Tetap Positif dalam Situasi Sulit
Mungkin kita merasa kesal, muak, dan marah membaca berita-berita di koran: penggelapan pajak, mafia hukum, bentrokan berkekerasan, pemerkosaan, dan banyak lainnya. Semua seperti menambahi frustrasi dan kesulitan pribadi kita dalam menjalani hidup.
Semua penyelewengan dan persoalan di atas tentu tidak dapat dibiarkan. Tetapi, secara pribadi kita tetap perlu mempertahankan suasana hati positif bagaimanapun kondisi sosial yang melingkupi kita. Saya meminjam usulan praktis dari Michele Moore (1999) dan ”the Happiness Habit Team”. Berdasarkan wawancaranya, Moore menemukan keterampilan dan strategi-strategi dari pribadi-pribadi yang menghadapi banyak kesulitan tetapi tetap dapat mempertahankan suasana hati positif. Semoga kita dapat memanfaatkan temuan Moore agar dapat tetap memaksimalkan perasaan nyaman di tengah gonjang-ganjing persoalan.
Sikap positif
Yang pertama adalah mengakui perasaan negatif kita, entah itu kesedihan dan kemarahan, lalu menunjukkan kepedulian pada diri sendiri. (”Pasti marah kalau aku selalu jujur dan—jangan-jangan semua pejabat tinggi—ternyata korupsi. Ya, sudah, tenangkan hati. Dengar musik dulu deh….”)
Kita perlu berupaya untuk tidak ditenggelamkan oleh energi negatif. Kita menetapkan sendiri bagaimana akan berpikir, merasa dan mengambil tindakan, serta bertanggung jawab penuh atas keputusan kita. Penilaian negatif sebisa mungkin ditransformasikan dalam tindakan-tindakan positif. (”Dia menganggap aku seburuk itu, dan dia keliru. Jadi, aku akan tetap dengan sikapku dan tidak perlu dipengaruhi oleh penilaian negatifnya.”) Atau, kita memfokuskan waktu, energi, dan perhatian pada hal-hal lain yang konstruktif.
Visi positif ke depan
Ini sering kita lakukan, tetapi sesungguhnya kurang konstruktif: mengeluh, mengevaluasi dan ”mencari-cari kesalahan”. Yang terjadi sudah terjadi dan lebih penting untuk memperbaiki ke depan dengan memfokuskan diri pada visi positif, bukan terpaku pada kesalahan-kesalahan pada masa lalu. Lebih baik berfokus pada apa yang ingin kita capai dengan memperjelas sasaran dan strategi mencapainya.
Dalam berbagai keterbatasan dan kesulitan, kita tetap perlu punya waktu yang dapat kita nikmati untuk bersenang-senang. Hal ini sekaligus untuk mengisi kembali energi. Tidak perlu dengan biaya mahal: bertemu sahabat lama, nonton film dengan anak, naik sepeda, atau bila memungkinkan, mengubah pekerjaan menjadi suatu hal yang dapat dinikmati (”Ya sudah deh, anggap saja latihan supaya saya lebih mampu melobi”. Atau ”Lihat saja sisi positifnya jadi aku bisa belajar dari dia yang rendah hati sekaligus sangat hebat’.”)
Memperjelas aksi dan capaian
Agar tidak merasa sesak dan tak berdaya, kita perlu merencanakan rangkaian langkah spesifik, yang dirumuskan dengan jelas, dan mensyukuri keberhasilannya. Membuat daftar tugas dan mengecek capaiannya akan banyak membantu meningkatkan kepercayaan diri dan suasana hati.
Kesulitan dan kekacauan hidup menjadi tanda bahwa kita harus bergerak, mungkin harus mengubah suatu hal atau malahan banyak hal. Mungkin kita harus mengubah cara kita berpikir, cara kita merasa, cara kita bertindak. Bukan menyalahkan diri, tetapi demi keterarahan diri pada visi dan capaian ke depan. (”Kita sudah kerja keras sekali, tetapi ternyata strategi lembaga kita kurang efektif. Kita harus jujur mengakui dan berani mengubah diri.”)
Manfaat dari rasa marah
Kita perlu menemukan manfaat dari rasa marah kita, menyalurkan emosi dan rasa marah menjadi tujuan-tujuan positif. Kemarahan perlu dipindahkan menjadi energi positif untuk mencari cara yang lebih efektif, memindahkan fokus, mengeksplorasi pendekatan-pendekatan baru, mengembangkan keterampilan berbeda, mengubah strategi bekerja sama dengan lingkungan dan seterusnya.
Kita juga tetap perlu menjadi diri sendiri, hidup dengan nilai-nilai pribadi yang menurut kita baik, dan melakukan yang terbaik yang dapat kita lakukan. Ketika kita melakukan yang terbaik dan tidak berkompromi dengan kebohongan atau sikap masa bodoh, suara hati kita akan tetap jelas memandu langkah kita pada waktu-waktu selanjutnya.
Kata Moore, orang yang paling dapat mempertahankan rasa nyaman dan bahagia adalah orang yang ”paling peduli dan paling memiliki cinta”. Cinta di sini bukan dalam arti sempit, cinta romantis atau cinta pada perorangan, tetapi cinta dan kepedulian pada sesama, pada yang lain. Kata Moore ”the happiest people are the most loving people. To be happy, love what you do, love the people around you, love your work and love yourself.”
Berserah
Pada akhirnya kita berserah. Berserah bukan berarti menyerah atau mengambil posisi kalah. Berserah hanya dapat terjadi ketika kita telah melakukan langkah dan upaya yang terbaik, lalu menyerahkan hasilnya pada yang memiliki kekuasaan jauh lebih besar daripada kita (Tuhan atau entah kita menyebutnya apa).
Bila kita hanya mengeluh dan mempersalahkan pihak lain, tanpa melakukan sesuatu yang konstruktif, mungkin kita tidak berbeda dengan pihak yang kita kritik itu. Berserah dapat dimaknai sebagai tetap mempertahankan tujuan dan nilai hidup kita, tetapi mencapainya melalui jalan dan sarana berbeda.
Kalau kita tidak bisa mengubah negara karena kita bukan penguasa, ya kita dapat menularkan nilai yang kita anggap baik pada keluarga, teman-teman dan lingkungan dekat. Menyisihkan sebagian penghasilan atau waktu kita untuk mengejawantahkan nilai-nilai positif kita dan memastikan kebermanfaatannya bagi orang lain, sudah pasti akan sangat berguna sekaligus membuat diri sendiri bahagia.
KRISTI POERWANDARI, PSIKOLOG
Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :
- Obat Kuat GOLO GINSENG Bikin Tegang/Ereksi Kuat Atasi Impotensi, Herbal Mengatasi Lemah Syahwat, Aman, Resmi BPOM
- Obat Kuat Foredi GEL Bikin Tahan Lama Berhubungan Intim FOREDI Gel Herbal Oles, Terlaris di Internet, Aman, Rekomendasi Boyke
- Zain Koffie Premium KOPI VITALITAS PRIA ! Untuk Atasi Masalah LEMAH SYAHWAT, Solusi Kurang Bergairah, DISFUNGSI Ereksi
- Fiforlif Fiber Detox Khusus Pembersih Kotoran dan Sampah di Usus, Detox Usus, Diet Pelangsing, Atasi Perut Buncit
- Minuman Cokelat Khusus Pria DEWASA Bagi yang gak suka Kopi, nih ramuan dari Dokter Boyke Dian Nugraha HORN, rasa Cokelat untuk Vitalitas dan Stamina Pria Dewasa !
- DURAMAX KHUSUS Pria Jantan Tegak Ereksi Duramax Pilihan terbaik untuk Tegak Berdiri, Keras Maximal agar Istri Banjir
Positif dalam Situasi Sulit
Ciuman
Ciuman
KOMPAS.com — Apa yang paling dibutuhkan saat berciuman? Kemampuan mencium dan chemistry, tentunya. Jika keduanya tidak Anda miliki, ciuman pun akan terasa hambar. Sebelum Anda mulai melancarkan ciuman Anda, pastikan Anda mengetahui empat kesalahan yang sering terjadi saat berciuman.
1. Ciuman yang kasar
Sebuah ciuman seharusnya dilakukan dengan lembut dan penuh perasaan, atau panas dan penuh gairah. Namun, bukan seperti sedang diterkam oleh binatang buas. Untuk memulai sebuah ciuman, lakukan dengan perlahan, dan biarkan momen mencium itu terbangun secara alami. Memaksakan ciuman yang penuh gairah mungkin akan dianggap ceroboh oleh pasangan, jadi hindari “serangan” mendadak seperti perempuan yang tengah cemburu. Tahan diri Anda, dan perhatikan sinyal-sinyal dari pasangan. Bagaimanapun juga, mencium adalah kegiatan sebuah tim, dan jika pasangan tidak menghendakinya, Anda akan dianggap terlalu agresif. Anda perlu mengubah strategi, dan biarkan pasangan melakukan inisiatifnya.
2. Ciuman yang hambar
Sebuah ciuman tidak harus “basah”, tetapi juga jangan hanya menyentuh bibir begitu saja. Libatkan sedikit lidah Anda. Jika pasangan tampak ragu mengirimkan ciumannya, dan Anda ingin memastikan apakah ia memang berniat mencium Anda, tunjukkan antusiasme Anda. Bibir yang mengatup dan kecupan sekilas akan terasa hambar buatnya. Hal ini bisa diibaratkan ketika seseorang bersalaman hanya dengan menyentuh tangan Anda. Enggak mantap, kan? Menciumlah dengan hati: serahkan seluruh bibir Anda, bukan bibir yang mengatup ketat. Tutup mata Anda supaya Anda betul-betul dapat merasakan ciumannya, dan membalasnya dengan penuh perasaan.
3. Ciuman yang bikin ilfil (karena bau mulut)
Tidak susah menghilangkan bau mulut. Makan permen mint atau permen karet, atau gosoklah gigi Anda. Mendapati cabai yang terselip di gigi juga sama sekali enggak bikin turn on. Bila mungkin, hindari makanan atau minuman yang bisa menimbulkan bau, jika Anda memang akan bertemu si dia. Yang lebih penting, ganjal dulu perut dengan makanan ringan karena perut yang kosong juga membuat mulut berbau. Pengalaman dan teknik mencium sehebat apa pun tidak akan menyelamatkan mulut yang bau. Bawa selalu permen di dalam tas, dan tawarkan kepada pasangan jika sejak awal Anda sudah mencium sesuatu yang tidak sedap.
4. Ciuman yang salah sasaran
Ciuman di pipi atau di kening memang bisa membuat Anda merasa disayangi. Namun, jika memang bermaksud mencium bibir, ciumlah bibirnya, bukan dagu, hidung, atau pipinya, apalagi jika ditambah dengan permainan lidah yang meninggalkan liur di sekujur muka. Antusiasme memang merupakan kunci dalam ciuman yang hebat, tetapi tak perlu melibatkan air liur. Jika Anda kepergok sedang melap wajah dengan tisu atau handuk, si dia juga tersinggung. Serba salah, bukan?