiledough : Dibayar Dengan Memasang Banner
Profiledough : Dibayar Dengan Memasang Banner



MAKE MONEY on your PROFILE - ProfileDough.com



Haii... Kawan semua, ini ada kabar baru. Satu lagi program yang akan membayar anda-anda semua dengan Dollar. Langsung ke account Paypal anda.

Gimana caranya Profiledough ini akan membayar? Gampang kok, begini :
Anda memiliki profile di friendster, Myspace, Hi5, Facebook, Xangan atau Yuwie. Jika kebetulan anda memiliki salah satu dari itu, maka kesempatan anda untuk mendapatkan dollar terbuka lebar.

Profiledough ini sangatlah simpel.
Anda bisa memanfaatkan profil anda tersebut untuk mendapatkan uang lho. Caranya sangat sangat mudah, kalau anda udah terbiasa membuka friendster, Myspace, Hi5, FaceBook, Xanga, atau Yuwie, pasti anda tak akan bingung mengerjakan hal ini. Sebab sangat gampang, yaitu anda tinggal memasang banner dengan cara mengcopy paste kode-kode HTML yang ada dan anda akan dibayar per click dan per impression. Jadi kalau ada orang yang mengklik banner tadi, anda akan dibayar. Gimana? Sangat mudah bukan?

Contoh bannernya adalah seperti berikut :



MAKE MONEY on your PROFILE - ProfileDough.com


Oke,.... mantap khan.....

langsung Daftar aja, GRATIS kok...

MAKE MONEY on your PROFILE - ProfileDough.com
Yeah, sangat gampang!

Ketika mendaftar anda akan mendapat Bonus signup $1, sedangkan kalau anda ingin melakukan penarikan, payout minimal adalah $39 paypal. Bila belum mempunyai Account paypal, silakan Klik disini untuk membuat account/rekening online anda dengan Paypal, GRATIS.

Untuk daftar Klik disini! GRATISSS...




Sejarah Singkat Psikologi Kognitif

. Selasa, 05 Mei 2009
0 komentar

"Jangan Hanya Mimpi, Ubahlah Diri Anda".

Sejarah Singkat Psikologi Kognitif


Sejarah Singkat psikologi kognitif Yaitu ;
Pengetahuan lahir dari pikiran. Awal mula semua ilmu di masa kini adalah filsafat.
Anda dapat berpikir dan mengingat kembali nama-nama besar seperti Plato dan
Aristoteles. Psikologi Kognitif dan ilmu tentang pikiran lainnya berupaya menjawab


Pertanyaan yang paling mendasar, ”Dari manakah datangnya pengetahuan dan
bagaimana itu diwujudkan dalam hati kita?” Para ahli tulisan Mesir Kuno menyatakan
bahwa pemikir di era Mesir Kuno percaya bahwa pengetahuan berkedudukan di
jantung. Hal ini didukung oleh Aristoteles namun Plato berpendapat berbeda.

Ia meyakini pengetahuan berkedudukan di otak. Perdebatan akan wujud pengetahuan di diri manusia terus bergulir. Pada abad kedelapan belas, psikologi filosofis dibawa ke situasi saat mulai berperannya psikologi empiris yang dipelopori oleh George Berkeley, James Mill dan putranya John Stuart Mill.

Pada zaman ini, setidaknya ada dua postulat tentang pembentukan gagasan internal (dalam pikiran). Yang pertama adalah perwujudan internal dibentuk berdasarkan aturan yang jelas (ada hukumnya). Kedua, perwujudan serta pengalihan gagasan internal membutuhkan waktu dan usaha. Selama abad ke-19, para psikolog semakin memisahkan diri dari filsafat yang spekulatif dan membentuk sebuah disiplin yang empiris. Di masa ini, ada dua kubu besar yang melakukan studi tentang perwujudan internal.

Ada yang dipimpin oleh Wundt di Jerman dan oleh Titchener di Amerika Serikat yang menekankan pada struktur perwujudan mental serta ada juga rentano di Austria yang menekankan pada proses atau perbuatan. Brentano menganggap bahwa wujud internal adalah sesuatu yang statis dan tidak perlu dipelajari. Studi kerja kognitif menurut Bretano adalah membandingkan, menilai, dan merasakan sebagai objek studi yang tepat.

Berangkat dari ide ini, psikologi semakin bergeser menuju ke arah lahirnya
behavioristik yang berpendapat bahwa perilaku yang dapat diamati yang dapat
dipelajari. Akan tetapi, behavioris seperti Hull dan Tolman dalam postulat/teorinya memasukkan gagasan adanya variabel ”pengantara” yang tidak dapat diamati dalam perilaku manusia. Di masa berkembangnya, behavioris mendominasi Amerika yang sedikit mematikan ketertarikan terhadap kognisi.

Namun, Perang Dunia II membawa kembali minat pada studi tentang kognisi. Pada masa itu, dibutuhkan pemahaman tentang human factor. Studi dibutuhkan untuk menjawab bagaimana prajurit dapat memusatkan perhatian dengan lebih baik serta akurat dalam penglihatan dan pendengaran. Hal ini kemudian mendasari lahirnya alat tes psikologi untuk tentara yang berhubungan dengan inteligensi/bakat (kognisi).

Di bidang lain, lahir pula teori-teori lain seperti Noam Chomsky dengan teori lingustik (bahasa) yang melawan teori Skinner dan lahirnya teori informasi yang menjelaskan model komunikasi secara matematis. Terakhir, tahun 1967, peluncuran buku Cognitive Psychology oleh Ulric Neisser menjadi gong dimulainya cabang baru dalam psikologi.

Buku yang menjadi bukti resmi diakuinya psikologi kognitif itu terdiri dari enam bab; yaitu dua bab tentang persepsi dan perhatian, dan empat bab tentang bahasa, memori, dan pikiran.

NB; Kawan Pembaca Semua, Dukung Saya Di Kontes SEO. Dengan Hadiah 25 juta yaa.... Lihat Link :
"Ayoo Stop Dreaming, Tapi Action". klik Yaa...




Psikologi Kognitif

.
0 komentar

Apakah Psikologi Kognitif itu?

Saat Anda membaca dan memikirkan pertanyaan ini, Anda sedang terlibat dalam
kognisi. Psikologi kognitif berurusan dengan persepsi informasi (Anda membaca
pertanyaannya), berurusan dengan pengertian (Anda memahami pertanyaannya), berurusan dengan pikiran (Anda bertanya pada diri Anda apakah Anda
tahu jawabannya), dan berurusan dengan perumusan dan pembentukan jawaban
(Anda dapat mengatakan jawaban pertanyaan tersebut). Kognisi menyentuh semua bagian dari pemahaman, ingatan, dan proses berpikir, dan merupakan ciri menonjol semua orang. Jadi apa Psikologi Kognitif itu?

Sebelum lebih jauh mendalami Psikologi Kognitif, ada baiknya kita mencermati
terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan cognition (kognisi). Kognisi menurut Neisser (tokoh Psikologi Kognitif) adalah semua proses terhadap input sensorik yang diubah, dikurangi, dielaborasi, disimpan, diambil kembali, dan digunakan.


Hal ini berarti semua yang Anda baca, semua yang Anda lihat, Anda dengar, dan Anda rasakan selama beberapa menit sebelumnya telah melibatkan kognisi Anda. Apakah sekarang masih bingung? Jika Anda sudah mengerti, itu berarti Anda dianugerahi kognisi yang prima. Jika Anda belum mengerti, jangan kuatir, Anda tidak sendirian.

Psikologi Kognitif memang membahas hal yang sangat luas, penuh dengan perspektif baru, dan mencoba memahami proses tak kasat mata alias hanya dalam “pikiran” saja. Tapi setidaknya Anda coba untuk memahami dan menghafalkan demi nilai ujian Anda:

Psikologi Kognitif adalah studi tentang proses mental yang mendasari kemampuan
kita mempersepsikan dunia, memahami dan mengingat pengalaman kita,
berkomunikasi dengan orang lain, dan mengendalikan perilaku kita.

Sampai pada tahap ini, mari kita berdamai dengan konflik batin Anda, “Duh, ngapain
sih belajar hal-hal nggak jelas kayak gini. Apa pentingnya gitu loh!” Coba kamu simak sejenak lingkungan di sekitarmu dan coba temukan aplikasi psikologi kognitif di sana.

Pernahkah Anda membaca atau melihat iklan penyedia layanan telekomunikasi yang
mengandalkan harga murah? Anda pasti sudah tahu, bagian mana dari iklan tersebut
yang dicetak tebal dan bagian mana yang harus dibaca dengan menggunakan
mikroskop.

Iklan adalah bagian dari informasi, dan ingat kembali bahwa informasi
diolah melalui kognisi kita. Musik yang Anda dengar dari iPod, sinetron ”Cahaya” atau film ”Beranak dalam Kubur,” hingga handout Psikologi Kognitif ini menerapkan bantuan dari pemahaman kita akan Psikologi Kognitif.




Psikologi Sosial

.
7 komentar

SEBUAH RESUME BUKU PSIKOLOGI SOSIAL
Karangan Drs. H. Abu Ahmadi
Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, 1999
"Stop Dreaming Start Action, Sekarang Juga..."

Psikologi sosial merupakan perkembangan ilmu pengetahuan yang baru dan merupakan cabang dari ilmu pengetahuan psikologi pada umumnya. Ilmu tersebut menguraikan tentang kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi-situasi sosial. Dari berbagai pendapat tokoh-tokoh tentang pengertian psikologi sosial dapat disimpulkan bahwa psikologi sosial adalah suatu studi ilmiah tentang pengalaman dan tingkah laku individu-individu dalam hubungannya dengan situasi sosial.

Sedangkan latar belakang timbulnya psikologi sosial, banyak beberapa tokoh berpendapat, semisal, Gabriel Tarde mengatakan, pokok-pokok teori psikologi sosial berpangkal pada proses imitasi sebagai dasar dari pada interaksi sosial antar manusia. Bedah lagi dengan Gustave Le Bon, bahwa pada manusia terdapat dua macam jiwa yaitu jiwa individu dan jiwa massa yang masing-masing berlaianan sifatnya.

Jiwa massa lebih bersifat primitif (buas, irasional, dan penuh sentimen) dari pada sifat-sifat jiwa individu. Berlaianan dengan Le Bon, Sigmund Freud berpendapat bahwa jiwa massa itu sebenarnya sudah terdapat dan tercakup oleh jiwa individu, hanya saja sering tidak disadari oleh manusia itu sendiri karena memang dalam keadaan terpendam. Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh yang berpendapat dalam buku yang mempunyai pengaruh terhadap perkembangan psikologi sosial.

Pada tahun 1950 dan 1960 psikologi sosial tumbuh secara aktif dan program gelar dalam psikologi dimulai disebagaian besar universitas
Dasar mempelajari psikologi sosial berdasarkan potensi –potensi manusia, dimana potensi ini mengalami proses perkembangan setelah individu itu hidup dalam lingkungan masyarakat. Potensi-potensi tersebut antara lain:

1. kemampuan menggunakan bahasa
2. adanya sikap etik
3. hidup dalam 3 dimensi (dulu, sekarang, akan datang )

Ketiga pokok di atas biasa disebut sebagai syarat human minimum. Dengan demikian yang tidak memenuhi human minimum dengan sendirinya sukar digolongkan sebagai masyarakat. Obyek manusia mempelajari psikologi sosial adalah kegiatan-kegiatan sosial / gejala-gejala sosial. Sedangkan metode sosial antara lain : a. Metode Eksperimen, b. Metode survey, c. Metode Observasi, d. Metode diagnostik – psychis, e. Metode Sosiometri.

Sebagai ilmu yang obyeknya manusia, maka terdapat saling hubungan antara psikologi sosial dengan ilmu-ilmu lain yang obyeknya juga manusia seperti misalnya : Ilmu hukum, Ekonomi, sejarah, dan yang paling erat hubungannya adalah sosiologi. Letak psikologi sosial dalam sistematik psikologi termasuk dalam psikologi yang bersifat empirik dan tergolong psikologi khusus yaitu psikologi yang menyelidiki dan yang mempelajari segi-segi kekhususan dari hal-hal yang bersifat umum dipelajari dalam lapangan psikologi khusus. Sedangkan kedudukan psiklogi sosial didalam lapangan psikologi termasuk dalam psikologi teoritis, sedangkan psikologi sosial tergolong dalam psikologi teoritis.

Mengenai psikologi sosial terdapat pertentangan faham diantara beberapa tokoh ilmu jiwa sosial yang dalam garis besarnya dapat dikelompokan menjadi dua aliran yakni, aliran subyektifisme yang menyatakan bahwa individulah yang membentuk masyrakat dalam segala tingkah lakunya. Dan aliran kedua adalah, obyektivisme yang merupkan kebalikan dari aliran subyektivisme, bahwa masyarakatlah yang menentukan individu.

Selain dua aliran di atas, masih ada aliran yang membicarakan masalah hubungan antara individu dengan masyarakat diantaranya adalah aliran historis dan cultural personality.

Dukung saya di "stop dreaming start action".



Pengertian dan Prinsip Perkembangan

.
0 komentar

Pengertian dan Prinsip Perkembangan

I. Pengertian Tumbuh
Tumbuh adalah dapat diartikan sebagai perubahan kuantitas pada material sesuatu sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan. Perubahan kuantitatif ini dapat berupa pembesaran atau pertambahan dari yang tidak ada menjadi yang ada, dari kecil menjadi besar, dari sedikit menjadi banyak, dari sempit menjadi luas, dan sebagainya. Ini berarti, bahwa pertumbuhan ini hanya berlaku pada hal – hal yang bersifat kuantitaif, karena tidak selamanya material itu kuantitatif.

Material dapat terdiri dari bahan-bahan kuantitatif seperti misalnya atom, sel, kromosom, rambut, molekul, dan lain-lain, dapat pula material terdiri dari bahan-bahan kualitatif seperti misalnya kesan, ide, keinginan, gagasan, pengetahuan, nilai dan lain-lain. jadi material itu terdapat terdiri dari kualitas maupun kuantitas. Kenyataan inilah yang barangkali membuat orang mengalami kesulitan dan membedakan antara pertumbuhan dan perkembangan. Salah satu kelengahan orang adalah yang menyebut material kualitatif sebagai perkembangan.

Pertumbuhan pribadi sebagai perubahan kuantitatif pada material pribadi sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan. Material pribadi seperti : sel, kromosom, butir darah, rambut, lemak, tulang, adalah tidak dapat dikatakan berkembang melainkan bertumbuh. Begitu juga material pribadi seperti : kesan, ide, keinginan, pengetahuan, nilai selama tidak dihubungkan dengan fungsinya tidak dapat dikatakan berkembang melainkan bertumbuh.

II. Perkembangan pada dasarnya adalah perubahan kualitatif sesuatu hingga membuahkan hasil atau manfaat bagi pihak lain. dapat diartikan pula sebagai perubahan kualitatif dari fungsi-fungsi yang dimungkinkan adanya perubahan tingkah laku hasil belajar.
Beberapa definisi psikologi perkembangan menurut para ahli :

• Menurut Monks, Knoers dan Haditono bahwa “psikologi perkembangan adalah suatu ilmu yang lebih mempersolankan faktor-faktor umum yang mempengaruhi proses perkembangan (perubahan) yang terjadi dalam diri pribadi seseorang dengan menitik beratkan pada relasi antara kepribadian dan perkembangan.”

• Menurut Kartono bahwa “Psikologi perkembangan (psikologi anak) adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang dimulai dengan periode masa bayi, anak pemain, anak sekolah, masa remaja sampai periode adolesense menjelang dewasa.”

• Encyclopedia International : “Developmental psychology is a branch of psychology devoted been placed on the search for those elements of behavior in the child which are thought to be prerequisite for complex adult behavior.”(Psikologi perkembangan adalah suatu cabang dari psikologi yang mengetengahkana pembahasan tentang perilaku anak secara historic titik berat pembahasannya pada penganalisaan elemen-elemen perilaku anak yang dimungkinkan akan menjadi syarat terbentuknya perilaku dewasa yang kompleks).

• Good dalam Dictionary Of Education : “Developmental psychology: the branch of psychology concerned with the course of progressive stages of behavior, considered phylogenetically anda ontogenetically, and including both the phase of growth and of decline, broder in meaning than genetic psychology, though the terms are frequently use interchangeably.”

Psikologi perkembangan adalah cabang dari psikologi yang membahas tentang arah atau tahapan kemajuan dari perilaku yang mempertimbangkan phylogenetic dan ontogenetic, termasuk semua phase pertumbuhan dan penurunan. Hal ini berarti adanya pembatasan yang lebih luas dari pengertian ilmu jiwa keturunan, walaupun bentuk dan polanya ada persamaannya serta dapat dipertukarkan).